Berita Olahraga Lainnya

Empat Tahun Langkah PFA dan PAC Menggali Bakat Tanah Papua

papua-athletics-center-pac-1789594107013_169
Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Pembinaan Olahraga Papua Mendorong Munculnya Talenta Baru
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Pembinaan Olahraga Papua Mendorong Munculnya Talenta Baru

Kabarberita911.com – Dalam empat tahun terakhir, sejumlah atlet muda dari Papua mulai menorehkan jejak di kompetisi nasional hingga internasional. Perkembangan itu lahir dari proses pembinaan yang dijalankan Papua Football Academy (PFA) dan Papua Athletics Center (PAC), dua program pengembangan olahraga yang didukung dan diinisiasi PT Freeport Indonesia (PTFI).

Kedua program tersebut telah berjalan sejak 2022, dengan PFA resmi berdiri pada Agustus tahun itu. Fokus utamanya bukan sekadar mencari pemain sepak bola atau atlet atletik berprestasi, melainkan membuka jalur pembinaan bagi anak-anak Papua yang memiliki kemampuan serta impian di bidang olahraga.

Manager Sport Management PTFI, Janjai Adii, menilai pencapaian yang terbentuk dalam waktu empat tahun menjadi alasan untuk optimistis. Sejumlah peserta didik PFA kini telah berkesempatan memperkuat tim nasional kelompok umur, sementara atlet PAC juga mengantongi pencapaian di berbagai kejuaraan regional, nasional, dan internasional.

Tantangan Menjangkau Potensi di Berbagai Daerah

Mencari talenta olahraga di Papua memiliki tantangan tersendiri. Program pembinaan perlu menemukan anak-anak yang benar-benar memiliki potensi, kemudian memberi mereka ruang untuk berkembang melalui latihan, pendidikan karakter, serta pengalaman bertanding.

Janjai menjelaskan bahwa pengelolaan PFA dan PAC membutuhkan banyak pembelajaran, termasuk masukan dari orang-orang yang berpengalaman di sepak bola dan atletik. PTFI juga membangun kerja sama dengan PSSI untuk pengembangan PFA serta PASI dalam pembinaan cabang atletik.

“Menjadi satu tantangan tersendiri bagi kami karena ini merupakan hal yang baru. Sehingga kita perlu harus banyak mengetahui beberapa hal yang kita lihat mungkin harus butuh masukan. Tentunya dari orang-orang yang berpengalaman di bidang olahraga secara khusus untuk sepak bola dan atletik.”

Upaya pencarian bakat dilakukan melalui sejumlah pendekatan, termasuk mini turnamen dan kejuaraan dalam skala kecil. Kegiatan semacam ini memberi kesempatan untuk melihat kemampuan anak-anak yang sebelumnya belum terpantau secara optimal.

“Kami coba membuat suatu program dengan mendesain alternatif-alternatif tentunya baik itu kita mengadakan mini turnamen atau kejuaraan kecil-kecilan demi bisa melihat potensi yang selama ini belum tereksplor dengan jelas,” ucap Janjai.

Seleksi tersebut diarahkan agar PFA dan PAC dapat menjaring anak-anak Papua yang tidak hanya mempunyai keterampilan olahraga, tetapi juga kemauan untuk menjalani proses pembinaan. Dengan demikian, prestasi yang diharapkan tidak berdiri sendiri, melainkan bertumbuh bersama kesiapan mental dan kedisiplinan peserta.

PFA Mengirim Wakil ke Timnas U-16

Hasil pembinaan sepak bola mulai terlihat lewat keterlibatan siswa PFA dalam program tim nasional usia muda. Pada 12 September hingga 11 Oktober 2026, tiga siswa Papua Football Academy mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 di Solo, Jawa Tengah.

Tiga pemain tersebut ialah Alfa Christiano Sawaki dari Nabire, Daniel Febrianto dari Merauke, serta Dicky Carthensz Marani dari Jayapura. Pemanggilan itu menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan berkelanjutan dapat memperluas peluang pemain muda Papua untuk tampil pada level yang lebih tinggi.

