Berita Corporate Action

Terminal LPG Pertamina Kantongi Sertifikasi Hijau Pertama di Dunia

Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Pengakuan Global dengan Sertifikasi Hijau
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Pengakuan Global dengan Sertifikasi Hijau

Kabarberita911.com – PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan prestasi dalam perjalanan menuju operasional energi yang lebih berkelanjutan. Melalui PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), Terminal LPG Tanjung Sekong resmi menerima Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari lembaga sertifikasi Bureau Veritas (BV). Prestasi ini menempatkan terminal tersebut sebagai pelopor di Indonesia dan juga di tingkat dunia untuk kategori terminal LPG.

Upacara penyerahan sertifikat berlangsung dalam Closing Ceremony Green Terminal Label Certification yang diselenggarakan di Grand Ballroom PIS pada hari Rabu, tanggal 5 Agustus. Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, menekankan bahwa pencapaian ini merupakan momen krusial bagi Pertamina serta Indonesia dalam meningkatkan standar pengelolaan terminal energi yang lebih ramah lingkungan.

“Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan,” ujar Agung dalam keterangan tertulis pada Jumat (7/8).

Standar Tinggi untuk Fasilitas Berisiko

Pencapaian ini memiliki nilai strategis mengingat standar Green Terminal umumnya diterapkan pada fasilitas dengan tingkat risiko tinggi, khususnya dalam hal penyimpanan dan penanganan LPG. Sebagian besar terminal yang telah berhasil memperoleh sertifikasi GTLC sebelumnya adalah pelabuhan umum atau terminal peti kemas, bukan terminal LPG.

Menurut Agung, sertifikasi ini juga mencerminkan kemampuan Pertamina dalam menyelaraskan keandalan operasional dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Terminal Tanjung Sekong dinilai telah mengimplementasikan sistem operasional yang komprehensif, meliputi aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan kerja, serta komitmen pengurangan emisi karbon.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong tidak hanya beroperasi secara andal, tetapi juga telah menerapkan sistem operasional berkelanjutan yang mencakup aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, hingga komitmen terhadap pengurangan emisi karbon,” papar Agung.

Integrasi Energi Terbarukan dan Hidrogen Hijau

Salah satu pengembangan signifikan dalam program Green Terminal Tanjung Sekong adalah integrasi energi terbarukan melalui pemanfaatan energi surya dan rencana penggunaan hidrogen hijau. Pertamina saat ini tengah mengembangkan fasilitas produksi hidrogen hijau berbasis panas bumi melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk di Ulubelu, Lampung.

Fasilitas tersebut dirancang dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 100 kilogram per hari menggunakan teknologi elektrolisis Anion Exchange Membrane (AEM). Hidrogen yang dihasilkan rencananya akan dimanfaatkan di Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai bagian dari ekosistem hidrogen Pertamina yang mencakup rantai nilai dari hulu hingga hilir.

Integrasi energi dari sumber hidrogen hijau ini bertujuan untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam memenuhi kebutuhan listrik terminal. Agung menambahkan bahwa penerapan standar Green Terminal pada fasilitas penyimpanan dan penanganan LPG ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan terminal minyak, gas, LNG, dan LPG lainnya di lingkungan Pertamina Group.

Target Ekspansi dan Kapasitas Terminal

Pertamina menargetkan enam fasilitas terminalnya untuk turut memperoleh Green Terminal Label. Beberapa fasilitas yang menjadi sasaran antara lain Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.

“Kami ingin mereplikasi konsep Green Terminal ini ke terminal-terminal lainnya sehingga semakin banyak fasilitas Pertamina yang beroperasi dengan prinsip keberlanjutan,” imbuhnya.

Agung juga menyoroti bahwa posisi Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi dari hulu hingga hilir menjadi modal utama dalam mempercepat transisi energi. Menurutnya, keunikan ini menjadi nilai tambah agar target keberlanjutan dapat dicapai melalui kolaborasi antarperusahaan.

Sebagai informasi, Terminal LPG Tanjung Sekong berlokasi di Cilegon, Banten, dan berfungsi sebagai pusat energi strategis yang mendukung penerimaan, penyimpanan, serta distribusi LPG bagi masyarakat dan industri. Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 metrik ton atau 196.000 meter kubik, yang setara dengan 35-40 persen kebutuhan LPG nasional.

Fasilitas jetty di terminal ini mampu melayani kapal dengan kapasitas sekitar 3.500 hingga 65.000 DWT (deadweight tonnage). Proses sertifikasi dimulai sejak kick-off pada 11 Februari 2026, dilanjutkan dengan gap assessment and refreshment workshop, audit awal, hingga audit final pada Juli 2026. Hasil audit final menunjukkan Terminal LPG Tanjung Sekong meraih skor 78,86 persen, sehingga memperoleh predikat bintang 2 dari maksimal bintang 3.

Agung menyebut hasil ini membuktikan bahwa terminal tersebut telah berhasil mengintegrasikan berbagai aspek keberlanjutan dalam operasionalnya, sekaligus membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut di masa depan.

Frequently Asked Questions

What is Terminal LPG Pertamina Kantongi Sertifikasi Hijau?

Terminal LPG Pertamina Kantongi Sertifikasi Hijau is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Terminal LPG Pertamina Kantongi Sertifikasi Hijau matter?

Terminal LPG Pertamina Kantongi Sertifikasi Hijau matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment