Penyelesaian Kasus Penculikan Jesslyn Wijaya Lay
Kabarberita911.com – Kasus penculikan yang menimpa atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, akhirnya menemukan titik terang. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, para pelaku yang membawa pergi Jesslyn merupakan orang-orang yang ditugaskan langsung oleh ibu kandungnya sendiri. AKBP Roby Heri Saputra, yang menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, mengungkap bahwa insiden ini bermula saat Jesslyn menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat.
“Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh,” ujar Roby di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
Perjalanan Jesslyn Menuju Bangkok
Setelah berhasil dibawa pergi, sang ibu segera membawa Jesslyn terbang ke luar negeri. Rute perjalanan yang dilalui dimulai dari tempat kejadian perkara menuju Semarang, kemudian melanjutkan penerbangan dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, dan akhirnya tiba di Bangkok, Thailand. Jesslyn dalam perjalanan tersebut ditemani oleh ibu dan tantenya.
Menurut keterangan Roby, tindakan penculikan ini dilakukan secara sengaja oleh ibu Jesslyn karena tidak menyetujui hubungan putrinya dengan pacarnya. “Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” kata Roby menjelaskan motif di balik peristiwa tersebut.
Kronologi Kejadian Penculikan
Atlet golf putri ini diculik pada Senin malam (13/7) sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, menceritakan bahwa sesaat sebelum acara perayaan ulang tahun dimulai, Jesslyn secara tiba-tiba ditutup matanya dan langsung diangkat oleh dua laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.
“Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/7).
Kendaraan tersebut kemudian meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung. Kasus ini kemudian dilaporkan secara resmi kepada Polres Metro Jakarta Pusat dan teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Status Laporan dan Penyelidikan
Roby menambahkan bahwa pelapor berinisial NA, yang merupakan teman Jesslyn, telah mengajukan pencabutan laporan secara tertulis pada Minggu (19/7). Meskipun demikian, polisi belum menghentikan proses penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini pihak kepolisian masih berupaya menjalin komunikasi langsung dengan Jesslyn. Hal ini penting untuk memastikan apakah kepergiannya itu dilakukan atas kemauan sendiri atau benar-benar merupakan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan awal. “Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” ucap Roby.