Bagi pemain usia muda, kesempatan masuk pemusatan latihan nasional bukan hanya berkaitan dengan pertandingan. Mereka juga berada dalam lingkungan kompetitif yang menuntut kemampuan beradaptasi, menjaga disiplin, dan terus meningkatkan kualitas permainan. Pengalaman seperti itu dapat menjadi bagian penting dari perjalanan mereka sebagai pesepak bola.

Prestasi Atletik hingga Asian Games 2026

Di cabang atletik, PAC juga mencatat perkembangan positif. Atlet binaannya telah meraih hasil di tingkat nasional maupun internasional, termasuk SEA Games dan kejuaraan Asia Tenggara. Salah satu capaian terbaru datang dari Silfanus Ndiken, atlet lempar lembing PAC yang masuk skuad atletik Indonesia untuk Asian Games 2026.

Kehadiran atlet dari Papua dalam skuad nasional memperlihatkan pentingnya pembinaan yang memberi akses terhadap latihan dan kompetisi. Atletik mencakup banyak nomor dengan kebutuhan teknik yang berbeda, sehingga proses pengembangan bakat perlu dilakukan secara terarah dan konsisten.

“Berbagai banyak prestasi juga sudah diukurkan sejak 4 tahun terakhir dimana dengan mengikuti kegiatan-kegiatan turnamen baik itu dari tingkat regional, nasional bahkan sampai tingkat internasional,” ujar Janjai saat ditemui di Kuala Kencana, Papua Tengah, Rabu (16/9).

Ia menyampaikan bahwa semakin banyak sumber daya olahraga dari Papua mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan bagi Indonesia. Perjalanan tersebut menegaskan bahwa pencarian bakat perlu dilanjutkan agar lebih banyak anak muda memperoleh kesempatan yang sama.

Perubahan Sikap Mendapat Apresiasi Keluarga

Prestasi bukan satu-satunya ukuran yang diperhatikan dalam program PFA dan PAC. Janjai menyebut respons masyarakat Papua terhadap kedua program ini sangat positif, terutama karena orang tua melihat perubahan dalam perilaku, rasa percaya diri, dan kedisiplinan anak-anak mereka.

Pembentukan karakter menjadi bagian yang menyertai target kompetitif. Anak-anak yang menjalani pembinaan olahraga belajar mengikuti jadwal, bekerja bersama rekan satu tim, menghargai arahan pelatih, serta membangun tanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari.

“Setelah 4 tahun berjalan tentunya publik memiliki respons yang positif sekali. Mengapa? Karena memang hasil yang kami tunjukkan menjadi satu kebanggaan bagi orang tua secara khusus, karena kami tidak hanya saja mengejar prestasi, tetapi tentunya kami juga berusaha untuk mengembangkan keperibadian baik itu tingkat kedisiplinan,” ucap Janjai.

Perubahan itu juga tampak ketika para atlet kembali berada di tengah keluarga. Janjai menyampaikan bahwa sejumlah orang tua mengaku terkejut melihat kebiasaan positif anak mereka setelah bergabung dengan PFA atau PAC.

“Ada orang tua yang kaget dan bilang, ‘Apa yang kalian lakukan di sana? Anak saya sekarang bangun pagi, langsung ikut membereskan rumah’.”

Bagi Papua, keberlanjutan pembinaan seperti PFA dan PAC memiliki arti lebih luas daripada hasil satu turnamen atau satu kejuaraan. Program ini membuka ruang bagi talenta muda untuk bertumbuh, membawa identitas daerah mereka ke panggung olahraga, dan membangun kebiasaan positif yang dapat mereka bawa ke masa depan.

Frequently Asked Questions

What is Empat Tahun Langkah PFA dan PAC Menggali?

Empat Tahun Langkah PFA dan PAC Menggali is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Empat Tahun Langkah PFA dan PAC Menggali matter?

Empat Tahun Langkah PFA dan PAC Menggali matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment