Berita Timur Tengah

Saudi Klaim Menggagalkan Rudal Balistik Houthi Ditujukan ke Riyadh

serangan-houthi-ke-bandara-riyadh-arab-saudi-1789824457180_169
Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Rudal Houthi Diklaim Dicegat di Atas Riyadh, Ketegangan Saudi-Yaman Meningkat
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Rudal Houthi Diklaim Dicegat di Atas Riyadh, Ketegangan Saudi-Yaman Meningkat

Kabarberita911.com – Arab Saudi menyatakan pertahanan udaranya telah menghentikan sebuah rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi menuju Riyadh pada Sabtu (19/9) dini hari. Insiden itu berlangsung di tengah peningkatan serangan dan saling balas antara Riyadh serta kelompok yang menguasai sejumlah wilayah di Yaman tersebut.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, menyebut pesawat tempur Saudi berhasil menghancurkan rudal sebelum mencapai ibu kota. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di X pada Sabtu pagi waktu setempat.

[Angkatan udara Arab Saudi] berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan milisi teroris Houthi ke arah kota Riyadh saat fajar pada Sabtu.

Al-Malki juga menuduh Houthi berusaha menyerang sasaran sipil serta infrastruktur di Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu. Ia menyatakan sistem pertahanan Saudi berhasil menggagalkan ancaman di wilayah-wilayah tersebut.

Kebakaran dekat bandara dan peringatan serangan udara

Ketegangan di Riyadh terjadi setelah muncul kebakaran di area dekat Bandara Internasional King Khalid. Petugas pemadam kebakaran terlihat menangani api yang membakar sebuah tangki bahan bakar berlogo Aramco di depot bahan bakar yang berada tidak jauh dari bandara.

Rekaman yang beredar secara daring memperlihatkan asap hitam membubung di atas kompleks bangunan bandara. Gangguan itu muncul setelah otoritas Saudi mengirim peringatan ancaman udara kepada warga pada malam sebelumnya.

Menjelang pukul 03.00 waktu setempat, warga Riyadh menerima pesan yang meminta mereka tetap berada di dalam rumah karena terdapat ancaman dari pihak yang bermusuhan. Tidak lama kemudian, sejumlah warga melaporkan mendengar suara ledakan di beberapa lokasi.

Wilayah tersebut berada di bawah ancaman udara dari pihak yang bermusuhan.

Dua ledakan terdengar sebelum badan pertahanan sipil Saudi mencabut peringatan sekitar setengah jam kemudian. Seorang warga Riyadh berusia 27 tahun yang tinggal di kawasan utara ibu kota menggambarkan suasana mencekam ketika alarm berbunyi dan jendela rumahnya bergetar.

Saya mendengar alarm, lalu jendela rumah saya bergetar. Itu jelas menakutkan. Saya tidak menyangka hal ini terjadi.

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid juga sempat terdampak. FlightRadar24 mencatat adanya gangguan besar di bandara tersebut, yang sempat berada pada tingkat gangguan maksimum sebelum lalu lintas udara perlahan kembali normal.

Houthi mengaku menyerang Riyadh dan fasilitas Aramco

Di sisi lain, Houthi menyatakan telah menjalankan dua operasi militer sebagai balasan atas serangan Saudi. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan operasi itu melibatkan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak.

Operasi pertama menargetkan lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Saudi, Riyadh, dan yang kedua menargetkan fasilitas Aramco di Yanbu.

Klaim tersebut memperlihatkan perbedaan narasi antara kedua pihak. Saudi menekankan keberhasilan pencegatan dan perlindungan terhadap kawasan sipil, sementara Houthi menyebut serangannya sebagai respons atas operasi udara Riyadh di Yaman.

Pihak Saudi sebelumnya meluncurkan puluhan serangan udara ke area yang dikuasai Houthi. Meski demikian, operasi tersebut belum menghentikan ofensif kelompok itu, terutama upaya mereka memperluas penguasaan di pesisir Laut Merah Yaman.

Bab al-Mandab menjadi perhatian strategis

Penguasaan penuh atas pesisir Laut Merah Yaman akan memberi Houthi posisi penting di sekitar Selat Bab al-Mandab. Jalur laut ini memiliki arti strategis karena menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu lintasan penting bagi pelayaran internasional.

Perkembangan terbaru terjadi beberapa hari setelah Riyadh menuduh Houthi menargetkan Mekah pada Rabu (17/9). Saudi menyebut dugaan serangan itu sebagai aksi teror terhadap kota suci umat Islam. Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan usang”.

Houthi juga menyatakan telah menghadapi puluhan serangan balasan Saudi setiap hari sejak kelompok itu memulai ofensif bulan ini. Konflik tersebut tidak hanya berpengaruh pada keamanan di Yaman, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap fasilitas energi, bandar udara, dan kota-kota utama di Arab Saudi.

Di tengah eskalasi tersebut, Washington pekan lalu menolak permintaan Arab Saudi untuk melancarkan serangan terhadap Houthi. Namun, pada Kamis (17/9), Amerika Serikat menyetujui penjualan 48 jet tempur F-35 kepada Arab Saudi dengan nilai US$24,3 miliar.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan penjualan itu dimaksudkan untuk membantu Riyadh menghadapi ancaman yang ada saat ini maupun risiko di masa mendatang. Keputusan tersebut menandai dukungan pertahanan yang tetap besar bagi Saudi, meski keterlibatan langsung dalam serangan terhadap Houthi menjadi isu yang sensitif.

Insiden di Riyadh mempertegas bahwa konflik Yaman masih berpotensi meluas melampaui garis pertempuran di dalam negeri. Serangan rudal, drone, serta gangguan pada infrastruktur vital dapat meningkatkan tekanan keamanan regional, terutama ketika fasilitas energi dan jalur transportasi sipil ikut berada dalam jangkauan konflik.

Frequently Asked Questions

What is Saudi Klaim Menggagalkan Rudal Balistik Houthi?

Saudi Klaim Menggagalkan Rudal Balistik Houthi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Saudi Klaim Menggagalkan Rudal Balistik Houthi matter?

Saudi Klaim Menggagalkan Rudal Balistik Houthi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment