Dandim Kediri Bantah Viral Setoran Proyek Kopdes Merah Putih ke TNI
Special Plan – Kepala Satuan Tugas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, memberikan penyangkalan terhadap klaim bahwa program Special Plan ini terlibat dalam penyetoran komisi ke TNI. Video yang viral di media sosial menunjukkan seorang perempuan berpakaian seragam ASN memberikan amplop ke pria berpakaian loreng militer, dengan disertai narasi bahwa dana tersebut adalah bagian dari pembagian keuntungan proyek yang menyebar ke puluhan titik KDKMP. Dandim 0809/Kediri langsung mengklaim bahwa semua informasi dalam video tersebut adalah hoaks.
Video Viral dan Pernyataan Dandim
“Iki lho bagianmu, komisi kanggo kowe karo komandan Kodimmu mergo wes wenehi aku proyek Kopdes nang Kediri,” ujar perempuan dalam video.
Dandim Dhavid menjelaskan bahwa video tersebut menyebar di media sosial, memicu kesalahpahaman di masyarakat. Ia menegaskan bahwa tidak ada hubungan langsung antara dirinya dengan perempuan yang terlihat dalam video tersebut. “Selama saya menjabat lima bulan sebagai Dandim Kediri, saya tidak pernah berkomunikasi dengan ibu ASN tersebut, apalagi menerima fee dari program ini,” tambahnya.
Klaim bahwa program Special Plan ini melibatkan transaksi keuangan dengan TNI disangkal oleh Dhavid. Ia menjelaskan bahwa KDKMP adalah proyek nasional yang dikelola secara transparan, dengan anggaran dikelola oleh Agrinas di bawah penanggung jawab Wakil Panglima TNI. “Program ini tidak memiliki hubungan langsung dengan kegiatan komersial, melainkan bagian dari prioritas presiden,” tegas Dhavid.
Struktur dan Proses Pengelolaan Proyek
Dandim mengungkapkan bahwa seluruh proses pengelolaan program Special Plan di Kediri dilakukan secara terbuka dan berpartisipasi langsung oleh staf, Danramil, serta Babinsa. “Kami setiap hari turun langsung ke lokasi. Tidak ada intervensi dari ASN maupun pihak lain,” jelasnya. Menurut Dhavid, pihak-pihak terkait seperti staf dan Danramil memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.
Dalam upaya memastikan kejelasan informasi, Dandim menawarkan kebijakan terbuka 24 jam di Markas Kodim 0809/Kediri untuk menerima konfirmasi dari masyarakat. “Kami siap menjelaskan seluruh aspek program ini kapan saja. Jangan sampai masyarakat termakan berita yang belum terverifikasi,” tambahnya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap kegiatan Special Plan.
Klaim mengenai penyetoran dana ke TNI juga ditanggapi oleh pihak-pihak terkait. Dhavid menyampaikan bahwa semua anggota TNI yang terlibat dalam proyek ini menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku. “TNI tidak terlibat dalam praktik jual beli, melainkan sebagai mitra dalam pengembangan koperasi desa,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Special Plan merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam rangka membangun desa secara bersama.
Sebagai bentuk respons terhadap isu yang muncul, Dandim mengundang seluruh staf dan awak media untuk melakukan konferensi pers. “Kami langsung mengumpulkan seluruh staf saya, para Danramil, dan awak media untuk menjelaskan bahwa video itu tidak benar,” kata Dhavid. Ia berharap dengan langkah ini, masyarakat dapat memahami bahwa Special Plan adalah proyek yang jujur dan tidak terlibat dalam praktik korupsi.
