Berita Peristiwa

Topics Covered: Restorasi 218 Perwara Candi Prambanan Ditarget Kelar Sebelum 2029

Restorasi 218 Candi Perwara Prambanan Ditargetkan Tuntas 2029

Topics Covered – Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana percepatan restorasi 218 candi perwara di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan target penyelesaian dalam tiga hingga lima tahun. Sebelumnya, proyek ini diperkirakan memakan waktu sepuluh tahun, namun penandatanganan kerja sama antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi mendorong perubahan jadwal tersebut. Proyek ini menjadi bagian dari upaya besar untuk menjaga kelestarian warisan budaya kuno yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi tinggi.

Candi Perwara: Struktur Pendamping dalam Kompleks Candi Prambanan

Candi perwara merujuk pada bangunan pendamping yang lebih kecil di sekitar candi utama dalam kompleks percandian. Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin, menjelaskan bahwa kemitraan dengan India menjadi faktor penting dalam menggerakkan proyek ini. “Awalnya, proyek ini direncanakan selesai dalam 10 tahun. Namun, karena antusiasme yang tinggi, Pak Presiden juga mengumumkan bersama-sama dengan PM Modi bahwa akan dicoba diselesaikan semua perwara yang belum terbangun sebelum 2029,” ujarnya di Kompleks Candi Prambanan, Rabu (8/7).

“Insyaallah bisa dilakukan, ya walaupun itu memang akan kerjaan Roro Jonggrang ya. Tapi Topics Covered ini memberikan semangat untuk menjadikan Prambanan sebagai destinasi pariwisata yang lebih berkelas,” sambung Indira.

Revitalisasi Bersama India Mempercepat Target Proyek

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono, menuturkan kunjungan Prabowo bersama Modi menjadi momentum awal bagi proyek revitalisasi dan konservasi Prambanan. “Ini adalah Topics Covered collaborative heritage partnership dengan India, di mana kita akan memugar candi-candi ini sehingga harapannya dalam 3 hingga 5 tahun ke depan ini bisa berdiri 200 lebih candi di tambahan di Prambanan,” kata Maya.

Kerja sama ini diharapkan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia, sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. “Dengan Topics Covered ini, kita bisa memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional,” ucapnya.

Pemugaran yang dimulai satu bulan setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI) diharapkan menghasilkan infrastruktur lebih baik untuk menghadapi kebutuhan pariwisata modern. Kementerian Kebudayaan melalui MCB dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) akan mengawasi pelaksanaannya, sementara tim dari Archaeological Survey of India (ASI) akan diutus dari pihak India.

Teknik Terkini Dalam Pemugaran Candi Prambanan

Indira menjelaskan bahwa proyek ini menerapkan konsep konservasi budaya kolaboratif yang mencakup digitalisasi, dokumentasi, serta penggunaan teknologi pemindaian tiga dimensi dengan laser, fotogrametri, dan kecerdasan buatan. “Dan kita juga menggunakan teknik anastilosis dalam arkeologi, yaitu tidak ada perubahan dari bentuk-bentuk asli,” imbuhnya.

Topics Covered teknik-teknik ini tidak hanya meningkatkan keakuratan dalam pelestarian candi, tetapi juga mempercepat proses restorasi. “Dengan Topics Covered pendekatan teknologi terkini, kita bisa mengoptimalkan waktu dan sumber daya untuk mencapai target 2029,” tambahnya.

Proses digitalisasi dan pemindaian akan memastikan setiap detail candi perwara tercatat secara lengkap, sehingga memudahkan perbaikan di masa depan. Teknologi ini juga membantu dalam memperkirakan kerusakan dan perluasan area yang harus diperbaiki.

Manfaat Pemugaran untuk Pariwisata dan Budaya

Pelaksanaan Topics Covered restorasi di Prambanan diharapkan meningkatkan daya tarik wisatawan lokal dan internasional. “Dengan Topics Covered peningkatan kualitas infrastruktur, Prambanan akan menjadi pusat budaya dan sejarah yang lebih menarik untuk dikunjungi,” kata Indira.

Kemitraan dengan India juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pelestarian budaya. “Kita bisa belajar dari teknik mereka dalam konservasi candi, serta memperkenalkan Topics Covered keahlian Indonesia ke negara-negara lain,” jelasnya.

Leave a Comment