Kemlu Konfirmasi WNI Diduga Lari dari Rombongan di Korea Selatan
Kabarberita911.com – Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima informasi mengenai seorang warga negara Indonesia yang diperkirakan telah meninggalkan rombongan wisata di Korea Selatan. Direktur Pelindungan WNI, Heni Hamidah, menyampaikan kabar terbaru ini dalam sesi konferensi pers yang digelar di Gedung Palapa, Jakarta, pada hari Kamis (23/7).
Proses Koordinasi dengan Otoritas Korsel
Heni menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul telah menerima kabar terkini dari lapangan terkait keberadaan individu tersebut. Saat ini, kedua pihak sedang melakukan koordinasi intensif untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Tapi tentunya kami sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak otoritas terkait untuk penanganan selanjutnya karena tentunya yang bersangkutan ini melanggar aturan keimigrasian dan sekarang statusnya sudah overstay tentunya ya.”
Menurut Heni, fasilitas masuk bebas melalui paket perjalanan kelompok (group tour) hanya berlaku selama periode 15 hari. Masa berlaku ini dijadwalkan akan berakhir pada bulan Desember mendatang. Ia juga menyampaikan kekecewaannya atas penyalahgunaan fasilitas perjalanan yang diberikan kepada WNI tersebut.
Insiden yang Viral di Media Sosial
Kasus ini mulai menarik perhatian publik setelah akun @sarjanabackpacker mempublikasikannya di platform Threads. Postingan tersebut kemudian di-share ulang sebagai story di akun Instagram milik pihak yang sama.
“Peserta tour kami kabur. Femas asal Madiun,” demikian kutipan dari akun tersebut yang telah di-screen capture oleh pengguna lain. Selama perjalanan wisata di Korea Selatan, F tidak menunjukkan perilaku mencurigakan atau berbahaya. Segala kegiatan berjalan normal seperti biasanya.
Konflik terjadi pada suatu malam ketika F menyatakan keinginannya untuk berkeliling di kawasan Myeongdong. Sejak saat itu, ia menghilang tanpa jejak. Menurut keterangan dari akun @sarjanabackpacker, F awalnya mengatakan ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong, namun kemudian tidak pernah kembali ke hotel dan tidak pernah menjawab panggilan telepon.
Tindak Lanjut dan Dampak bagi Travel
Pihak travel telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat di Korsel, namun hingga saat ini F belum berhasil ditemukan. Sebagai upaya tambahan, tim dari travel tersebut juga mengunjungi keluarga F di Madiun, Jawa Timur, namun pencarian tidak membuahkan hasil.
Pemilik akun @sarjanabackpacker mengungkapkan bahwa insiden ini menyebabkan reputasi travel mereka mengalami penurunan dan mereka harus membayar denda sebesar Rp125 juta. Mereka menekankan bahwa kemarahan mereka bukan semata-mata karena kehilangan satu peserta, melainkan karena keputusan individu tersebut berpotensi merugikan ratusan peserta lainnya di masa depan.
“Kami bukan marah karena kehilangan satu peserta. Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya menjadi korban,” tulis dia.

