Babak Baru Challenge Hafalan Al-Qur’an Ditukar Miras: 2 Orang Ditahan
Table of Contents
Penahanan Baru dalam Kasus Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Minuman Keras
Kabarberita911.com – Dua tersangka tambahan telah ditahan oleh kepolisian dalam kasus dugaan pelanggaran terhadap agama dan kepercayaan. Kasus ini bermula dari tantangan hafalan surah Al-Qur’an yang menawarkan hadiah minuman keras di sebuah booth festival musik The Sounds Project. Acara yang diselenggarakan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, akhir pekan lalu menjadi sorotan publik setelah viral di berbagai platform media sosial.
REK yang berposisi sebagai pembawa acara atau MC, serta AK sebagai inisiator tantangan tersebut, kini berada di Rutan Polda Metro Jaya sejak Kamis, 13 Agustus 2026. Keduanya resmi ditangkap pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah proses penanganan perkara dialihkan dari Polres Metro Jakarta Utara.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa REK dan AK telah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya terhitung mulai hari ini.
Sementara itu, proses hukum untuk dua tersangka lainnya masih terus berlangsung. Polisi hingga saat ini belum memutuskan untuk menahan mereka. Kedua tersangka tersebut adalah I yang juga berperan sebagai pembuat tantangan, dan M yang tampil serta melafalkan surah Ad-Dhuha melalui pengeras suara di booth tersebut.
Para tersangka dalam perkara ini menghadapi pasal 300 dan/atau pasal 301 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ketentuan tersebut telah disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Reaksi Penyelenggara dan Pihak Terkait
Video yang merekam momen booth produk minuman keras menggelar tantangan hafalan surah Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol miras menjadi viral di media sosial. Penyelenggara acara, The Sounds Project, melalui akun Instagram resminya menyampaikan sikap tegas terkait insiden tersebut.
Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun.
Pernyataan resmi tersebut juga menegaskan bahwa kejadian sepenuhnya berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali penyelenggara acara. Manajemen Newport melalui Direkturnya, Handoko Sasongko, juga menyampaikan permohonan maaf pada Rabu, 11 Agustus 2026.
Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (09/08), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi.
Handoko Sasongko menjelaskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh manajemen Newport. Ia mengklaim aktivitas itu muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi.
MC yang bertugas di booth Newport, Revnaldo Ega, juga telah meminta maaf secara terbuka melalui akun media sosial Threads yang dimilikinya dengan nama aqueer.
Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung. Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Babak Baru Challenge Hafalan Al Qur?
Babak Baru Challenge Hafalan Al Qur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Babak Baru Challenge Hafalan Al Qur matter?
Babak Baru Challenge Hafalan Al Qur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
