Uncategorized

Zulhas: Pemerintah Dorong Teknologi Pirolisis Ubah Sampah Jadi Energi

Table of Contents
  1. Zulhas: Pirolisis Jadi Solusi Konversi Sampah ke Energi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Zulhas: Pirolisis Jadi Solusi Konversi Sampah ke Energi

Percepatan Pengelolaan Sampah Lewat Inovasi Teknologi

Kabarberita911.com – Zulhas – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional melalui penerapan teknologi pirolisis. Pendekatan ini memungkinkan limbah padat diolah menjadi bahan bakar terbarukan, sekaligus melengkapi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sudah berjalan.

“Persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa. Kita membutuhkan percepatan melalui intervensi teknologi,” kata Zulkifli dalam pernyataannya.

Pria yang akrab disapa Zulhas tersebut menjelaskan bahwa selain fokus pada pembangunan PSEL, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi. Menurutnya, teknologi ini memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah karena mampu mengolah sampah yang sudah menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi bahan bakar terbarukan setara solar.

Kolaborasi TNI-AD dan Pemerintah Daerah

Zulhas mengklaim, bila teknologi ini diterapkan secara luas, maka akan mampu menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional. Sejumlah instansi dan pemerintah daerah juga ikut terlibat dalam penerapan teknologi ini. Salah satunya adalah kolaborasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dengan pemerintah daerah.

Kolaborasi TNI-AD dengan Pemda tersebut di antaranya mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1 serta pengembangan proyek percontohan pirolisis di lima lokasi, yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta. Zulhas mengapresiasi dukungan TNI-AD yang turut mengambil peran dalam percepatan implementasi teknologi pirolisis.

“Karena itu, selain pembangunan PSEL, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi,” lanjutnya.

Target 13 Lokasi PSEL dan Tantangan Masa Depan

Menko Pangan memaparkan Indonesia dalam waktu dekat akan memiliki 13 lokasi PSEL, sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan PSEL di berbagai daerah. Implementasi itu termasuk PSEL di Kota Palembang yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Namun kapasitas tersebut baru mampu menangani sekitar 22 persen timbunan sampah nasional, sehingga dibutuhkan teknologi pelengkap seperti pirolisis. Ia menegaskan, keberhasilan program ini memerlukan komitmen kuat pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan, percepatan perizinan, serta menjamin pasokan sampah yang memadai bagi fasilitas pengolahan.

Pada saat yang sama, percepatan pengolahan sampah juga penting untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran TPA akibat musim kering yang dipengaruhi El Nino. Kolaborasi TNI dengan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah konkret untuk mempercepat pengolahan sampah menjadi energi.

“Kita ingin persoalan sampah tidak hanya selesai, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat. Dengan gotong royong dan kerja cepat, target itu dapat kita capai,” kata Zulkifli Hasan.

Frequently Asked Questions

What is Zulhas?

Zulhas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Zulhas matter?

Zulhas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment