Berita E Vehicle

Airbag Xpeng Tak Mengembang Saat Kecelakaan, Ini Penjelasan Produsen

xpeng-x9-1788169384806_169
Foto : Anthony Martinez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Airbag Xpeng X9 Tidak Aktif dalam Kecelakaan Serius, Produsen Jelaskan Ambang Sensor
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Airbag Xpeng X9 Tidak Aktif dalam Kecelakaan Serius, Produsen Jelaskan Ambang Sensor

Kabarberita911.com – Sebuah kecelakaan yang melibatkan Xpeng X9 di China memicu perhatian setelah airbag kendaraan tersebut tidak mengembang, meski mobil mengalami kerusakan berat hingga dinyatakan total loss. Tidak ada korban luka dalam insiden itu, tetapi pemilik kendaraan mempertanyakan sistem keselamatan mobil listrik premium tersebut.

Peristiwa itu dialami seorang pemilik bernama Liu pada 15 Oktober. Saat itu, ia mengemudikan Xpeng X9 sebelum kendaraan menabrak trotoar, kehilangan kendali, lalu menghantam pohon dan tiang listrik di sisi jalan. Mobil kemudian terguling dengan bagian depan mengalami kerusakan parah.

Setelah kendaraan diperiksa, perusahaan asuransi menilai mobil tersebut tidak ekonomis untuk diperbaiki. Kendaraan itu pun direkomendasikan untuk dimusnahkan.

“Untungnya saat kecelakaan hanya kendaraan yang rusak dan tidak ada yang terluka, tetapi airbag tidak mengembang bahkan dalam situasi seperti ini. Ini membuat kami sama sekali tidak merasa aman,” kata Liu.

Penjelasan Xpeng soal sensor benturan

Xpeng menyatakan bahwa sistem airbag tidak bekerja semata-mata karena tingkat kerusakan kendaraan terlihat berat. Aktivasi airbag ditentukan oleh kondisi benturan yang terekam sensor kendaraan, termasuk karakteristik tabrakan pada saat insiden berlangsung.

Dalam responsnya kepada jurnalis, produsen menjelaskan bahwa data kendaraan dan rekaman perjalanan menunjukkan X9 berada pada mode berkendara manual ketika kecelakaan terjadi. Sebelum benturan, pengemudi disebut terus menekan pedal gas dan melakukan putaran setir secara tajam.

“Kendaraan pelanggan tersebut mengalami benturan pada 15 Oktober. Berdasarkan analisis data backend dan video berkendara, saat benturan terjadi kendaraan berada dalam mode berkendara manual, dan sebelum benturan pengemudi terus menginjak pedal gas serta memutar setir secara tajam,” tulis Xpeng membalas email jurnalis.

Perusahaan menegaskan bahwa data yang mereka evaluasi tidak menunjukkan kondisi yang memenuhi ambang pemicu sensor airbag. Artinya, sistem menilai benturan yang terjadi tidak memenuhi parameter teknis untuk mengaktifkan perangkat pengaman tersebut.

“Kecelakaan ini tidak mencapai kondisi pemicu sensor benturan airbag kendaraan. Terkait permintaan pelanggan untuk penilaian oleh pihak ketiga, kami menghormati permintaan tersebut dan akan membantu tindak lanjutnya,” tutur produsen itu lagi.

Kerusakan besar tidak selalu berarti airbag harus mengembang

Kasus ini menyoroti perbedaan antara kerusakan visual kendaraan dan cara kerja sistem keselamatan pasif. Airbag dirancang untuk mengembang dalam skenario tertentu, bukan dalam setiap kecelakaan. Sensor biasanya mempertimbangkan arah benturan, perlambatan kendaraan, kekuatan tumbukan, serta sejumlah parameter lain yang diprogram dalam sistem keselamatan mobil.

Karena itu, kendaraan yang tampak rusak berat belum tentu selalu memicu airbag. Sebaliknya, pada jenis benturan tertentu dengan perlambatan yang sangat tinggi, airbag dapat aktif walaupun kerusakan bodi terlihat tidak sebesar kecelakaan lain. Dalam kasus X9 milik Liu, perbedaan antara tingkat kerusakan kendaraan dan tidak aktifnya airbag menjadi inti keberatan pemilik.

Permintaan pemeriksaan pihak ketiga dapat menjadi langkah penting untuk menilai rangkaian kecelakaan secara lebih menyeluruh. Evaluasi semacam itu dapat mencakup kondisi fisik kendaraan, data yang tersimpan di sistem, arah benturan, hingga fungsi komponen keselamatan setelah insiden terjadi.

Xpeng X9 sebelumnya masuk program recall

Perhatian terhadap Xpeng X9 juga muncul karena model ini sebelumnya tercatat dalam program penarikan kembali di China. Pada Juli, State Administration for Market Regulation atau SAMR menerbitkan pengajuan recall untuk 33.473 unit X9 yang diproduksi dari 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025.

Penarikan tersebut tidak berkaitan dengan sistem airbag. Recall dilakukan karena pegas udara depan pada kendaraan berpotensi mengalami kebocoran secara perlahan ketika digunakan dalam cuaca panas dan lembap.

Sebagai tindak lanjut, Xpeng memperpanjang perlindungan garansi untuk sistem pegas udara depan pada unit yang terdampak. Masa garansi komponen itu menjadi delapan tahun atau hingga 160.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Kasus kecelakaan Liu dan recall sebelumnya merupakan dua persoalan yang berbeda, tetapi keduanya menambah sorotan terhadap kualitas serta keandalan komponen pada X9. Bagi pemilik mobil, sistem keselamatan bukan hanya soal tersedia atau tidaknya fitur, melainkan juga kejelasan bagaimana fitur tersebut merespons kondisi darurat di jalan.

Hingga proses penilaian lanjutan dilakukan, penjelasan Xpeng berfokus pada data sensor yang menyatakan benturan tidak melampaui ambang aktivasi airbag. Sementara itu, pengalaman Liu memperlihatkan bahwa pemahaman pemilik terhadap karakter kerja airbag menjadi penting, terutama ketika sebuah kecelakaan menghasilkan kerusakan besar tanpa diikuti pengembangan kantung udara.

Frequently Asked Questions

What is Airbag Xpeng Tak Mengembang Saat Kecelakaan?

Airbag Xpeng Tak Mengembang Saat Kecelakaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Airbag Xpeng Tak Mengembang Saat Kecelakaan matter?

Airbag Xpeng Tak Mengembang Saat Kecelakaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment