Berita Makro

Topics Covered: Purbaya Ingin Gerus Ego Antarunit di Kemenkeu

Purbaya Ingin Gerus Ego Antarunit di Kemenkeu

Topics Covered – Transformasi organisasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan efisiensi dan sinergi di dalam institusi. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi selama beberapa tahun terakhir adalah ego antarunit yang masih menghambat koordinasi. Dalam pernyataannya, Purbaya menekankan bahwa mengurangi ego ini adalah bagian dari upaya Kemenkeu untuk menjadi lebih agile dan responsif terhadap kebutuhan perekonomian nasional. “Kemenkeu sekarang lebih lincah, tapi kita masih perlu terus memperbaiki,” kata Purbaya, yang menyebutkan bahwa perubahan ini tidak hanya tentang struktur, tetapi juga budaya kerja yang lebih kolaboratif.

Pelaksanaan Transformasi dan Sinergi Antar Direktorat

Transformasi Kemenkeu yang dimulai sejak beberapa tahun terakhir terus berjalan, dengan beberapa inisiatif untuk mengintegrasikan unit kerja. Purbaya menyoroti bahwa keberhasilan perubahan ini terlihat dari peningkatan sinergi antar direktorat jenderal, terutama dalam mempercepat proses pengambilan keputusan. “Dulu, setiap direktorat jenderal sering menutup diri, tetapi sekarang kita bisa bekerja lebih cepat karena semua bagian saling mendukung,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa Kemenkeu secara aktif menghapus sekat-sekat yang memisahkan unit-unit kerja, termasuk dalam hal perpindahan pegawai dan penggunaan data secara bersama. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ego antarunit dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih terbuka.

Kolaborasi antara DJP dan DJBC sebagai Contoh Sinergi

Salah satu contoh nyata keberhasilan penghapusan ego antarunit adalah kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Purbaya menyebut bahwa hubungan kerja antara kedua unit ini kini lebih lancar, berkat penyesuaian struktur dan penggunaan sistem digital yang mengintegrasikan data keuangan. “Dulu, pajak dan bea cukai sering saling menghambat, tapi sekarang mereka bisa bekerja sama dengan baik. Itu adalah salah satu bukti bahwa kita berhasil mengurangi ego di dalam Kemenkeu,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini juga mencakup penyusunan kebijakan bersama, seperti upaya pengoptimalan pajak dan bea cukai untuk mendukung penerimaan negara yang lebih stabil.

“Topics Covered – Kemenkeu harus terus bertransformasi agar bisa menjadi lebih efektif. Jika dulu transformasi itu terasa berat, sekarang kita bisa melihat perubahan yang signifikan. Ego antarunit masih ada, tapi kita sudah memberikan ruang untuk mengurangi sekat-sekat itu. Mungkin dua tahun lalu, Kemenkeu belum agile, tetapi sekarang saya rasa sudah lebih siap,”

Di sisi lain, Purbaya mengakui bahwa ada beberapa hambatan dalam upaya menggerus ego sektoral. Salah satu tantangan utama adalah proses perpindahan pegawai antarunit yang masih terlalu lambat, terutama karena struktur organisasi yang belum sepenuhnya fleksibel. “Meski kebutuhan SDM di tiap unit berbeda, kita perlu membuat sistem yang lebih dinamis agar pegawai bisa berpindah dengan lebih mudah,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran pegawai tentang peran sinergi dalam mencapai tujuan nasional, seperti peningkatan pendapatan negara dan efisiensi pelayanan publik.

Transformasi ini, menurut Purbaya, bukan hanya tentang perubahan struktural, tetapi juga mentalitas pegawai. Ia menegaskan bahwa Kemenkeu harus menjadi satu entitas yang bisa bekerja sama tanpa hambatan. “Kemenkeu sebetulnya satu organisasi, jadi ego di antar direktorat jenderal harus diperangi. Jika tidak, proses pengambilan keputusan akan terus terhambat,” pungkasnya. Untuk memperkuat fokus ini, Purbaya menyebut bahwa ada beberapa langkah yang sedang diambil, seperti penerapan sistem digital, pelatihan kepemimpinan, dan pembentukan tim lintas unit yang lebih terpadu.

Hal ini sejalan dengan visi Kemenkeu untuk menjadi institusi yang lebih transparan dan berorientasi pada hasil. Dengan mengurangi ego antarunit, Purbaya berharap kebijakan keuangan akan lebih cepat terimplementasi, terutama dalam menyongsong tantangan ekonomi yang semakin dinamis. “Dengan keberhasilan transformasi ini, Kemenkeu bisa menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya. Topics Covered, kita perlu terus berupaya agar keberhasilan ini bisa berkelanjutan,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa sinergi antarunit bukan hanya prioritas saat ini, tetapi juga jangka panjang untuk mencapai keberhasilan perekonomian nasional.

Leave a Comment