Bekas Caleg Golkar Lolos Calon Hakim Agung, Albertina Ho Gagal
Table of Contents
Dhifla Wiyani Raih Kursi Hakim Agung, Albertina Ho Tertinggal dalam Uji Kepatutan
Kabarberita911.com – Komisi III DPR telah mengesahkan hasil uji kepatutan dan kelayakan yang menetapkan Dhifla Wiyani, mantan caleg dari Partai Golkar, sebagai salah satu dari empat belas calon hakim agung serta hakim ad hoc di Mahkamah Agung. Pengumuman ini disampaikan pada hari Kamis, 13 Agustus. Keputusan mengenai Dhifla menjadi perhatian publik mengingat pada waktu yang bersamaan, Albertina Ho yang merupakan anggota Dewan Pengawas KPK periode 2019 hingga 2024 dinyatakan tidak lolos.
Kedua perempuan tersebut mengikuti seleksi yang sama untuk posisi calon hakim agung kamar pidana. Publik juga mengenal rekam jejak Albertina Ho sebagai hakim yang cukup baik. Namun, dalam proses kali ini, ia gagal sementara Dhifla berhasil meraih tempat.
Ketidakafilasian Partai Menjadi Syarat Utama
Hinca dari Komisi III menyatakan bahwa pihaknya tidak akan ikut campur dalam proses seleksi calon hakim agung karena hal tersebut merupakan kewenangan Komisi Yudisial. Namun, menurutnya, para calon hakim agung tidak boleh memiliki afiliasi dengan partai politik manapun. Ia memastikan bahwa Dhifla telah melepaskan keterkaitannya dengan partai politik, khususnya Golkar.
“Jadi dia tidak terafiliasi lagi. Kalau latar belakang orang kan bisa macem-macem. Itu satu, menjaga itu,” ujar Hinca usai menjalani fit and proper test di kawasan parlemen.
Meskipun demikian, Hinca menilai bahwa kelolosan atau ketidaklolosan seorang calon tidak dapat dibandingkan secara langsung. Hal ini disebabkan oleh banyaknya calon yang mendaftar sejak awal dan melewati berbagai tahap seleksi. Ia menambahkan bahwa pertanyaan mengenai siapa yang lulus dan siapa yang tidak lebih tepat disampaikan kepada KY.
Profil Lengkap Calon Hakim Agung
Berdasarkan hasil fit and proper test Komisi III, Dhifla terpilih bersama tiga nama lainnya sebagai calon hakim agung kamar pidana. Ia bergabung dengan Syamsul Arief yang menjabat sebagai Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung, Sugiyanto sebagai Sekretaris Mahkamah Agung, serta Sudharmawatiningsih yang merupakan Panitera Mahkamah Agung.
Dalam Pemilihan Umum Legislatif 2024, Dhifla pernah maju sebagai caleg Golkar melalui daerah pemilihan Sumatera Barat II dengan nomor urut 3. Ia berhasil mengumpulkan 1.014 suara. Rapat Pleno Komisi III DPR kemudian menyetujui hasil uji kelayakan dan kepatutan terhadap keempat belas calon hakim agung dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung.
Rapat pleno tersebut menyetujui seluruh calon untuk dibawa ke proses selanjutnya, yaitu paripurna DPR sebelum mereka resmi bertugas. Berikut adalah rincian keempat belas nama tersebut:
Calon Hakim Agung Kamar Pidana
1. Syamsul Arief (Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung)
2. Sugiyanto (Sekretaris Mahkamah Agung)
3. Sudharmawatiningsih (Panitera Mahkamah Agung)
4. Dhifla Wiyani (Advokat pada Kantor DW & Partners)
Calon Hakim Agung Kamar Perdata
5. Sobandi (Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung)
6. Nurmaningsih (Notaris pada Kantor Nurmaningsih)
Calon Hakim Agung Kamar Agama
7. Musthofa (Panitera Muda Perdata Agama Mahkamah Agung)
8. Mamat Ruhimat (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandung)
Calon Hakim Agung Kamar Tata Usaha (Pajak)
9. Maftuh Effendi (Hakim Tinggi Pemilah Perkara pada Panitera Muda Perkara Tata Usaha Negara Mahkamah Agung)
10. Hari Sih Advianto (Hakim Pengadilan Pajak)
11. Yeheskiel Minggus (Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang)
Calon Hakim Ad Hoc HAM pada Mahkamah Agung
1. Edwin Partogi Pasaribu (Advokat pada UHP Law Firm)
2. Roki Panjaitan (Purna Bakti Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang)
Calon Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi pada Mahkamah Agung
1. Sudiyo (Hakim pada Pengadilan Militer I-04 Palembang)
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bekas Caleg Golkar Lolos Calon Hakim?
Bekas Caleg Golkar Lolos Calon Hakim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bekas Caleg Golkar Lolos Calon Hakim matter?
Bekas Caleg Golkar Lolos Calon Hakim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
