Berita Eropa Amerika

What Happened During: Nama Trump Mulai Dicopot dari Kennedy Center

Nama Trump Mulai Dicopot dari Kennedy Center

What Happened During – Penghapusan nama Donald Trump dari Kennedy Center, kompleks seni legendaris di Washington DC, menjadi peristiwa yang menarik perhatian publik setelah putusan Hakim Federal Christopher Cooper bulan lalu. Pada 13 Juni, nama Trump secara resmi diangkat dari papan nama gedung tersebut, menandai akhir dari masa penamaan yang berlangsung selama beberapa bulan. Keputusan ini segera dipublikasikan setelah tenggat waktu 12 Juni, yang memaksa nama Trump dicopot dari kompleks seni tersebut.

Keputusan Hukum dan Konteks Pergantian Nama

Kelompok pengunjuk rasa anti-Trump memulai aksi demonstrasi besar di luar Kennedy Center pada Jumat (12/6), dengan kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam. Badai petir yang muncul mengganggu pekerja konstruksi, sehingga proses dicopotnya nama Trump sempat terhenti sementara. Namun, setelah badai reda, tim kerja mengembalikan nama asli kompleks tersebut, yang sebelumnya diberi nama The John F Kennedy Memorial Center for The Performing Arts.

Penghapusan nama Trump dilakukan setelah putusan Hakim Christopher Cooper yang menyatakan bahwa perubahan nama tersebut ilegal karena hanya Kongres yang berwenang mengubah nama gedung. Sebelumnya, nama Trump diberikan ke kompleks seni tersebut oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 2017 sebagai bentuk penghargaan atas kinerjanya selama masa jabatan.

Proses Penyisipan Nama dan Reaksi Publik

Direktur Eksekutif Kennedy Center, Matt Floca, mengungkapkan bahwa seluruh papan nama di kompleks tersebut, termasuk yang berisi nama Trump, telah diangkat secara resmi pada hari Sabtu (13/6). Ini terjadi satu hari sebelum hari ulang tahun Trump yang ke-80 pada Minggu (14/6), menambah kesan simbolis dari tindakan tersebut.

“Saya terkejut dan sedih melihat semua keputusan yang diambil selama ini, dengan nama Trump dipasang di tempat yang seharusnya menghormati John F. Kennedy,” kata Elise Serbaroli, seorang pengunjuk rasa yang hadir di lokasi. “Ini adalah kemenangan besar bagi keadilan dan kehormatan sejarah.”

Elise Serbaroli, yang berusia 42 tahun, menegaskan bahwa papan nama Trump bukan sekadar simbol, tetapi juga representasi dari pengaruh politik dan budaya yang diberikan kepada institusi tersebut. Sejumlah warga lainnya, seperti Dawn Martin, 65 tahun, menilai perubahan nama ini penting untuk menjaga integritas Kennedy Center sebagai pusat seni yang berdiri sejak 1971.

What Happened During – Peristiwa ini juga menarik perhatian media internasional, termasuk laporan AFP yang menyebutkan bahwa ribuan orang memantau proses dicopotnya nama Trump melalui siaran langsung. Selama pekerjaan berlangsung, pengadilan tinggi menolak banding dari Kennedy Center, sehingga keputusan Hakim Cooper tetap berlaku.

Proses penghapusan nama Trump memicu reaksi beragam dari masyarakat. Ada yang menyambut baik langkah ini sebagai bentuk penghapusan simbol kekuasaan yang dinilai menyimpang, sementara yang lain menganggapnya sebagai tindakan politis yang berlebihan. Namun, keputusan tersebut tetap dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan nama Kennedy Center tetap relevan dengan sejarahnya.

Leave a Comment