Kapolri Baru Suyudi Lantik 27 Pejabat Utama Polri dan Kapolda
Table of Contents
Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Pelantikan 27 Pejabat Polri
Kabarberita911.com – Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin agenda pelantikan dan serah terima jabatan bagi 27 pejabat utama di lingkungan Mabes Polri serta sejumlah kepala kepolisian daerah. Kegiatan yang berlangsung di Mabes Polri pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026, juga dirangkaikan dengan korps raport kenaikan pangkat perwira tinggi.
Rangkaian tersebut menjadi tahap lanjutan dari mutasi besar di tubuh Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, bertanggal 2 Oktober 2026. Total terdapat 88 perwira tinggi dan perwira menengah yang masuk dalam daftar mutasi, dengan 70 personel memperoleh promosi atau penugasan pada jabatan baru.
Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan seluruh proses serah terima, pelantikan, dan kenaikan pangkat dipimpin langsung oleh Kapolri. Acara itu mencakup pejabat di tingkat Mabes Polri maupun pimpinan kepolisian di sejumlah wilayah.
“Malam ini telah selesai rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, disertai dengan korp raport untuk kenaikan pangkat pati. Kegiatan korps raport ini dan serah terima jabatan, juga pelantikan, langsung dipimpin oleh Bapak Kapolri,” kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mabes Polri.
Jabatan strategis di Mabes Polri ikut berganti
Sejumlah posisi penting pada jajaran pimpinan utama Mabes Polri termasuk dalam agenda pergantian tersebut. Jabatan yang diserahterimakan meliputi Kepala Badan Reserse Kriminal, Kepala Badan Pemelihara Keamanan, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan, serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan. Beberapa posisi Kapolda juga menjalani pergantian pejabat.
Dua jabatan lain diisi melalui proses pelantikan, yakni Asisten Utama Perencanaan dan Anggaran Kapolri atau Astamarena Kapolri serta Korps Siswa Pimpinan atau Korspripim. Dengan demikian, total jabatan yang masuk dalam rangkaian kegiatan malam itu mencapai 27 posisi.
“Untuk dua jabatan yang dilakukan pelantikan adalah Astamarena Kapolri dan juga Korspripim. Seluruhnya ada 27 jabatan,” ujar Trunoyudo.
Pada jajaran pejabat utama Mabes Polri, tercatat 14 personel memperoleh penugasan baru. Komjen Asep Edi Suheri ditugaskan sebagai Inspektur Pengawasan Umum Polri atau Irwasum Polri. Irjen Dedy Kusuma Bakti mengemban jabatan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, sedangkan Irjen Asep Safrudin ditempatkan sebagai Kabareskrim Polri.
Perubahan susunan pejabat juga mencakup Irjen Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadivpropam Polri dan Irjen Roberto G. M. Pasaribu sebagai Kadiv TIK Polri. Sementara itu, Brigjen Tubagus Ami Prindani mendapat penugasan sebagai Kadensus 88 AT Polri.
23 perwira tinggi menerima kenaikan pangkat
Selain pergantian jabatan, terdapat 23 perwira tinggi yang mengikuti upacara kenaikan pangkat. Komposisinya terdiri atas tujuh perwira yang naik menjadi Komisaris Jenderal, 14 perwira menjadi Inspektur Jenderal, dan dua perwira menjadi Brigadir Jenderal.
Korps raport merupakan bagian dari tata upacara internal yang menandai kenaikan pangkat perwira. Dalam agenda kali ini, pelaksanaannya dipadukan dengan serah terima jabatan dan pelantikan sehingga perubahan struktur kepemimpinan dapat berlangsung dalam satu rangkaian resmi.
Rotasi juga menjangkau kepemimpinan kepolisian daerah. Sebanyak 19 jabatan Kapolda masuk dalam mutasi tersebut, termasuk posisi Kapolda Metro Jaya yang diemban Irjen Dadang, Kapolda Maluku Irjen Suwondo Nainggoan, serta Kapolda Kepulauan Riau Irjen Suhendri.
Rotasi sebagai dinamika organisasi
Pergantian pejabat di tingkat pusat dan daerah menempatkan personel baru pada posisi yang memiliki fungsi berbeda, mulai dari pengawasan internal, reserse, intelijen, pemeliharaan keamanan, teknologi informasi, pendidikan, hingga penanganan tindak pidana terorisme. Perubahan juga terjadi pada jajaran kewilayahan melalui penugasan para Kapolda.
Dalam penjelasannya, Trunoyudo menyebut rotasi dan mutasi jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri. Ia mengaitkan langkah tersebut dengan komitmen Kapolri dalam merespons perkembangan serta tuntutan masyarakat.
“Kegiatan dalam rotasi atau mutasi jabatan ini merupakan dinamika organisasi yang tentunya Bapak Kapolri berkomitmen kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi dinamika dan tuntutan masyarakat dengan tagline beliau adalah ‘Polri Bersama Masyarakat’,” ujarnya.
Mutasi pada jabatan kepolisian bukan semata pergantian nama dalam struktur organisasi. Setiap pejabat yang baru dilantik akan menjalankan mandat sesuai lingkup unitnya masing-masing, sementara serah terima jabatan menandai perpindahan tanggung jawab dari pejabat sebelumnya kepada pejabat pengganti.
Agenda pada 3 Oktober 2026 itu menegaskan perubahan kepemimpinan berlangsung secara serentak di berbagai lini Polri. Mulai dari pejabat utama Mabes Polri, fungsi-fungsi strategis, hingga kepolisian daerah, rotasi tersebut membentuk susunan penugasan baru setelah penerbitan surat telegram Kapolri sehari sebelumnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kapolri Baru Suyudi Lantik 27 Pejabat?
Kapolri Baru Suyudi Lantik 27 Pejabat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kapolri Baru Suyudi Lantik 27 Pejabat matter?
Kapolri Baru Suyudi Lantik 27 Pejabat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
