Berita Travel

UNESCO Tetapkan Sebastia Jadi Warisan Dunia Dari Palestina

Foto : Anthony Martinez - kabarberita911.com

Sebastia Resmi Menjadi Bagian dari Daftar Warisan Dunia UNESCO

Kabarberita911.com – Desa bersejarah Sebastia di Tepi Barat Palestina akhirnya meraih pengakuan global yang selama ini ditunggu. Melalui proses panjang, UNESCO Tetapkan Sebastia Jadi Warisan Dunia dalam sidang Komite Warisan Dunia yang berlangsung di Busan, Korea Selatan pada Jumat, 25 Juli 2026. Pengakuan ini tidak hanya menempatkan Sebastia dalam World Heritage List, tetapi juga memasukkannya ke dalam kategori List of World Heritage in Danger karena berbagai ancaman yang dihadapi situs tersebut.

Keputusan ini diambil melalui mekanisme darurat yang dirancang khusus untuk melindungi situs-situs budaya dari kerusakan serius. Faktor-faktor seperti konflik berkepanjangan, perubahan tata kelola wilayah, hingga kerusakan fisik menjadi pertimbangan utama dalam pemberian status ganda tersebut. Status ini memberikan perlindungan tambahan bagi Sebastia agar dapat dilestarikan untuk generasi mendatang.

Warisan Sejarah yang Berumur Panjang

Sebastia diakui sebagai salah satu kawasan arkeologi paling signifikan di Palestina dengan catatan sejarah yang sangat kaya. Menurut dokumentasi resmi UNESCO, situs ini menyimpan peninggalan dari berbagai era yang membentang lebih dari 2.800 tahun. Kawasan ini diyakini pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Israel pada abad ke-9 sebelum Masehi, menjadikannya tempat yang sangat berharga bagi para peneliti dan sejarawan.

Perkembangan Sebastia melewati berbagai masa kekuasaan yang membentuk identitasnya hingga saat ini. Mulai dari periode Helenistik, Romawi, Bizantium, Islam, Perang Salib, hingga era Kesultanan Ottoman, setiap masa meninggalkan jejaknya. Lanskap alamnya dipenuhi kebun zaitun yang mengelilingi reruntuhan bangunan kuno berupa kolom-kolom Romawi, tembok batu, tangga bersejarah, hingga amfiteater yang masih berdiri kokoh.

Dalam tradisi Kristen dan Islam, Sebastia juga dipercaya sebagai lokasi makam Yohanes Pembaptis. Hal ini menjadikan tempat tersebut salah satu destinasi wisata religi yang penting bagi umat beragama dari berbagai kepercayaan. Kehadiran makam suci ini menambah nilai spiritual situs arkeologi tersebut.

Dampak bagi Masyarakat dan Masa Depan Sebastia

Bagi warga desa Sebastia yang hidup berdampingan dengan situs arkeologi tersebut, keputusan UNESCO membawa secercah harapan baru. Sebagian besar penduduk menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Namun, aktivitas ekonomi mereka terancam setelah Israel mengumumkan rencana mengambil alih sekitar 1.800 dunam atau sekitar 445 acre lahan di kawasan itu untuk pengembangan wilayah.

“Kami berharap keputusan ini memungkinkan kami melestarikan Sebastia,” ujar Wakil Wali Kota Sebastia, Nizar Kayed, mengutip Al Jazeera.

Pemerintah Palestina menilai pengakuan UNESCO dapat menjadi dasar untuk menghimpun dukungan internasional dalam menghadapi berbagai kebijakan Israel yang dinilai mengancam keberadaan situs tersebut. Selain penyitaan lahan, otoritas Palestina juga mengkhawatirkan rancangan undang-undang Israel yang berpotensi memperluas kendali sipil Israel atas situs-situs purbakala di Tepi Barat.

Jika diberlakukan, aturan itu dinilai akan mengurangi kewenangan Otoritas Palestina dalam mengelola kawasan bersejarah yang selama ini berada di bawah pengawasan mereka berdasarkan Kesepakatan Oslo pada 1990-an. Hal ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat lokal yang ingin mempertahankan identitas budaya mereka.

Respons Israel dan Implikasi Internasional

Di sisi lain, Israel mengecam keputusan UNESCO tersebut dengan tegas. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebut penetapan Sebastia sebagai Warisan Dunia merupakan bagian dari upaya Palestina untuk mengaburkan keterkaitan sejarah bangsa Yahudi dengan kawasan tersebut. Ia menekankan bahwa keputusan organisasi internasional tidak dapat mengubah fakta sejarah.

“Tak ada satu pun pemungutan suara di organisasi internasional yang dapat mengubah sejarah,” kata Saar dalam pernyataan resminya.

Israel sendiri telah keluar dari UNESCO sejak 2019 dengan alasan badan kebudayaan PBB itu bersikap bias terhadap negara tersebut. Kini Israel hanya berstatus sebagai pengamat dalam organisasi tersebut, namun tetap memperhatikan perkembangan terbaru terkait situs-situs bersejarah di kawasan Timur Tengah.

Selain Sebastia, UNESCO juga menetapkan lima benteng bersejarah di Lebanon selatan sebagai Warisan Dunia sekaligus situs yang terancam. Penetapan itu dilakukan karena berbagai lokasi budaya di kawasan Timur Tengah dinilai menghadapi risiko tinggi akibat konflik bersenjata yang terus berlangsung. Keputusan ini menunjukkan komitmen UNESCO dalam melindungi warisan budaya global dari ancaman yang semakin meningkat.

Leave a Comment