Kemdikdasmen Evaluasi Penambahan Mata Pelajaran TKA, IPA, dan Bahasa Inggris
Topics Covered – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang mengkaji perubahan dalam penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pembaruan ini mencakup penyederhanaan prosedur tes, penguatan infrastruktur pendukung di sekolah, serta penambahan mata pelajaran seperti IPA dan Bahasa Inggris dalam kerangka soal. Topics Covered juga mencakup evaluasi kinerja tes dari berbagai daerah dan rencana penyesuaian durasi serta jumlah gelombang pelaksanaan.
Penyederhanaan dan Penguatan Infrastruktur TKA
Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta Pusat, Selasa (19/5), Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin menjelaskan bahwa pihaknya menerima masukan dari pemerintah daerah terkait pelaksanaan TKA. Topics Covered dari evaluasi ini menunjukkan kebutuhan untuk memperbaiki proses tes, termasuk penyesuaian durasi yang dinilai terlalu panjang oleh beberapa sekolah. Menurut Toni, tes TKA yang diadakan dalam empat gelombang selama dua minggu telah memberikan catatan evaluasi yang signifikan, terutama dalam efisiensi waktu dan konsistensi pengelolaan.
“Berdasarkan hasil pelaksanaan TKA tahun 2026, terdapat beberapa catatan evaluasi yang menjadi perhatian untuk perbaikan berikutnya. Masukan yang paling banyak disampaikan daerah berkaitan dengan durasi pelaksanaan,” kata Toni.
Penambahan Mata Pelajaran dan Rencana Pengembangan
Sebagai bagian dari Topics Covered, Kemendikdasmen juga sedang mempertimbangkan penambahan mata pelajaran tertentu dalam TKA. Rencananya, IPA dan Bahasa Inggris akan menjadi fokus pengembangan soal secara bertahap. Toni menegaskan bahwa keputusan ini tidak hanya didasarkan pada kebutuhan kurikulum nasional, tetapi juga atas permintaan daerah yang ingin memperkuat aspek kognitif siswa di bidang tersebut. Topics Covered ini juga mencakup evaluasi terhadap sistem penilaian sebelumnya untuk memastikan kualitas soal tetap terjaga.
“Kami menyiapkan beberapa langkah tindak lanjut, antara lain penyederhanaan pelaksanaan menjadi dua gelombang per jenjang disertai penguatan infrastruktur pelaksanaan di sekolah,” ujarnya.
Pengembangan soal untuk mata pelajaran baru seperti IPA dan Bahasa Inggris dijelaskan Toni akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan adaptasi yang baik di seluruh tingkat pendidikan. Topics Covered dalam evaluasi ini meliputi keterlibatan daerah dalam proses penyusunan soal, meski untuk tahun 2027, penambahan mapel baru belum melibatkan masukan dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota. “Penambahan mata pelajaran baru di tahun 2027 belum melibatkan soal daerah. Apabila dilaksanakan di tahun 2027, maka seluruh soal mapel baru berasal dari pusat,” tambah Toni.
Sebagai bagian dari Topics Covered, Kemendikdasmen juga memprioritaskan penguatan kurikulum nasional untuk memastikan keselarasan standar pendidikan di seluruh Indonesia. Rencana penambahan mata pelajaran mencakup penyesuaian kriteria penilaian dan integrasi ke dalam sistem penjurusan siswa. Toni menyebutkan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan siswa memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
“Kami percaya bahwa perubahan ini akan membawa dampak positif bagi siswa, terutama dalam memperkuat kemampuan analitis dan komunikasi. Topics Covered dalam TKA juga mencakup upaya untuk menyelaraskan kurikulum dengan kurikulum tingkat atas,” tambahnya.
Penambahan mata pelajaran dalam TKA, terutama IPA dan Bahasa Inggris, dinilai sebagai salah satu Topics Covered yang penting untuk mengakomodasi kebutuhan pembelajaran abad ini. Toni menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam terhadap perubahan ini, termasuk analisis dampak terhadap pengelolaan sekolah dan ketersediaan sumber daya guru. Topics Covered juga mencakup pertimbangan akan penyesuaian kurikulum yang lebih fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan pembelajaran di lapangan.
