Berita Seleb

Topics Covered: Yovie Widianto Bagi Siasat Kreatif di Tengah Gempuran AI

Yovie Widianto Berbagi Strategi Kreatif di Era AI

Topics Covered – Dalam acara Jogja Financial Festival 2026 yang diadakan pada Jumat (22/5), Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto membahas Topics Covered terkait pengembangan kreativitas di tengah dominasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). Dalam sesinya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan AI sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti inisiatif kreatif manusia. Menurut Yovie, pembicaraan tentang Topics Covered ini menjadi acuan untuk menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan ekspresi budaya yang unik.

AI Sebagai Mitra dalam Proses Kreatif

Yovie, yang juga dikenal sebagai musisi dan anggota Kahitna, menyatakan bahwa teknologi AI adalah bagian tak terhindarkan dari perkembangan industri kreatif. “AI bisa mempercepat proses produksi, tetapi jangan lupa bahwa manusia tetap menjadi pusat dari keunikan kreatif,” katanya. Ia menjelaskan bahwa meskipun AI mampu menghasilkan karya secara efisien, kehadiran emosi dan sentimen dalam karya tetap menjadi kekuatan unik yang sulit dibandingkan dengan mesin. Hal ini menjadi Topics Covered utama dalam diskusi di acara tersebut.

“Membuat karya dengan AI bisa sangat cepat, tapi AI tidak memiliki hati. Emosi dan hati itu adalah elemen yang mesti tetap dijaga,”

Yovie menambahkan bahwa para kreatif harus terus belajar menguasai teknologi terbaru. “Jika tidak, kita bisa tertinggal dan kehilangan daya saing,” ujarnya. Dalam konteks Topics Covered, ia menekankan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh menghilangkan nilai-nilai manusiawi dalam seni, musik, dan industri kreatif lainnya. Keseimbangan antara inovasi teknologi dan keaslian karya manusia, menurutnya, adalah kunci untuk berkembang di era digital.

Kasus Korea Selatan Sebagai Inspirasi

Yovie mengungkapkan bahwa negara-negara seperti Korea Selatan menjadi contoh bagus dalam memanfaatkan soft power untuk mengubah seni lokal menjadi mesin ekonomi. Dalam Topics Covered ini, ia menyebutkan bahwa keberhasilan Korea Selatan dalam menyebarluaskan budaya melalui industri musik, film, dan mode menunjukkan potensi Indonesia yang tak kalah besar. “Indonesia memiliki lebih dari 550 simpul budaya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke,” jelasnya, menambahkan bahwa perbedaan budaya di wilayah yang berdekatan bisa menjadi kekuatan dalam mengembangkan kreativitas.

Dengan pendekatan yang tepat, Yovie yakin karya kreatif Indonesia bisa menjadi identitas nasional, alat diplomasi, dan penggerak ekonomi. Ia menyarankan bahwa pemerintah dan sektor swasta harus bersinergi dalam menciptakan strategi yang menyesuaikan dengan dinamika AI. “Kreativitas bukanlah musuh AI, tetapi partner yang mesti dipertahankan,” imbuhnya, yang menjadi salah satu poin utama dalam Topics Covered ini.

Platform untuk Berkembang dalam Era Digital

Jogja Financial Festival 2026 berfungsi sebagai wadah diskusi untuk menggali potensi ekonomi kreatif di tengah gelombang AI. Acara ini menyatukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk finansial, pendidikan, dan hiburan. Dalam Topics Covered yang diangkat, Yovie memaparkan bahwa kesuksesan ekonomi kreatif bergantung pada inovasi dan kolaborasi yang konsisten. “Festival ini menawarkan ruang untuk berbagi strategi yang relevan dengan tantangan masa kini,” katanya.

Salah satu Topics Covered yang menjadi sorotan adalah penggunaan branding dan storytelling untuk memperkuat nilai budaya. Yovie menjelaskan bahwa kemasan yang tepat dapat mempercepat akses kreativitas ke pasar global. “Dengan teknologi digital, kita bisa menyebarkan karya secara lebih luas,” ujarnya. Selain itu, acara ini juga menampilkan berbagai penampil hiburan yang mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal.

Jadwal dan Registrasi yang Menarik

Jadwal Jogja Financial Festival 2026 terbagi menjadi tiga hari dengan pembukaan dan pendaftaran dimulai pukul 08.00 WIB. Untuk hari ketiga, acara dimulai lebih awal, pada pukul 05.00 WIB, menyesuaikan dengan agenda utama. Informasi lebih lanjut tentang Topics Covered selama acara dapat dilihat melalui link yang disediakan. Yovie menyatakan bahwa acara ini menjadi wadah untuk mengeksplorasi berbagai strategi kreatif yang relevan dengan tren global.

Festival ini ditawarkan secara gratis untuk sesi seminar dan kelas edukasi, sementara fun run 5K dan 10K memerlukan biaya pendaftaran. “Menghadiri acara ini bisa memberikan wawasan baru tentang Topics Covered ekonomi kreatif di era AI,” kata Yovie. Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat luas dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

Leave a Comment