Urai Kepadatan Jemaah Haji, Buka Tutup di Terminal Ajyad Diterapkan
New Policy yang baru saja diimplementasikan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Terminal Ajyad, Makkah, menjadi langkah strategis untuk mengatasi masalah kepadatan jemaah haji Indonesia. Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan kelancaran alur perpindahan jemaah, terutama pada saat-saat puncak seperti pengaturan antrean untuk salat fardhu dan kegiatan ibadah lainnya. Dengan New Policy ini, pihak penyelenggara mencoba menciptakan sistem yang lebih terukur dan efisien dalam mengelola arus orang di area terminal yang sering menjadi titik paling sibuk selama ibadah haji.
Pelaksanaan Sistem Buka Tutup untuk Menata Alur Jemaah
Penerapan New Policy ini melibatkan pembagian jalur khusus bagi pejalan kaki dan penambahan pagar pembatas di Terminal Ajyad. Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji tahun lalu. Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan yang sering terjadi akibat tumpang tindih antrean jemaah. Sistem buka tutup ini beroperasi secara berkala, dengan pengaturan waktu yang disesuaikan dengan kepadatan dan kebutuhan logistik.
Salah satu aspek penting dari New Policy adalah pembagian waktu antara masuk dan keluarnya jemaah. Dengan adanya pengaturan ini, jemaah tidak lagi dibiarkan mengantre secara acak. Syarif menambahkan bahwa penggunaan jalur khusus memungkinkan petugas lebih mudah mengawasi dan mengarahkan arus orang, terutama saat salat Isya, yang biasanya menjadi waktu puncak kepadatan. “Proses pengaturan ini memastikan jemaah dapat terangkut dalam waktu yang lebih singkat, sehingga mengurangi risiko kelelahan dan kekacauan,” ungkap Syarif, seperti dilaporkan Antara pada Minggu (10/5).
Menurut Syarif, kebijakan buka tutup di Terminal Ajyad telah memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi pengelolaan jemaah. Ia menjelaskan bahwa dengan sistem ini, waktu yang diperlukan untuk mengosongkan antrean mencapai 58 menit, dibandingkan dengan metode sebelumnya yang memakan waktu lebih lama. Selain itu, metode ini juga membantu mengoptimalkan penggunaan fasilitas transportasi seperti bus shalawat, sehingga meminimalkan kemacetan di sekitar area ibadah.
PPIH Arab Saudi terus berupaya meningkatkan sistem layanan selama ibadah haji. New Policy buka tutup di Terminal Ajyad menjadi bagian dari rencana untuk memperkuat koordinasi antara berbagai pihak terkait, seperti angkutan umum, petugas pengawas, dan tim manajemen. Dengan adanya perbaikan ini, harapan besar ditujukan pada peningkatan pengalaman jemaah haji Indonesia selama beribadah di Tanah Suci. Syarif menekankan bahwa keberhasilan New Policy ini bergantung pada keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk ketua kloter dan rombongan, yang diharapkan dapat memberikan arahan jelas kepada jemaah agar tetap tenang dan terorganisir.
Langkah New Policy ini juga diharapkan mampu memberikan contoh terbaik dalam pengelolaan jemaah haji di era modern. Dengan teknologi dan sistem yang lebih canggih, PPIH Arab Saudi berkomitmen untuk terus menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Selain mengatur waktu penggunaan terminal, pihak penyelenggara juga memperhatikan aspek keamanan, seperti pengawasan terhadap jemaah yang berkerumun di area tertentu. New Policy buka tutup di Terminal Ajyad dianggap sebagai langkah awal dalam menghadapi tantangan kepadatan yang diantisipasi selama ibadah haji.
Perluasan New Policy juga mencakup peningkatan jumlah pintu keluar terminal dan penambahan fasilitas pengantaran. Syarif Rahman menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk menjamin kelancaran kegiatan haji. “Kami berharap dengan New Policy ini, semua jemaah dapat beribadah dengan nyaman dan aman, tanpa mengganggu kegiatan ibadah sehari-hari,” jelas Syarif. Penerapan sistem ini juga diharapkan menjadi model yang bisa diterapkan di terminal-terminal lain, baik di Makkah maupun Madinah, untuk memastikan semua jemaah terlayani secara maksimal.