New Policy Pertamina: Larangan Isi Pertalite untuk Mobil 1.400 cc ke Atas
Klarifikasi Pertamina Soal New Policy BBM Subsidi
New Policy – Dalam beberapa hari terakhir, perdebatan mengenai New Policy Pertamina yang melarang penggunaan Pertalite untuk mobil bermesin di atas 1.400 cc memicu perhatian publik. Isu ini menyebar cepat di media sosial, termasuk TikTok, yang menyebutkan bahwa mulai 1 Juni 2026, sejumlah model kendaraan akan dikenai pembatasan penggunaan BBM subsidi. Pertamina Patra Niaga segera merespons dengan penjelasan bahwa tidak ada kebijakan resmi yang mengatur hal tersebut.
“New Policy yang mengklaim Pertalite tidak bisa digunakan untuk mobil dengan mesin lebih dari 1.400 cc belum final. Informasi ini dianggap tidak benar karena pemerintah belum memberikan arahan resmi,” ungkap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam pernyataan tertulis, Senin (25/5).
Detail Kebijakan dan Daftar Kendaraan yang Disebutkan
Isu New Policy ini muncul setelah seorang pengguna TikTok menyebutkan bahwa 20 model kendaraan akan dilarang menggunakan Pertalite mulai 1 Juni 2026. Model kendaraan yang disebutkan mencakup Toyota Avanza, Daihatsu Terios, Honda BR-V, Suzuki Ertiga, Wuling Cortez, dan Chery Omoda 5. Namun, Pertamina menegaskan bahwa ini hanya wacana dan belum menjadi kebijakan yang berlaku.
“Kami menyatakan bahwa New Policy ini belum ada dasar resmi. Penggunaan Pertalite tetap bisa dilakukan oleh semua kendaraan selama tidak ada instruksi lebih lanjut dari pemerintah,” tambah Roberth.
Di sisi lain, kebijakan New Policy yang dikaitkan dengan pertalite disebut-sebut sebagai upaya pemerintah memastikan subsidi BBM tidak terbuang sia-sia. Tujuannya adalah agar subsidi hanya dialokasikan kepada kendaraan dengan kebutuhan bahan bakar yang lebih rendah, seperti mobil berkapasitas mesin 1.400 cc. Hal ini sejalan dengan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, yang sebelumnya menjadi dasar perdebatan sejak 2022.
Contoh Model Kendaraan yang Terlibat dalam New Policy
Beberapa model mobil yang dikenal memiliki mesin di atas 1.400 cc seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Terios menjadi pusat perhatian. Meski demikian, Pertamina mengklarifikasi bahwa New Policy ini tidak membatasi penggunaan Pertalite secara umum, melainkan hanya sebagai wacana sementara. Model kendaraan dalam daftar tersebut, menurut Pertamina, tidak secara langsung dipengaruhi oleh kebijakan ini hingga saat ini.
“Pertalite tetap bisa digunakan oleh semua jenis kendaraan. New Policy ini hanya menegaskan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan perubahan kebijakan untuk menyesuaikan subsidi BBM,” jelas Roberth dalam pernyataannya.
Sebagai contoh, mobil seperti Wuling Cortez dan Chery Omoda 5 yang memiliki mesin berkapasitas besar, secara teknis bisa menggunakan Pertalite. Namun, keterlibatan merek-merek tersebut dalam New Policy membuat konsumen mulai waspada dan mencari informasi lebih lanjut. Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap memantau pengumuman resmi sebelum memutuskan perubahan penggunaan bahan bakar.
Respons Konsumen dan Dampak New Policy
Para konsumen mulai mempertanyakan kebijakan New Policy ini, terutama karena berpotensi mengganggu kebebasan pilihan bahan bakar. Beberapa pengguna menyebut bahwa pembatasan ini bisa memicu kenaikan biaya operasional kendaraan mereka. Meski belum ada kebijakan yang berlaku, rumor ini telah mengakibatkan penurunan volume penjualan Pertalite di sejumlah dealer dan pom bensin.
“Kami mengapresiasi kebijakan New Policy ini, namun perlu ada penjelasan lebih jelas agar konsumen tidak bingung. Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan ini berdampak optimal tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat,” kata seorang konsumen yang tidak ingin disebutkan namanya.
Sementara itu, pengamat transportasi menilai bahwa New Policy ini bisa menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan subsidi. Namun, mereka juga menekankan perlunya konsultasi dengan pelaku industri dan masyarakat sebelum implementasi. Selain itu, kemungkinan perubahan kebijakan ini bisa mengarah pada revisi harga BBM subsidi, yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Sejarah Diskusi tentang New Policy BBM Subsidi
Isu New Policy ini bukan pertama kali muncul. Sejak 2022, pemerintah telah berdiskusi mengenai revisi Perpres 191/2014 untuk membatasi penggunaan Pertalite. Tujuannya adalah agar subsidi BBM bisa lebih tepat sasaran, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan bahan bakar lebih sedikit. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kebijakan yang secara langsung mengatur pembatasan tersebut.
“Diskusi tentang New Policy ini telah berlangsung lama, namun belum ada kesepakatan final. Pertamina Patra Niaga akan tetap menunggu arahan resmi sebelum melaksanakan perubahan,” tambah Roberth.
Revisi Perpres tersebut diperkirakan akan menyesuaikan subsidi BBM dengan kebutuhan bahan bakar masing-masing kendaraan. Kebijakan ini bisa menjadi peningkatan efisiensi anggaran, namun juga berpotensi menimbulkan ketimpangan jika tidak dipersiapkan dengan baik. Pertamina menyatakan bahwa New Policy ini akan tetap dijaga konsistensinya selama tidak ada perubahan dari pemerintah.
