Berita Peristiwa

Mensos Gus Ipul Buka Suara soal Pria Diduga Curi Ayam Tewas Dikeroyok

Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com

Gus Ipul Ungkap Langkah Kemensos Pasca Kasus KD Tewas Dikeroyok di Bali

Kabarberita911.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Ipul, memberikan tanggapan resmi terkait kematian seorang pria bernama KD. Pria tersebut tewas setelah dikeroyok oleh warga di Bali, setelah dituduh mencuri ayam aduan. Gus Ipul menjelaskan bahwa tim dari Kementerian Sosial sudah melakukan kunjungan ke rumah duka dan mengadakan dialog dengan orang tua korban.

Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka. Sudah berdialog dengan orang tuanya. Tetapi kita tahu masih dalam perasaan duka sehingga belum bisa bicara panjang.

Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul pada hari Selasa (28/7) saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta Pusat. Ia menambahkan bahwa keluarga KD termasuk dalam kategori masyarakat miskin desil dua. Keluarga tersebut juga tercatat sebagai penerima manfaat bantuan sosial serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.

Proses Asesmen dan Bantuan untuk Keluarga

Kemensos saat ini tengah menelaah profil lengkap keluarga KD. Langkah selanjutnya adalah melakukan pemutakhiran data bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, pendampingan psikososial akan diberikan sesuai dengan hasil asesmen yang telah dilakukan.

Jadi, ini sedang kita pelajari profilnya. Kita akan lakukan pemutakhiran bersama BPS. Kita juga akan melakukan pendampingan psikososial dan bantuan-bantuan yang dibutuhkan sesuai hasil asesmen.

Gus Ipul juga menyampaikan penawaran pendidikan bagi anak KD. Anak tersebut dinilai memenuhi syarat untuk bersekolah di Sekolah Rakyat. Namun, pihak Kemensos memutuskan untuk menunggu hingga suasana duka keluarga benar-benar berlalu sebelum melanjutkan dialog lebih lanjut.

Kita juga tawarkan kalau misalnya berkenan bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Karena memang memenuhi syarat. Jadi ada beberapa, tapi kita masih menunggu suasana duka nanti akan dialog lagi. Pada prinsipnya kami ingin memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut.

Kronologi Peristiwa di Bali

Kasus ini bermula pada dini hari Jumat (24/7) sekitar pukul 01.30 WITA. KD tewas setelah dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, Kasi Humas Polres Tabanan, mengonfirmasi bahwa KD diketahui warga saat sedang mencuri seekor ayam milik penduduk setempat.

Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat.

Pemilik ayam yang menjadi korban disebut-sebut berinisial IWS, berusia 31 tahun, dan merupakan warga Banjar Juwuk Legi. Kemarahan warga dipicu oleh seringnya kasus kehilangan ayam terjadi di wilayah tersebut. Saat KD tertangkap tangan, situasi langsung memanas dan massa mulai mengeroyoknya hingga tidak sadarkan diri.

Ketika petugas Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA, KD sudah dinyatakan meninggal dunia. Selain pengeroyokan, warga juga membakar sepeda motor yang digunakan KD saat melakukan aksi pencurian.

Investigasi Kepolisian dan Barang Bukti

Kepolisian saat ini sedang menyelidiki dugaan pencurian ayam serta mendalami peristiwa pengeroyokan yang berujung pada kematian KD. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengidentifikasi terduga pelaku secara menyeluruh.

Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identifikasi terduga pelaku.

Di TKP, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian. Barang-barang tersebut meliputi satu ekor ayam milik korban, satu bilah golok, serta sebuah tas yang berisi tang, ketapel, batu, dan uang tunai. Tas dan isinya diduga milik KD.

Sepeda motor yang digunakan KD tidak dapat diamankan sebagai barang bukti karena telah dibakar warga sebelum kedatangan polisi. Jenazah KD kemudian dievakuasi ke RS Semara Ratih untuk kepentingan penyelidikan. Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi sidik jari. Keterangan dari korban dan saksi-saksi di sekitar TKP telah diambil untuk mendalami kronologi pencurian serta latar belakang keresahan warga.

Leave a Comment