Kata-kata Prabowo soal Dadan BGN, Sedih Copot Orang Kepercayaan
Pernyataan Prabowo Terkait Penyelidikan Korupsi MBG
Special Plan – Setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan resmi di acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition yang diadakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6). Dalam kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan keputusan untuk mengganti posisi Dadan cs adalah langkah yang diambil setelah meninjau laporan penyimpangan di lingkungan BGN yang telah diterima beberapa waktu lalu.
Rasa Sedih Prabowo Saat Mengganti Pemimpin BGN
Prabowo mengakui bahwa ia merasa sedih dan berat hati untuk memutuskan mengganti Dadan, Sony, dan Lodewyk dari jabatannya. Menurutnya, ketiga individu tersebut adalah orang-orang yang selama ini ia percayai untuk menunaikan tugas penting pemerintah. “Saya sebetulnya hari ini sedih. Saya tidak bisa menyembunyikan bahwa saya dalam kondisi yang sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi,” jelas Prabowo dalam pidatonya. Ia menekankan bahwa keputusan ini tidak diambil secara mudah, karena berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
“Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk menyingkirkan Dadan cs berdasarkan pertimbangan yang matang, khususnya kepentingan rakyat. Ia menyatakan bahwa selama ini, Dadan dan rekan-rekannya telah bekerja dengan tanggung jawab, tetapi beberapa kali laporan korupsi mengemuka, sehingga pihaknya memutuskan untuk mengambil tindakan tegas. “Keputusan mencopot Dadan cs diambil setelah mempertimbangkan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” tambahnya.
Proses Verifikasi dan Penegakan Hukum
Prabowo menjelaskan bahwa setelah menerima laporan tentang dugaan penyimpangan di lingkungan BGN, ia meminta verifikasi dari lembaga-lembaga negara seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya waktu dapat laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan kepala PPATK, tolong saya dapat laporan tentang BGN ini,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa verifikasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua indikasi korupsi benar-benar terbukti sebelum memutuskan untuk mencopot ketiganya.
Pesan dari Almarhum Ayah Prabowo
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyebutkan pengaruh dari pesan almarhum ayahnya, ekonom Sumitro Djojohadikusumo. Ia mengingatkan bahwa keputusan untuk mengganti kepala BGN bukan hanya berdasarkan fakta, tetapi juga semangat dari pesan yang diberikan oleh orang tua tercinta. “Yang jelas, mengganti mereka tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata almarhum ayahanda saya, Prof Sumitro, pernah mengatakan, ‘Prabowo kalau satu saat dalam bingung, keadaan ragu, ingat! Berpihaklah selalu kepada rakyatmu’,” tutur Prabowo. Pesan ini, menurutnya, menjadi dasar bagi langkah tegas yang diambil.
“Saya katakan berat bagi saya [mencopot Dadan dkk], waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang [bintang kehormatan], saya kasih pangkat,” ucap Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya merasa berat saat menandatangani keputusan pergantian pimpinan BGN tersebut. Ia menyebutkan bahwa keputusan ini tidak hanya menyangkut reputasi BGN, tetapi juga kepercayaan publik terhadap program prioritas pemerintah. “Saya tidak mau NKRI dilecehkan, saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati,” imbuhnya.
Ancaman Kepada Mitra MBG
Di sisi lain, Prabowo memberikan peringatan keras kepada seluruh mitra pelaksana MBG. Ia mengatakan bahwa negara memiliki sistem pengawasan dan penegakan hukum yang cukup kuat untuk menindak siapa pun yang mencoba menyalahgunakan program tersebut. “Kalau saudara merasa saudara bisa lebih pintar dari NKRI, ya coba aja,” tegas Prabowo. Ia meminta para mitra untuk kembali ke jalur yang benar dan menjalankan tugas dengan integritas.
Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu dalam memperkuat peran lembaga pengawas dan aparat penegak hukum. “BPKP, KPK semua, penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau uang rakyat dicuri dan tidak ada pengecualian,” ujarnya. Ia menekankan bahwa MBG adalah program yang sangat sakral, karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat, terutama anak-anak Indonesia yang membutuhkan.
Penguatan Pengawasan untuk Memastikan Kepatuhan MBG
Prabowo menegaskan bahwa MBG harus tetap berjalan untuk kepentingan masyarakat, dan tidak boleh menjadi sarana bagi segelintir pihak untuk memperkaya diri sendiri. “Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi,” jelas Prabowo. Ia menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga integritas program ini karena berdampak pada masa depan jutaan warga.
Dalam kesimpulannya, Prabowo menekankan bahwa pemerintah akan terus mengawasi pelaksanaan MBG dan tidak akan membiarkan penyimpangan terjadi. “Saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati,” pungkasnya. Ia meminta kepada seluruh pihak, termasuk orang-orang yang pernah dipercayai, untuk menjalankan amanah dengan baik dan tanpa mengorbankan kepercayaan masyarakat.
Keputusan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagaimana pemerintah bersedia mengambil tindakan tegas meskipun harus mengorbankan orang-orang yang dekat. Prabowo yakin bahwa dengan penguatan pengawasan, MBG bisa menjadi program yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat, bukan hanya untuk keuntungan pribadi.
Sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah korupsi, Prabowo menyatakan bahwa semua lembaga yang terlibat dalam program MBG akan diawasi secara ketat. “Saya tidak ragu memperkuat peran BPKP, KPK, dan lembaga lain. Karena itu, saya akan memastikan bahwa tidak ada toleransi terhadap penyimpangan,” katanya. Dengan cara ini, Prabowo berharap MBG bisa menjadi program yang menjadi kebanggaan bagi bangsa, bukan penyebab kekecewaan.
