Berita Film

Key Issue: 90 Persen Pelanggan Netflix Indonesia Tetap Pilih Nonton Film Lokal

Key Issue: 90 Persen Pelanggan Netflix Indonesia Tetap Pilih Konten Lokal

Key Issue menjadi perbincangan utama di industri hiburan setelah laporan terbaru menunjukkan bahwa 90 persen pengguna Netflix di Indonesia masih lebih memilih tontonan film lokal dibandingkan konten internasional. Tren ini menegaskan bahwa meskipun Netflix terus mengembangkan katalog global, penonton di Tanah Air tetap menjadikan produksi dalam negeri sebagai pilihan utama. Capaian ini tidak hanya mengukuhkan dominasi konten lokal di platform streaming, tetapi juga meningkatkan visibilitas budaya Indonesia di kancah internasional.

Konten Lokal Mendominasi Penayangan Global

Dalam laporan “The Netflix Effect di Indonesia: Satu Dekade Cerita, Talenta, dan Dampak Kreatif,” disebutkan bahwa sebanyak 35 judul film dan serial Indonesia telah masuk ke daftar Global Top 10 Non-English Netflix hingga Januari 2025. Angka ini menunjukkan bagaimana konten lokal berhasil meraih perhatian internasional, terutama setelah beberapa produksi mendapat respons positif dari penonton global.

“Hingga Januari 2025, 35 judul Indonesia masuk ke Global Top 10 Non-English Netflix, dengan lebih dari 90 persen anggota Netflix di sini tercatat menonton konten lokal sepanjang 2025,”

tulis pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Rabu (13/5).

Konten lokal tidak hanya menjadi favorit di dalam negeri, tetapi juga menciptakan gelombang viral di berbagai negara. Contohnya, film zombie Abadi Nan Jaya (2025) debut di posisi pertama Global Top 10 dengan lebih dari 11 juta penayangan dalam beberapa hari setelah rilis. Film ini menjangkau 75 negara, menegaskan bahwa kekuatan cerita dan estetika lokal mampu menarik minat penonton global. Selain itu, Gadis Kretek (2023) juga meraih peringkat ke-10 dengan 1,6 juta penayangan dalam seminggu, sementara The Shadow Strays (2024) membukukan rekor 85 negara dalam satu minggu setelah diluncurkan.

Kontribusi Netflix pada Ekspor Budaya Indonesia

Key Issue ini tidak hanya terkait preferensi penonton, tetapi juga membuka peluang ekspor budaya melalui media digital. Laporan Netflix menyebutkan bahwa platform tersebut menjadi jembatan bagi kreativitas lokal untuk terkenal di luar negeri. Serial Luka Makan Cinta yang meluncur pada 15 April 2026, misalnya, menempati urutan keenam Global Top 10 dengan 2,4 juta penayangan. Seri ini juga terdaftar di 30 negara, menunjukkan bahwa kisah Indonesia dapat menyentuh audiens yang lebih luas.

Keberhasilan konten lokal di Netflix juga memperkuat peran platform sebagai penyalur industri kreatif. Dengan adanya 90 persen pelanggan yang lebih memilih tontonan dalam negeri, Netflix terus memperluas kerja sama dengan produser lokal untuk menghasilkan karya berkualitas. Faktor seperti alur cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, bahasa yang mudah dipahami, dan nilai budaya menjadi alasan utama kenapa konten ini tetap menarik.

Kebaya janggan dalam Gadis Kretek menjadi salah satu contoh bagaimana penonton tertarik pada detail budaya dalam film. Bahkan, aksesibilitas dan popularitas serial ini mendorong minat wisatawan untuk mengunjungi Museum Kretek di Yogyakarta, serta Museum Kereta Api Ambarawa.

“Serial ini juga memicu berbagai parodi dan reinterpretasi kreatif dari penggemar, yang mengadaptasi adegan-adegan ikonik dengan sentuhan humor,”

lanjut laporan.

Analisis Penonton dan Tren Pasar

Key Issue tentang preferensi konten lokal di Netflix Indonesia juga mencerminkan tren pasar yang lebih luas. Dengan 90 persen pelanggan tetap memilih film nasional, platform tersebut terus meningkatkan investasi dalam produksi lokal. Data menunjukkan bahwa film-film seperti Gadis Kresek dan Gadis Klathak juga mendapat apresiasi tinggi, menegaskan bahwa kekuatan kreativitas Indonesia tidak tergantikan. Dalam konteks kompetisi dengan platform lain, Netflix mengakui bahwa konten lokal menjadi faktor penentu dalam keterlibatan penonton.

Adapun dampak ekonomi dari trend ini, laporan Netflix menyebutkan bahwa minat terhadap film lokal telah meningkatkan pendapatan industri perfilman nasional. Banyak produser dan penulis skenario kini lebih percaya diri menggarap kisah Indonesia, karena terbukti mampu meraih pasar global. Key Issue ini juga menjadi bahan diskusi bagi para pelaku kreatif tentang pentingnya menjaga identitas budaya sambil mengadopsi teknik produksi internasional. Dengan 90 persen pelanggan yang tetap memilih konten lokal, Netflix semakin menjadi mitra strategis bagi pengembangan perfilman nasional.

Dari sisi pengalaman penonton, konten lokal di Netflix memperlihatkan keunikan yang tidak bisa diabaikan.

“Konten lokal mampu membangkitkan percakapan tentang budaya Indonesia di kalangan internasional, bahkan mendorong penonton untuk memahami nilai-nilai sosial dan tradisi yang lebih dalam,”

tulis laporan. Hal ini menunjukkan bahwa Key Issue tentang dominasi konten dalam negeri bukan hanya tentang popularitas, tetapi juga tentang penguasaan budaya dan kearifan lokal melalui media digital.

Sebagai konklusi, Key Issue ini menggarisbawahi pentingnya konten lokal dalam menopang ekosistem hiburan Indonesia. Dengan 90 persen pelanggan yang tetap memilih film Indonesia, platform seperti Netflix semakin menjadi pelaku utama dalam mempromosikan karya-karya nasional ke level global. Tren ini memberikan harapan bagi industri kreatif lokal untuk terus berkembang, sekaligus menjadi bukti bahwa budaya Indonesia memiliki daya tarik yang luar biasa.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260513113631-220-1358170/90-persen-pelanggan-netflix-indonesia-tetap-pilih-nonton-film-lokal

Leave a Comment