Berita Peristiwa

Facing Challenges: Prabowo: Bangsa Kita Sudah Terlalu Lama Dianggap Remeh Bangsa Lain

Prabowo: Bangsa Kita Sudah Terlalu Lama Dianggap Remeh Bangsa Lain

Facing Challenges – Dalam acara peluncuran operasional 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik terhadap persepsi dunia terhadap Indonesia. Ia menyoroti bahwa bangsa ini telah terlalu lama menjadi bahan ejekan bagi negara-negara lain. Menurutnya, keadaan tersebut menciptakan kesan bahwa Indonesia dianggap lemah dan tidak memiliki kepercayaan diri.

Persepsi Negatif yang Mengakar

Prabowo menyatakan bahwa banyak individu dari dalam negeri, termasuk pemimpin, pejabat, tokoh, dan profesional, seringkali merasa rendah hati ketika dibandingkan dengan asing. Hal ini terjadi karena masyarakat cenderung lebih hormat terhadap hal-hal yang berasal dari luar negeri. Ia mencontohkan bagaimana kinerja bangsa sendiri sering diabaikan, sementara pencapaian dari negara lain selalu mendapat perhatian lebih.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa kondisi ini menyebabkan kesan bahwa Indonesia seperti bangsa yang mudah tergoyahkan. Ia mengungkapkan, banyak orang merasa bangga ketika melihat keberhasilan luar, tetapi meremehkan pencapaian lokal. “Kita condong untuk tidak percaya kepada bangsa sendiri, sementara segala hal asing selalu kita hargai,” ujarnya.

“Bangsa kita sering dianggap remeh oleh bangsa atau negara lain, kita dianggap sebagai bangsa yang lemah, the soft state, kita lemah,” kata Prabowo.

Menurut presiden, hal ini menggambarkan pola pikir yang mengakar di masyarakat. Ia menyoroti bahwa kepercayaan diri sebagai bangsa harus dibangun kembali. “Kita perlu mengubah cara berpikir bahwa hasil dari bangsa sendiri tidak layak diperhitungkan,” tambahnya.

Kemajuan yang Tidak Terlihat

Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya telah mencapai banyak prestasi, meskipun belum sepenuhnya diakui. Salah satu contohnya adalah berhasilnya swasembada pangan. “Kita telah menjamin pangan bagi 287 juta orang, bukanlah tugas yang mudah,” jelasnya. Ia menekankan bahwa pencapaian ini perlu diapresiasi sebagai bukti kekuatan bangsa.

Presiden menjelaskan bahwa tugas tersebut diberikan kepadanya sebagai mandataris kekuasaan rakyat. “Saya yang disumpah, saya yang bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar,” ujarnya. Menurut Prabowo, target swasembada pangan yang ditetapkan dalam empat tahun telah tercapai lebih cepat, dalam satu tahun saja.

“Saya beri tugas ke menteri pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun, mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” sambung Prabowo.

Prabowo juga menyinggung pentingnya kolaborasi dalam mencapai keberhasilan tersebut. Ia menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih berperan dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. “Koperasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih solid,” katanya. Ia menambahkan bahwa peran koperasi tidak hanya untuk produksi pangan, tetapi juga untuk mempercepat pengembangan sumber daya lokal.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan bahwa keberhasilan swasembada pangan adalah salah satu bukti bahwa Indonesia mampu memenuhi target yang berat. “Kalau kita tidak mampu, maka kemajuan pangan akan selalu dipertanyakan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang kemampuan mengelola sumber daya dengan bijak.

Membangun Kepribadian Nasional

Prabowo berharap pernyataannya dapat memicu perubahan pola pikir masyarakat. Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus bangga dengan prestasi yang telah dicapai. “Kita perlu membangun kepercayaan diri bahwa apa yang kita lakukan bisa setara dengan negara-negara besar,” kata presiden.

Menurutnya, penguasaan sumber daya lokal seperti pangan, energi, dan industri harus menjadi prioritas. “Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia mampu berdiri sendiri, tanpa bergantung pada bantuan dari luar,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa keberhasilan ini memperkuat kewibawaan bangsa dalam bidang ekonomi dan politik.

“Kita menjamin pangan 287 juta orang, bukan pekerjaan ringan, kita berhasil. Target yang kita berikan, saya berikan sebagai presiden yang bertanggung jawab mandataris kedaulatan rakyat, saya yang disumpah, saya yang bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar, saya yang tanggung jawaban tidak akan ada orang lain yang akan dihujat, tidak akan ada org lain yang diminta pertanggungjawaban,” tutur dia.

Prabowo mengatakan bahwa keberhasilan swasembada pangan bukanlah hal kecil. “Ini menunjukkan bahwa kita mampu memenuhi kebutuhan dasar rakyat, meski di tengah tantangan yang besar,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa peran Koperasi Merah Putih sangat strategis dalam mendukung keberhasilan tersebut.

Acara peluncuran koperasi ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Indonesia terhadap kemandirian. Prabowo menyatakan bahwa keberadaan koperasi ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional. “Koperasi Merah Putih adalah simbol dari upaya membangun bangsa yang mandiri dan berkembang,” ujarnya.

Dalam keseluruhan pidatonya, Prabowo menekankan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh terus-menerus dianggap sebagai subjek yang diasingkan. Ia menegaskan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kemampuan memperbaiki diri dari dalam, bukan hanya mengikuti jejak negara lain. “Kita perlu membangun identitas nasional yang kuat, agar tidak lagi dihargai hanya karena asing,” katanya.

Prabowo berharap dengan adanya Koperasi Merah Putih, masyarakat akan lebih percaya pada potensi bangsa sendiri. Ia menambahkan bahwa koperasi ini akan menjadi tulang punggung dalam menciptakan perekonomian yang lebih stabil. “Koperasi adalah alat yang efektif untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal,” ujarnya.

Dengan mengangkat isu ini di tengah acara peluncuran koperasi, Prabowo ingin mengingatkan bahwa Indonesia memiliki daya tahan dan kemampuan untuk berkembang. Ia menilai bahwa keberhasilan swasembada pangan adalah bukti nyata dari kemajuan yang perlu diperkenalkan ke dunia luar. “Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya bisa berdiri sendiri, tetapi juga mampu bersinar,” tutupnya.

Leave a Comment