KAI Commuter Buka Suara soal Siswi Tewas Tertemper KRL di Jurangmangu
Table of Contents
KAI Commuter Buka Suara soal Insiden Tragis di Stasiun Jurangmangu
Kabarberita911.com – KAI Commuter Buka Suara soal kejadian memilukan yang menimpa seorang siswi SMA kelas 10 di kawasan Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Korban, yang diidentifikasi sebagai Leza Arlan, meninggal dunia setelah tertimpa kereta rel listrik (KRL) saat melintas di jalur rel. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. KAI Commuter segera merespons dengan melakukan penanganan menyeluruh terhadap insiden tersebut.
Menurut perwakilan Public Relations KAI Commuter, korban diduga melompat ke rel saat KRL sedang melintas. “KAI Commuter melakukan penanganan terhadap insiden orang tertemper Commuter Line yang diduga loncat di area Stasiun Jurangmangu,” jelas Leza dalam pernyataan resminya. Tindakan cepat ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menangani setiap kejadian yang melibatkan keselamatan penumpang.
Proses Evakuasi dan Koordinasi dengan Pihak Berwenang
Petugas Pengamanan Dalam (PKD) yang bertugas di Stasiun Jurangmangu langsung menuju lokasi setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Mereka mengamankan area sekitar untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar serta mencegah penumpang lain mendekati titik kejadian. Koordinasi dengan kepolisian dan layanan medis juga segera dilakukan.
KAI Commuter kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan layanan medis untuk melanjutkan penanganan. “KAI Commuter selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan layanan medis untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Bersama pihak berwajib kami mendalami dugaan tersebut,” tambah Leza. Kedatangan petugas kepolisian tercatat sekitar pukul 17.30 WIB.
Proses evakuasi korban perempuan tersebut selesai dilakukan pada pukul 18.30 WIB, setelah itu jenazah dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk penanganan lebih lanjut. Keluarga korban juga telah dihubungi dan tiba di lokasi kejadian.
“Pihak keluarga juga telah kami kabari dan datang ke Stasiun Jurangmangu,” ujar Leza.
Penyelidikan Polisi dan Dampak terhadap Perjalanan Commuter Line
Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo, menyatakan bahwa penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan. “(Penyebab) belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek, (kejadian) sekitar pukul 16.45 WIB kalau enggak salah. (Korban) cewek SMA kelas 10,” kata Boy saat dihubungi media. Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi yang menyaksikan insiden tersebut.
“Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini,” ujarnya. Insiden ini menyebabkan keterlambatan pada beberapa perjalanan Commuter Line relasi Tanah Abang – Rangkasbitung. Berikut rincian keterlambatan yang terjadi:
- Commuter Line No.1742D (Tanah Abang-Parung Panjang) mengalami keterlambatan sekitar 25 menit
- Commuter Line No.1744D (Tanah Abang-Rangkasbitung) mengalami keterlambatan 22 menit
- Commuter Line No.1746D (Tanah Abang-Rangkasbitung) mengalami keterlambatan 20 menit
- Commuter Line No.1748D (Tanah Abang-Tigaraksa) mengalami keterlambatan 14 menit
Pesan KAI Commuter untuk Keselamatan Penumpang
Leza menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna KRL atas dampak keterlambatan perjalanan sore hari akibat proses penanganan insiden. “Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Stasiun Jurangmangu,” katanya. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan di area stasiun dan mengikuti arahan petugas.
“Keselamatan pengguna, petugas, dan perjalanan Commuter Line tetap menjadi prioritas kami,” ujar Leza.
KAI Commuter juga mengajak masyarakat untuk saling memperhatikan dan memberikan dukungan kepada orang-orang di sekitarnya.
“KAI Commuter menyampaikan duka dan keprihatinan kepada keluarga atas kejadian tersebut serta menghormati proses penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang,” ujar Leza.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden Jurangmangu
Apa penyebab insiden siswi tertimpa KRL di Jurangmangu? Menurut Kapolres Tangsel, penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan. Korban diduga melompat ke rel saat KRL melintas.
Kapan insiden ini terjadi? Insiden terjadi pada hari Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30-16.45 WIB.
Bagaimana dampak insiden terhadap perjalanan Commuter Line? Beberapa perjalanan mengalami keterlambatan antara 14-25 menit, terutama relasi Tanah Abang-Rangkasbitung.
Di mana jenazah korban dibawa? Jenazah korban dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
Bagaimana cara menghubungi KAI Commuter untuk informasi lebih lanjut? Masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan KAI Commuter melalui hotline resmi atau mengunjungi kantor stasiun terdekat.
