Mendagri Siap Kerahkan Ditjen Dukcapil untuk Dukung MBG di Wilayah 3T
Kabarberita911.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi menyatakan komitmen pemerintah untuk Dukung MBG di Wilayah 3T melalui mobilisasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Langkah strategis ini diambil untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Tito dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri yang diselenggarakan di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).
Rakortas tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dengan agenda utama peninjauan ulang terhadap penerima manfaat Program MBG. Selain itu, rapat juga membahas perbaikan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta sejumlah isu strategis lainnya yang berkaitan dengan efektivitas program. Dalam kesempatan ini, Mendagri menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap anak dan ibu hamil di wilayah 3T mendapatkan akses nutrisi yang memadai melalui program ini.
Peran Penting Ditjen Dukcapil dalam Pendataan MBG
Menurut Tito, masyarakat di wilayah 3T merupakan kelompok yang paling membutuhkan perhatian pemerintah. "Mereka betul-betul membutuhkan dan mereka yang patutnya berbicara, membela hak," kata Tito dengan tegas. Mendagri menegaskan bahwa Ditjen Dukcapil siap mendukung proses pendataan penerima manfaat guna memastikan program berjalan lebih akurat dan tepat sasaran. Dengan menggunakan basis data kependudukan yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat mengurangi duplikasi dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam program MBG.
"Dukcapil akan memastikan bahwa setiap keluarga di wilayah 3T terdaftar dengan benar sehingga manfaat MBG dapat dirasakan secara merata," ujar Mendagri dalam paparannya.
Dalam rapat tersebut, Menko Zulkifli menyatakan bahwa pemerintah menargetkan sejumlah langkah strategis dapat diselesaikan dalam jangka pendek, khususnya terkait penguatan SPPG di wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku. Selanjutnya, pemerintah juga memprioritaskan daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi. "Kami tadi sudah menyelesaikan, sudah rapat hari ini memutuskan [pendataan] yang 3T akan selesai dalam minggu ini, karena minggu lalu kita rapat satu bulan," kata Menko Zulkifli.
Strategi Pendekatan untuk Wilayah Prioritas
Selain memprioritaskan wilayah 3T, pemerintah juga memfokuskan intervensi kepada kelompok prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat Program MBG dapat diterima oleh kelompok yang paling membutuhkan. "Semua akan diselesaikan dengan baik, yang adil ya bagi semua pihak. Jadi tidak usah khawatir," pungkas Zulkifli.
Rakortas itu turut dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, serta para pejabat dari kementerian/lembaga terkait. Kehadiran para menteri ini menunjukkan bahwa program MBG menjadi prioritas nasional yang memerlukan koordinasi lintas sektor.
Wilayah 3T mencakup daerah-daerah yang secara geografis dan sosial-ekonomi memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar. Dengan Dukung MBG di Wilayah 3T Mendagri, pemerintah berharap dapat mengurangi kesenjangan nutrisi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Program ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang MBG dan Wilayah 3T
Apa itu wilayah 3T?
Wilayah 3T adalah singkatan dari Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Wilayah ini mencakup daerah-daerah yang secara geografis memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Bagaimana peran Ditjen Dukcapil dalam program MBG?
Ditjen Dukcapil bertanggung jawab untuk memastikan pendataan penerima manfaat MBG berjalan akurat dan tepat sasaran menggunakan basis data kependudukan yang terintegrasi.
Siapa saja kelompok prioritas dalam program MBG?
Kelompok prioritas dalam program MBG meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berada di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Kapan pendataan wilayah 3T untuk MBG akan selesai?
Berdasarkan keputusan rapat, pendataan wilayah 3T untuk program MBG ditargetkan selesai dalam minggu setelah rakortas tingkat menteri.
