Berita Corporate Action

Pinhome Catat Pasar Properti Tetap Stabil di Tengah Berbagai Tekanan

Pinhome Catat Pasar Properti Tetap Stabil di Tengah Berbagai Tekanan

Pinhome Catat Pasar Properti Tetap Stabil – Dalam kondisi pasar properti yang terus berubah di tengah berbagai tantangan eksternal, Pinhome tercatat memantau stabilitas pasar properti Indonesia. Meski menghadapi tekanan dari faktor ekonomi global, perubahan musiman, dan pergeseran kebutuhan konsumen, analisis Pinhome menunjukkan bahwa pasar properti tetap menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Menurut data Pinhome Home Sell Index (PHSI), harga jual properti nasional hanya mengalami penurunan minimal, yakni sekitar 0,1 persen baik secara kuartalan maupun tahunan, pada kuartal pertama tahun ini.

Kinerja Segmen Rumah Tipe Beragam di Kuartal Pertama 2026

Stabilitas pasar properti di kuartal pertama 2026 tidak merata di seluruh segmen. Rumah tipe kecil dan menengah, terutama tipe ≤54, menjadi penopang utama. Segmen ini mencatat peningkatan sebesar 0,3 persen secara kuartalan dan 1 persen tahunan, menggambarkan permintaan yang tetap aktif. Sementara tipe 121-200 mengalami kenaikan lebih tinggi, yaitu 0,5 persen dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan adanya kepercayaan pasar pada properti dengan ukuran menengah.

Di sisi lain, rumah tipe besar (≥201) mengalami penurunan harga sebesar 0,5 persen secara kuartalan dan 0,7 persen tahunan. Penurunan ini terjadi karena faktor-faktor seperti ketegangan geopolitik yang memengaruhi investor, serta dampak cuaca ekstrem yang mengurangi aktivitas pembelian. Namun, meski ada tekanan, Pinhome masih mencatat bahwa pasar properti tetap stabil, terutama di sektor hunian dasar yang terus dipenuhi oleh masyarakat.

Kondisi Regional Pasar Properti di Tengah Tekanan Eksternal

Stabilitas pasar properti juga terlihat di berbagai wilayah. Di Jakarta, fluktuasi harga terjadi secara regional. Wilayah seperti Jakarta Barat mengalami koreksi hingga -3% untuk tipe ≤54, terutama di area Cengkareng dan Kembangan, akibat dampak banjir yang mengganggu aktivitas konsumen. Sebaliknya, Jakarta Timur menunjukkan peningkatan harga, khususnya di Ciracas, yang mengalami kenaikan 3% untuk tipe 121-200.

Kawasan Jakarta Pusat mengalami tekanan di hampir semua segmen. Tipe ≤54 di Johar Baru turun 3%, sedangkan tipe ≥201 di Kemayoran mengalami koreksi 3%. Penurunan ini didorong oleh gangguan aksesibilitas akibat cuaca ekstrem dan keterbatasan aksesibilitas infrastruktur. Meski demikian, Pinhome mencatat bahwa pasar properti tetap stabil, dengan permintaan hunian dasar yang masih cukup tinggi.

Perkembangan Daerah Lain dan Faktor Pendorong

Dalam beberapa wilayah, pasar properti menunjukkan dinamika yang lebih positif. Bodetabek dan Banten mencatat pergerakan harga yang konsisten, dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang masing-masing mengalami kenaikan 4% untuk tipe 121-200. Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang juga tumbuh 3% secara kuartalan, menunjukkan adanya peningkatan permintaan.

Sementara di luar Jabodetabek, beberapa kota menunjukkan kinerja beragam. Di Jawa Barat, Kota Cimahi mengalami peningkatan 3% untuk tipe ≥201 berkat pembangunan infrastruktur transportasi KA Feeder Whoosh. Di Kalimantan, Pontianak, Samarinda, dan Balikpapan mengalami koreksi, meski Pontianak menunjukkan pertumbuhan 2% untuk tipe 121-200 akibat proyek waterfront city yang sedang berkembang. Pinhome Catat Pasar Properti Tetap Stabil di tengah berbagai tekanan ini menegaskan bahwa ketersediaan properti dengan berbagai ukuran masih mendorong aktivitas pasar.

Pertumbuhan Pasar Sewa dan Perbandingan Segmen

Pasaran sewa properti mencatat pertumbuhan yang konsisten, bahkan di tengah Ramadan dan Lebaran. Segmen tipe 55-120 mengalami kenaikan 0,8%, sementara tipe ≤54 juga meningkat 0,7%. Pertumbuhan terkuat terjadi pada segmen keluarga, dengan tipe 55-120 tumbuh 2,6% dan tipe ≥201 naik 2,3%. Pinhome Catat Pasar Properti Tetap Stabil di sektor ini, dengan permintaan hunian menengah dan besar yang tetap kuat.

Beberapa kota seperti Surabaya di Jawa Timur mencatat kenaikan harga sewa 2% untuk tipe ≤54, berkat akses jalan baru yang meningkatkan kenyamanan penghuni. Di Malang, tipe ≥201 mengalami kenaikan 2% karena keberadaan mahasiswa yang menjadi faktor pendorong permintaan. Meski Denpasar mengalami penurunan -2% untuk tipe ≤54 akibat kejenuhan pasar, Pinhome Catat Pasar Properti Tetap Stabil karena segmen hunian menengah dan besar masih menunjukkan kekuatan permintaan.

Analisis dan Perspektif Pasar Properti di Tahun 2026

Dengan mempertimbangkan perubahan musiman dan tekanan eksternal, Pinhome Catat Pasar Properti Tetap Stabil di tengah tantangan. Dinamika ini menunjukkan bahwa meski ada faktor seperti kenaikan bunga dan inflasi, kebutuhan hunian dasar masih menjadi penopang utama. Jika dilihat dari tren tahunan, pertumbuhan pasar properti terus berjalan, meski laju kecepatannya melambat dibandingkan periode sebelumnya.

Dayu Dara Permata, CEO Founder Pinhome, mengungkapkan bahwa penstabilan pasar properti di tengah berbagai tekanan adalah bukti ketahanan sektor ini. “Segmen rumah kecil dan menengah menjadi penopang pertumbuhan pasar, didorong oleh keterjangkauan dan kebutuhan hunian dasar yang menjaga permintaan tetap stabil,” kata Dara dalam keterangan tertulis. Pinhome Catat Pasar Properti Tetap Stabil

Leave a Comment