Penemuan 995 Senjata di Sekolah Jakarta Selatan: Pihak Sekolah Bantah Temuan Ratusan Senjata untuk Ekskul Menembak
Kabarberita911.com – Sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi pusat perhatian setelah ditemukan 995 unit senjata airsoft gun di dalam gedungnya. Pihak Sekolah Bantah Temuan Ratusan Senjata yang diklaim untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak. Sementara itu, pemilik senjata menyatakan bahwa seluruh unit tersebut memiliki izin resmi dan memang diperuntukkan untuk keperluan tersebut.
Kasus ini menarik perhatian publik karena adanya perbedaan pandangan antara pihak sekolah dengan pemilik senjata. Sekolah mengklaim tidak pernah ada kegiatan menembak, sedangkan pemilik senjata menegaskan bahwa semua dokumen perizinan telah lengkap dan kegiatan tersebut memang pernah berjalan sejak tahun 2020.
Klaim Pemilik Senjata: Semua Legal dan Berizin
Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku sebagai pemilik senjata, menegaskan bahwa temuan tersebut tidak melanggar ketentuan apapun. Ia menjelaskan bahwa seluruh senjata telah disimpan di lokasi sekolah sejak tahun 2020 dan memiliki izin yang sah.
Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya. Airsoft gun, 995 ya. Semua ada izinnya kok gitu,
Menurut Alhadid, keberadaan senjata ini telah disepakati bersama dengan pembina yang berinisial S. Kegiatan ekstrakurikuler menembak sempat berjalan sejak 2020, namun terhenti setelah pembina tersebut wafat pada tahun 2022. Ia juga menambahkan bahwa sebagian senjata yang disita polisi memang sudah tidak berfungsi lagi.
Sekolah Bantah Ada Kegiatan Menembak
Hermawanto, kuasa hukum yayasan sekolah, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan guru-guru senior, tidak pernah ada kegiatan menembak di sekolah tersebut. Ia menyampaikan klarifikasi ini di lokasi sekolah pada Jumat (7/8) dengan tegas bahwa pihak sekolah tidak mengetahui keberadaan ratusan senjata sebelum ditemukan.
Kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,
Pihak sekolah juga mengaku tidak mengetahui keberadaan ratusan senjata sebelum ditemukan. Hermawanto menjelaskan bahwa ruangan tempat penyimpanan senjata sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama yang telah diberhentikan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa pihak sekolah tidak menyadari keberadaan senjata-senjata tersebut.
Bagaimana caranya masuk, bagaimana yang siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Karena yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat,
Sengketa Kepengurusan Membuka Temuan
Penemuan senjata bermula setelah terjadi perselisihan internal kepengurusan yayasan. Ketua pengurus lama dengan inisial IWD telah diberhentikan, sehingga pengurus baru mendapatkan akses ke ruangan mantan ketua. Dari sinilah temuan 995 senjata airsoft gun terungkap.
Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu, kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,
Hermawanto menjelaskan bahwa IWD telah menjabat sebagai ketua pengurus selama sekitar 15 tahun sebelum akhirnya dipecat. Pemberhentian tersebut terkait dugaan penyalahgunaan dana yayasan pada tahun 2013 untuk pembelian tanah. Tanah itu uangnya diambil dari yayasan untuk membeli tanah, enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan.
Ketua pengurus itu kami indikasikan ada penyalahgunaan dana yayasan pada saat tahun 2013 untuk membeli tanah. Tanah itu uangnya diambil dari yayasan untuk membeli tanah, enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan. Dan tahu istrinya itu adalah anggota pembina,
Sementara itu, Alhadid menyatakan bahwa penyimpanan senjata di lokasi tersebut telah sesuai prosedur dan tidak pernah menimbulkan insiden selama ini. Ia menambahkan bahwa seluruh dokumen izin telah disiapkan sebagai klarifikasi.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Senjata Sekolah
Berapa jumlah senjata yang ditemukan? Ditemukan sebanyak 995 unit senjata airsoft gun di dalam gedung sekolah.
Di mana lokasi sekolah ditemukan? Sekolah swasta tersebut berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Siapa pemilik senjata tersebut? Pemilik senjata adalah Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin.
Mengapa senjata baru ditemukan sekarang? Senjata baru ditemukan setelah terjadi sengketa kepengurusan yayasan dan pengurus baru membuka ruangan mantan ketua yang telah diberhentikan.
Apakah semua senjata memiliki izin? Menurut pemilik senjata, seluruh 995 unit memiliki izin resmi dan diperuntukkan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak.
