Berita Timur Tengah

Topics Covered: Netanyahu Mau Militer Israel Mandiri, Kurangi Dukungan AS hingga Nihil

Topics Covered: Netanyahu Ingin Militer Israel Mandiri, Kurangi Dukungan AS hingga Nihil

Langkah Strategis dalam Kebijakan Pertahanan

Topics Covered – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan rencana untuk mengurangi ketergantungan militer negara itu pada bantuan Amerika Serikat (AS) secara signifikan, bahkan hingga nihil, dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan ini diungkapkan dalam wawancara dengan CBS News, khususnya program “60 Minutes,” yang tayang Senin (11/5). Tujuan utamanya adalah memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara Teluk sambil meredam tekanan internasional terhadap kebijakan militer Israel.

“Saya ingin mengurangi dukungan keuangan AS hingga nol, termasuk komponen keuangan dalam kerja sama pertahanan yang kita miliki,” ujar Netanyahu, seperti yang dilaporkan Arab News. “Ini adalah langkah untuk memastikan independensi militer Israel,” tambahnya.

Anggaran Militer AS dan Pemotongan

Israel selama ini bergantung pada bantuan militer AS yang mencapai sekitar US$3,8 miliar per tahun, total US$38 miliar dari 2018 hingga 2028. Namun, Netanyahu menekankan bahwa bantuan ini bisa dipangkas dalam masa depan, terutama jika pemerintah AS tidak lagi mendukung kebijakan militer Israel. Ia menuding bahwa AS bisa menjadi “pemotong anggaran” yang mengurangi ketergantungan politik dan keuangan negara itu.

“Saya tidak ingin menunggu kongres berikutnya. Saya ingin memulai rencana ini sekarang, sebelum ada perubahan kebijakan besar,” tutur Netanyahu. “Dukungan AS bisa diganti dengan pendanaan lain, baik dari dalam maupun luar negeri.”

Kritik di AS dan Perubahan Opini Publik

Keputusan Netanyahu untuk menekan bantuan AS menuai kritik dari sebagian pihak di negara itu. Survei Pew Research yang dilakukan pada Maret menunjukkan bahwa 60 persen warga AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel, sementara 59 persen tidak percaya pada Netanyahu untuk melakukan tindakan benar dalam isu global. Tren ini semakin meningkat sejak agresi Israel ke Jalur Gaza pada Oktober 2023, yang memicu perdebatan internasional.

Dampak Media Sosial terhadap Dukungan Luar Negeri

Netanyahu menyebutkan bahwa perubahan opini publik di AS berkorelasi hampir 100 persen dengan isu yang disebarkan melalui media sosial. Ia menuding bahwa beberapa negara, termasuk Iran, secara aktif memanipulasi platform digital untuk memperkuat kritik terhadap Israel. Meski demikian, PM Israel itu tidak sepenuhnya percaya pada sistem sensor yang digunakan.

“Media sosial adalah alat yang sangat efektif untuk menyebar informasi, tetapi juga bisa dipakai untuk menyebarkan kebohongan,” kata Netanyahu. “Saya ingin memastikan bahwa kita tidak lagi diatur oleh narasi luar negeri yang bisa mengubah perspektif masyarakat.”

Strategi Pertahanan dan Dukungan Internasional

Keputusan Netanyahu untuk memperkecil ketergantungan pada AS bertujuan mengamankan independensi militer Israel di tengah perang dagang geopolitik yang berlangsung. Selain itu, ia juga berharap mengurangi tekanan dari negara-negara seperti Mesir dan Arab Saudi yang mempermasalahkan kebijakan militer Israel. Dukungan luar negeri, menurutnya, bisa dipertahankan melalui aliansi strategis dan hubungan bilateral yang lebih kuat.

Konteks Iran dan Jalur Serangan Teroris

Dalam wawancara tersebut, Netanyahu juga menyoroti ancaman dari Iran. Ia menyatakan bahwa jika pemerintahan Iran melemah atau berubah, maka jaringan teroris seperti Hizbullah, Hamas, dan Houthi akan mengalami kehancuran besar. “Pemimpin baru Iran bisa memengaruhi dinamika di Timur Tengah, tetapi saya yakin ini akan berujung pada keberhasilan militer Israel,” ujarnya.

“Apakah kita bisa menggulingkan rezim Iran? Ya, itu mungkin. Tapi apakah bisa dijamin? Tidak, karena kita membutuhkan waktu dan kekonsistenan dalam strategi,” tambah Netanyahu. “Saya percaya bahwa independensi militer Israel akan memperkuat posisi kita di panggung internasional.”

Topics Covered – Langkah ini menunjukkan ambisi Netanyahu untuk mengurangi ketergantungan pada AS, sekaligus menunjukkan keberanian dalam menghadapi kritik global. Meski terdapat risiko tekanan dari negara-negara Teluk, ia percaya bahwa dengan dana pribadi dan kerja sama dengan negara-negara lain, Israel bisa mempertahankan kekuatan militer yang optimal. Rencana ini akan menjadi fokus utama dalam agenda kebijakan luar negeri Netanyahu selama masa jabatannya.

Leave a Comment