Berita Corporate Action

Main Agenda: Smart Lab 2.0 ParagonCorp: Menuju R&D Berbasis AI, Adaptif & Berdampak

Smart Lab 2.0 ParagonCorp: Fokus pada R&D Berbasis AI Adaptif & Berdampak

Main Agenda: ParagonCorp meluncurkan Smart Lab 2.0, yang menjadi bagian dari transformasi inovatif dalam riset dan pengembangan produk. Perusahaan ini menggabungkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai tahapan R&D, mulai dari formulasi hingga pengelolaan bahan baku. Dalam sesi presentasi bertajuk “AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Discovery & Intelligent Experiment Design” di acara Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV, sebagai Deputy CEO dan Chief R&D Officer, menjelaskan peran AI dalam mempercepat dan mengoptimalkan proses penelitian.

Proses R&D Bertahap dan Inovasi Berkelanjutan

Perjalanan ParagonCorp dalam pengembangan R&D mengalami evolusi dari sistem berbasis kertas, ke Smart Lab 1.0 yang mengandalkan platform digital, hingga Smart Lab 2.0 saat ini yang memasukkan AI ke dalam infrastruktur penuh. Dalam Main Agenda ini, perusahaan mengakui bahwa kebutuhan konsumen akan produk yang lebih personal dan presisi semakin meningkat. Dengan penggunaan AI, ParagonCorp mampu membangun sistem yang lebih adaptif, sistematis, dan dapat diukur skalanya, sekaligus memenuhi target inovasi yang berdampak pada industri kosmetik nasional.

Pemanfaatan AI dalam Proses Inovasi

AI menjadi alat utama dalam berbagai lini R&D ParagonCorp, terutama dalam pengembangan shade produk. Sistem AI Color Matching, yang menggabungkan kalibrasi spektrofotometer dan database tinting colorant, mampu menghasilkan formula warna prediktif dengan akurasi di atas 95 persen. Selain itu, AI mendukung pencarian bahan aktif melalui analisis data genom, metabolom, dan mikrobioma kulit, untuk mengidentifikasi kandidat bahan optimal sesuai kebutuhan konsumen. Main Agenda ini tidak hanya fokus pada kecepatan inovasi, tetapi juga pada keakuratan dan relevansi produk.

“Kami tidak lagi berada di tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas sistem R&D yang telah terintegrasi. Tujuannya bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga menciptakan proses riset yang lebih adaptif, sistematis, dan dapat diukur skalanya,” ujar dr. Sari.

Implementasi AI di ParagonCorp juga memungkinkan perusahaan menghadirkan inovasi yang lebih inklusif. Dengan membangun dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia, perusahaan mampu mengembangkan shade produk yang lebih mewakili keragaman konsumen lokal, mulai dari cushion hingga foundation. Main Agenda ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan selaras dengan preferensi dan karakteristik biologis kulit masyarakat Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan.

AI sebagai Asisten, Bukan Pengganti

ParagonCorp menegaskan bahwa teknologi adalah sarana, bukan tujuan akhir, dalam memberikan nilai tambah bagi konsumen dan industri. AI ditempatkan sebagai asisten yang mempercepat proses, tetapi tidak menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan ilmiah. “AI adalah co-pilot, bukan autopilot. Meski membantu mempercepat pengembangan, sentuhan manusia tetap menjadi penentu utama dalam menjamin inovasi yang bertanggung jawab,” kata dr. Sari.

Transformasi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi, tetapi juga pada keberlanjutan. Dengan mengurangi sampah dalam proses produksi dan meningkatkan efisiensi inovasi, ParagonCorp berkomitmen untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Main Agenda yang diusung perusahaan ini mencakup berbagai aspek, termasuk penggunaan AI untuk mendukung pengembangan yang lebih berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan pasar yang semakin berubah.

Komitmen untuk Inovasi yang Berdampak

Dalam Main Agenda ini, ParagonCorp menjadikan Smart Lab 2.0 sebagai bukti komitmen terhadap evolusi riset yang lebih adaptif dan berdampak. Partisipasi perusahaan di ICI 2026 tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi, tetapi juga keinginan untuk berkontribusi pada perluasan industri kosmetik Indonesia. AI diintegrasikan untuk memastikan bahwa setiap produk yang dikembangkan memiliki dampak nyata, baik secara klinis maupun secara sosial.

Leave a Comment