Berita Peristiwa

Layanan Puskesmas Panongan di Tangerang Terganggu Imbas Kekeringan

Foto : Anthony Martinez - kabarberita911.com

Kekeringan Berdampak pada Operasional Kesehatan Masyarakat

Kabarberita911.com – Kondisi cuaca ekstrem akibat musim kemarau panjang telah menciptakan berbagai tantangan bagi fasilitas kesehatan di wilayah Tangerang. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah Layanan Puskesmas Panongan di Tangerang yang kini menghadapi keterbatasan pasokan air bersih secara signifikan. Selama periode dua minggu terakhir, kondisi ini telah memaksa pihak puskesmas untuk melakukan penyesuaian operasional guna menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Situasi Air Bersih yang Semakin Menurun

Jainal Abidin, Pegawai Tata Usaha di Puskesmas Panongan, memberikan gambaran jelas mengenai akar permasalahan yang dihadapi. Menurutnya, wilayah Ciapus yang menjadi lokasi puskesmas memiliki karakteristik geografis yang minim sumber air alami. Ketergantungan utama pada air sumur menjadi solusi yang ada, namun kapasitasnya mulai tidak mencukupi kebutuhan harian yang terus meningkat.

“Lingkungan Ciapus ini emang zonanya tidak ada sumber, dikit gitu. Selama ini kita mengandalkan sumber air yang ada di sumur doang,” ujar Jainal, Rabu (22/7).

Ketersediaan air bersih merupakan komponen krusial dalam berbagai aspek pelayanan medis. Mulai dari proses pembersihan alat-alat kesehatan, pemeriksaan pasien rutin, hingga prosedur persalinan yang memerlukan sanitasi optimal. Dengan keterbatasan pasokan, tim medis harus melakukan efisiensi tanpa mengurangi standar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Untuk melayani pasien, kunjungan pasien, dan air-air air kebersihan kan sangat digunakan untuk pelayanan kesehatan, terutama nanti untuk bersalin dan lain sebagainya,” jelasnya.

Respons Cepat PMI untuk Mendukung Pelayanan

Untuk mengatasi kebutuhan operasional yang mencapai 7.000 liter air bersih per hari, Puskesmas Panongan mengajukan permohonan bantuan mendesak kepada PMI Kabupaten Tangerang. Respons positif datang pada hari Rabu ketika PMI berhasil menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih melalui dua kali pengiriman berturut-turut. Bantuan ini memberikan jeda sementara bagi puskesmas untuk melanjutkan pelayanan secara normal.

Chandra Sutikno, petugas PMI Kabupaten Tangerang, menjelaskan bahwa distribusi air dilakukan berdasarkan permintaan spesifik dari puskesmas. Proses pengisian dimulai sejak pagi hari dengan target mencapai lokasi distribusi pada pukul sembilan pagi.

“Kita distribusi hari ini dua kali pengisian itu 10.000 liter air, sesuai permintaan dari pihak Puskesmas. Kita siap mulai start pengisian itu dari pagi. Dari jam 8, mungkin sampai lokasi kita usahakan jam 9 udah sampai lokasi pendistribusian,” ujar Chandra.

Chandra menambahkan bahwa PMI berkomitmen untuk terus memantau situasi kekeringan di wilayah Tangerang. Apabila ada permintaan tambahan dari fasilitas kesehatan atau permukiman warga yang terdampak, PMI siap memberikan bantuan distribusi air bersih sesuai kapasitas yang tersedia.

“Kita tunggu informasi selanjutnya. Bila ada permintaan, kita layani dari PMI Kabupaten Tangerang, kami siap untuk melayani distribusi air bersih,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Puskesmas Panongan di Tangerang terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran pelayanan kesehatan. Dengan bantuan yang diterima, diharapkan kondisi operasional dapat kembali stabil hingga musim hujan tiba dan pasokan air alami mulai membaik di wilayah Ciapus dan sekitarnya.

Leave a Comment