Berita Bisnis

Mendag Pede Transaksi Trade Expo RI Tahun Ini Tembus Target Rp313 T

mendag-pede-harga-pangan-terkendali-hingga-akhir-tahun-1791979468184_169
Foto : Anthony Martinez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Transaksi Hari Pertama TEI 2026 Sudah Capai US$13,2 Miliar
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Transaksi Hari Pertama TEI 2026 Sudah Capai US$13,2 Miliar

Kabarberita911.com – Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 membuka peluang perdagangan yang besar bagi eksportir nasional. Pada hari pertama penyelenggaraan, tercatat 168 kontrak dagang dan nota kesepahaman senilai US$13,2 miliar, setara sekitar Rp236,64 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp17.930 per dolar AS.

Capaian awal tersebut mendekatkan pameran dagang tahunan ini pada sasaran total transaksi US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,77 triliun. TEI ke-41 berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 14 hingga 18 Oktober 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan keyakinannya bahwa target lima hari pameran dapat dipenuhi. Nilai yang tercatat pada pembukaan acara masih berasal dari dokumen kerja sama yang ditandatangani antara eksportir Indonesia dan pembeli dari berbagai negara.

“Target kita total transaksi selama lima hari ini US$17,5 miliar. Saya yakin pasti tercapai karena pada hari pertama pun sudah dapat transaksi yang cukup bagus,” ujar Budi dalam acara TEI ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10).

Potensi Transaksi Masih Terbuka

Nilai US$13,2 miliar itu belum mencerminkan seluruh peluang bisnis yang muncul sepanjang pameran. Pertemuan antara peserta dan calon pembeli masih berlangsung hingga hari terakhir, sehingga pemerintah terus mendorong lahirnya kesepakatan tambahan.

TEI menjadi ruang pertemuan bagi produsen lokal, eksportir, importir, distributor, serta mitra dagang dari berbagai kawasan. Kesepakatan yang terjalin dalam bentuk kontrak ataupun nota kesepahaman dapat membuka jalan bagi pengiriman produk Indonesia ke pasar baru, sekaligus memperkuat hubungan dengan pembeli yang telah ada.

Pameran tahun ini mencatat 16.885 calon pembeli terdaftar. Dari jumlah itu, 8.092 calon pembeli berasal dari luar negeri dan mewakili 134 negara. Penyelenggara menargetkan keterlibatan 1.873 peserta pameran serta kunjungan sebanyak 30 ribu orang.

Besarnya jumlah calon pembeli asing memberi peserta kesempatan untuk mengenalkan produk secara langsung, membahas kebutuhan pasar, serta menjajaki kerja sama jangka panjang. Bagi perusahaan yang telah siap ekspor, forum seperti TEI juga dapat menjadi sarana memperluas jaringan distribusi internasional.

UMKM Didorong Memanfaatkan Kanal Digital

Selain perusahaan besar dan eksportir mapan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu kelompok yang didorong aktif memanfaatkan pameran tersebut. Sejumlah peserta UMKM telah memperoleh transaksi selama penyelenggaraan acara.

Pemerintah menyiapkan fasilitas business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli yang relevan. Pendekatan ini diharapkan membantu UMKM menemukan mitra dagang, khususnya ketika mereka belum memiliki jaringan ekspor yang luas.

Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Meta Indonesia, juga dimanfaatkan untuk memperkuat pemasaran produk melalui teknologi digital. Pemanfaatan kanal digital dinilai penting karena proses pencarian dan penemuan produk semakin banyak berlangsung melalui platform daring.

“Era sekarang adalah era digital. Bapak dan Ibu (pelaku UMKM) harus bisa memanfaatkan ini dengan baik. Sekarang eranya discovery commerce, sehingga produk Bapak dan Ibu bisa ditemukan konsumen,” ujar Budi.

Discovery commerce menggambarkan pola belanja ketika konsumen menemukan produk melalui konten, rekomendasi, atau aktivitas digital, bukan semata-mata melalui pencarian langsung. Dalam konteks UMKM, kehadiran digital dapat membantu produk lebih mudah terlihat oleh calon pelanggan yang sebelumnya belum mengenal merek tersebut.

Namun, peluang digital tetap perlu diikuti kesiapan usaha, termasuk kemampuan memenuhi permintaan, menjaga mutu, serta menyediakan informasi produk yang jelas. Pertemuan bisnis di TEI dapat membantu pelaku UMKM memahami kebutuhan calon pembeli dan arah pasar yang ingin mereka sasar.

Pasar Dalam Negeri Tetap Menjadi Sasaran

Pengembangan UMKM tidak hanya diarahkan ke pasar ekspor. Pemerintah juga membuka kesempatan perluasan penjualan domestik melalui kemitraan dengan ritel modern, minimarket, dan bentuk kerja sama lainnya.

“Kita mengejar pasar ekspor dan dalam negeri. Di dalam negeri, kita juga punya pola kemitraan dengan ritel modern, minimarket, atau bentuk kemitraan lainnya. Sehingga Bapak dan Ibu mempunyai kesempatan yang besar untuk masuk ke pasar domestik,” ujar Budi.

Jalur kemitraan tersebut dapat memberi akses produk UMKM ke lebih banyak konsumen di berbagai wilayah. Bagi usaha yang masih membangun kapasitas ekspor, penguatan pasar dalam negeri juga menjadi peluang untuk memperluas distribusi dan meningkatkan penjualan.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, meminta nilai transaksi TEI 2026 melampaui target US$17,5 miliar. Ia turut menekankan perlunya penyederhanaan prosedur teknis yang menghambat kegiatan ekspor.

Penyederhanaan prosedur menjadi isu penting bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar internasional. Kemudahan proses dapat membantu produk Indonesia bergerak lebih cepat menuju pembeli di luar negeri, selama tetap memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku di negara tujuan.

Target 2026 Lebih Rendah dari Capaian Tahun Lalu

Sasaran transaksi TEI 2026 berada di bawah realisasi pameran tahun sebelumnya. Pada 2025, pemerintah menetapkan target transaksi lebih dari US$16 miliar, sementara hasil akhirnya mencapai US$22,8 miliar.

Meski demikian, perolehan transaksi pada hari pertama 2026 memberikan modal awal yang kuat untuk mengejar target tahun ini. Dengan masih tersisa beberapa hari pameran, peserta memiliki ruang untuk melanjutkan negosiasi, menandatangani kerja sama baru, dan memperluas peluang dagang bagi produk Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Mendag Pede Transaksi Trade Expo RI Tahun?

Mendag Pede Transaksi Trade Expo RI Tahun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mendag Pede Transaksi Trade Expo RI Tahun matter?

Mendag Pede Transaksi Trade Expo RI Tahun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment