Bos Blueray Kenal Pejabat Bea Cukai: Hubungan John Field dengan Pejabat Bea Cukai Terungkap di Pengadilan Kabarberita911.com – Persidangan kasus dugaan
Hubungan John Field dengan Pejabat Bea Cukai Terungkap di Pengadilan
Kabarberita911.com – Persidangan kasus dugaan suap importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Dalam sidang tersebut, John Field hadir sebagai saksi yang merupakan pemilik PT Blueray Cargo (Group). Ia mengakui telah mengenal Terdakwa Rizal, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan di instansi tersebut.
Koneksi antara John Field dan Rizal diketahui melalui perantaraan Nyoman Adhi Suryadnyana, seorang Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebelumnya, Nyoman pernah memimpin Kantor – KPPBC TMP C Manado pada tahun 2017 serta menjadi Kepala Kantor – KPPBC TMP C Ternate di tahun 2016.
Pendalaman Keterangan Saksi
Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Nomor 73 milik John Field. Jaksa Takdir Suhan meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai peran Nyoman Adhi dalam memperkenalkan kedua pihak tersebut.
“Setelah saya ingat kembali, yang memperkenalkan saya dengan Rizal adalah Nyoman yang saat ini sebagai anggota BPK RI,” demikian kutipan dari pernyataan John Field dalam BAP tersebut.
Menurut catatan BAP, Nyoman Adhi sempat memberikan saran kepada John Field agar menghubungi Rizal. Setelah menerima rekomendasi tersebut, keduanya kemudian mengadakan pertemuan di sebuah restoran yang berlokasi di kawasan Jakarta Utara.
Jaksa Takdir Suhan menegaskan kembali keterangan saksi karena sebelumnya John Field sering mengaku lupa. Untuk membantu mengingat, jaksa membacakan kembali isi BAP dan meminta konfirmasi dari saksi.
“Demikian ya, ini penegasan,” ujar jaksa. “Iya,” jawab John Field dengan tegas.
Identifikasi Melalui Foto
Dalam upaya membuka kembali ingatan John Field, jaksa menampilkan foto Nyoman Adhi di ruang sidang. Langkah ini diambil karena nama Nyoman telah disebutkan berulang kali dan perlu dipastikan tidak tertukar dengan orang lain.
“Karena nama Nyoman ini diulang-ulang, sudah muncul juga, supaya jangan nama Nyoman ini identik dengan yang lain-lain. Kami izin majelis tampilkan,” penjelasan jaksa kepada majelis hakim.
John Field membenarkan bahwa salah satu sosok dalam foto tersebut memang Nyoman Adhi. Jaksa kemudian menunjuk sosok yang mengenakan kemeja dan menegaskan identitasnya.
“Baik. Bapak yang menggunakan kemeja ya. Kami tegaskan namanya pak Nyoman Adhi,” kata jaksa. “Yang saya tahu Pak Nyoman,” sahut John Field. “Pak Nyoman, tapi wajahnya ini, betul?” tanya jaksa mempertegas. “Betul,” ucap John Field singkat.
John Field menjelaskan bahwa ia telah mengenal Nyoman sejak sang tokoh masih bertugas di Bea dan Cukai. Kini, Nyoman telah pindah ke BPK dan tidak lagi berkarier di instansi bea cukai.
Status Hukum dan Rincian Suap
John Field telah dinyatakan sebagai terpidana dalam perkara ini. Ia bersama dua bawahannya di PT Blueray Cargo (Group), yaitu Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri, telah mendapatkan putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Mereka dituduh sebagai pemberi suap senilai Rp63,5 miliar kepada Rizal beserta rekannya.
Rincian suap tersebut mencakup uang tunai sebesar Rp61.743.597.000,00 (Rp61,7 miliar) dalam bentuk dolar Singapura, serta fasilitas hiburan dan barang mewah bernilai Rp1.846.221.515,00 (Rp1,8 miliar).
Selain dakwaan suap, terdapat juga tuduhan penerimaan gratifikasi. Jumlahnya mencapai Rp7.517.500.000,00 ditambah berbagai mata uang asing, yaitu Sin$314.755, Sin$182.800, HKD4.700, dan RM8.100. Gratifikasi tersebut diterima dari beberapa pihak swasta, termasuk pengusaha importir, sektor rokok, serta pihak lain yang kegiatan usahanya berkaitan dengan Direktorat Penyidikan dan Penindakan Ditjen Bea dan Cukai.
Dalam persidangan hari ini, selain Rizal, juga hadir Terdakwa lain berupa Sisprian Subiaksono yang menjabat sebagai Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan serta Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I. Terdakwa ketiga adalah Orlando Hamonangan.
Related SEO Topics
Frequently Asked Questions
Apa itu Bos Blueray Kenal Pejabat Bea Cukai?
Bos Blueray Kenal Pejabat Bea Cukai adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.
Mengapa Bos Blueray Kenal Pejabat Bea Cukai penting?
Bos Blueray Kenal Pejabat Bea Cukai penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
Bagaimana cara memakai panduan Bos Blueray Kenal Pejabat Bea Cukai ini?
Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

