Berita Peristiwa

What Happened During: Waisak 2026 di Borobudur Diprediksi Dibanjiri Ribuan Umat

What Happened During Waisak 2026 di Borobudur Diprediksi Dibanjiri Ribuan Umat

What Happened During perayaan Tri Suci Waisak 2026 di Candi Borobudur mengundang perhatian besar, terutama dengan prediksi jumlah peserta yang akan mencapai ribuan orang. Acara tahunan ini, yang diadakan pada akhir Mei 2026, diperkirakan menjadi salah satu yang paling diminati dalam beberapa tahun terakhir. Antusiasme umat Buddha dari berbagai wilayah Indonesia menciptakan suasana penuh semangat sebelum hari pelaksanaan, dengan penyelenggaraan yang terus dikembangkan agar lebih mampu menampung kebutuhan jamaah.

Keterlibatan Walubi dan Pertumbuhan Peserta

Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan hingga pertengahan Mei 2026, jumlah peserta yang mendaftar sudah melebihi 23 ribu orang. Peserta datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Banten, serta Jawa Tengah yang menjadi sumber utama jumlah pengunjung. Tanto menegaskan bahwa kehadiran ribuan umat ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap acara spiritual ini.

“What Happened During tahun ini lebih intens, dengan peserta terus berdatangan dari berbagai daerah. Kami juga menerima banyak permintaan tambahan dari jamaah yang ingin ikut serta dalam rangkaian kegiatan,” jelas Tanto dalam wawancara di Semarang, Kamis (14/5) seperti dilansir Antara.

Prosesi Pelepasan Lampion dan Simbol Kebangsaan

What Happened During acara Waisak 2026 menitikberatkan pada pelepasan lampion, yang menjadi momen utama dalam perayaan. Tanto menyebutkan, jumlah peserta diperkirakan meningkat hingga mencapai 10 ribu orang tambahan pada hari pelaksanaan. Acara ini tidak hanya berupa kegiatan ibadah, tetapi juga merupakan upacara kebudayaan yang menampilkan semangat persatuan dan gotong royong umat beragama.

“What Happened During pelepasan lampion akan menjadi titik puncak perayaan, dengan ribuan umat Buddha memadati Candi Borobudur untuk menyaksikan prosesi ini. Selain itu, lampion yang dilepas menjadi simbol perdamaian dan kesatuan,” tambah Tanto.

Strategi Penyesuaian Jadwal untuk Kehadiran Maksimal

Penyesuaian jadwal puncak perayaan Waisak 2026 menjadi salah satu What Happened During yang menarik. Puncak acara dijadwalkan pada 31 Mei 2026, dengan detik-detik Waisak jatuh pada sore hari, tepat pukul 15.44 WIB. Penyesuaian ini bertujuan agar kehadiran peserta maksimal, terutama dari luar kota yang harus berangkat lebih awal.

Prosesi dimulai dari Candi Mendut menuju Borobudur sejak pagi hari, mengikuti jalur sejarah yang dibangun oleh perenang Buddha. Setelahnya, peserta akan mengikuti pelepasan lampion perdamaian dalam dua sesi pada pukul 18.30 WIB, dan ditutup dengan pertunjukan sendratari yang menggabungkan seni tari dan musik tradisional.

Kehadiran Bhikkhu Thudong sebagai Puncak Spiritual

What Happened During Waisak 2026 juga diperkaya oleh kehadiran 60 bhikkhu yang melakukan perjalanan spiritual dari Bali ke Borobudur. Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, menjelaskan bahwa perjalanan ini menempuh jarak sekitar 660 kilometer, sebagai bentuk penghormatan terhadap kebudayaan Buddha yang digabungkan dengan keindahan arkeologi Candi Borobudur.

Perjalanan bhikkhu ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkaya pengalaman spiritual jamaah. Selain itu, kehadiran bhikkhu asing dan lokal menunjukkan kolaborasi antar-negara dalam menyambut Waisak, yang selaras dengan semangat perdamaian dan keberagaman.

Pelaksanaan Libur Panjang dan Dukungan Pemerintah

Dukungan pemerintah Jawa Tengah menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan Waisak 2026 berjalan lancar. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah untuk memfasilitasi kebutuhan jamaah, termasuk pembukaan akses khusus ke lokasi Candi Borobudur selama libur panjang.

“What Happened During penyelenggaraan Waisak Nasional 2026 tidak hanya menginspirasi umat Buddha, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebudayaan dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Jawa Tengah siap memberikan dukungan penuh,” ujar Luthfi.

Libur panjang yang diatur sekit

Leave a Comment