Official Announcement: 3 Orang Terluka di Pasar Jiung Kemayoran
Official Announcement – Dalam Official Announcement resmi, kebakaran yang melanda Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyebabkan tiga orang warga terluka. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P Hutagalung mengonfirmasi bahwa tiga korban mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. “Peristiwa kebakaran ini telah menyebabkan tiga orang terluka, dan kita sedang berupaya maksimal untuk memastikan kondisi mereka stabil,” kata Reynold dalam pernyataan resmi, Selasa (2/6).
Penanganan Darurat dan Dukungan Warga
Setelah kebakaran terjadi Senin (1/6) malam, pihak kepolisian dan tim penanggulangan darurat segera bergerak. Dalam Official Announcement terkini, dijelaskan bahwa tenda darurat telah dipasang di lokasi kejadian untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. “Kita sudah berkoordinasi dengan Satuan Brimob dan akan menyediakan dapur lapangan sejak dini hari,” lanjut Reynold, yang juga memastikan bahwa fasilitas ini telah siap digunakan oleh masyarakat terdampak.
“Kami berupaya mempercepat proses pemadaman dan menjamin kebutuhan dasar warga yang terkena dampak. Dapur lapangan dan tenda pengungsian adalah bagian dari strategi kita untuk memperkuat respons darurat,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, warga sekitar menunjukkan kepedulian besar. Pemilik toko dan pedagang di Pasar Jiung terus memberikan bantuan, termasuk menyediakan air dan makanan untuk warga yang terluka. “Semua kita lakukan bersama, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat. Ini adalah kejadian yang sangat menggemparkan,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Korban dan Evakuasi
Dalam Official Announcement, diungkapkan bahwa tiga korban kebakaran adalah Puput, Dika, dan Suparno. Dua di antaranya, Puput dan Dika, sedang dirawat di RS Hermina Kemayoran, sedangkan Suparno dibawa ke RSCM. Proses evakuasi dijalankan secara cepat oleh warga dan petugas, dengan kebanyakan penduduk berhasil menyelamatkan diri ke Lapangan Jusuf Hamka.
“Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah,” cerita Supriatin, warga sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW04 Kebon Kosong. Menurutnya, asap yang menggumpal menyebabkan istrinya mengalami sesak napas, tetapi semua anggota keluarga telah ditempatkan di tempat aman.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, dengan api merambat cepat melalui bangunan semi permanen yang padat. Dalam Official Announcement terkini, diberitakan bahwa 250 bangunan semi permanen dan sekitar 300 kepala keluarga, yang setara dengan 500 jiwa, terkena dampak langsung. “Kita sedang memverifikasi lebih lanjut jumlah korban dan kerugian ekonomi, tapi angka ini sudah mewakili skala keparahan yang terjadi,” jelas Reynold.
Berdasarkan informasi yang diterima, api berhasil dipadamkan setelah tujuh jam, pada pukul 04.15 WIB, dengan bantuan 35 unit mobil pemadam dan 175 personel. “Proses pemadaman membutuhkan waktu lama karena kondisi pasar yang padat dan akses yang terbatas,” terang Reynold. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta menyebutkan bahwa tiga unit mobil pemadam dikirimkan lebih dulu untuk mengendalikan api di lokasi tertentu.
Kebakaran ini memicu reaksi cepat dari pihak berwajib, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta. Dalam Official Announcement, BPBD menegaskan bahwa mereka telah menurunkan tim khusus untuk mengevaluasi kerusakan dan mempercepat distribusi bantuan. “Kami bersinergi dengan kepolisian dan masyarakat untuk meminimalkan risiko terhadap warga sekitar,” kata juru bicara BPBD.
