Pramono: DKI Jakarta Menduduki Peringkat 2 Transportasi Publik Terbaik ASEAN dalam Special Plan
Special Plan – Dalam sebuah acara di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kota metropolitan ini kini berada di posisi kedua dalam kategori sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara (ASEAN), hanya di bawah Singapura. Pernyataan ini diluncurkan dalam kerangka Special Plan, rencana strategis yang bertujuan mendorong pengembangan infrastruktur dan layanan transportasi untuk meningkatkan kenyamanan warga dan efisiensi mobilitas. Pramono juga menegaskan bahwa DKI Jakarta berada di peringkat ke-8 secara Asia dan ke-17 secara global dalam kategori tersebut, mencerminkan komitmen pemerintah provinsi dalam membangun kota yang lebih ramah dan modern.
Pengembangan Pedestrian Deck sebagai Bagian dari Special Plan
Salah satu inisiatif utama dalam Special Plan adalah pembukaan pedestrian deck Dukuh Atas, yang dirancang sebagai pusat integrasi berbagai moda transportasi. Pramono menjelaskan bahwa proyek ini memungkinkan pengguna transportasi umum berpindah antarmoda dengan mudah, tanpa harus menghadapi cuaca ekstrem seperti panas atau hujan. Menurutnya, fasilitas ini akan menggabungkan enam jenis moda transportasi, yaitu kereta api, bus, sepeda, angkot, taksi, dan layanan ojek, sehingga menciptakan sistem perpindahan yang lebih terpadu. Ini menjadi langkah penting dalam menjalankan Special Plan yang menekankan inovasi dan kenyamanan transportasi umum.
“Kita ingin melalui Special Plan membuat pengguna transportasi umum lebih nyaman. Dengan pedestrian deck ini, mereka tidak lagi terkena cuaca buruk dan bisa berpindah dengan lancar antarmoda,” ujar Pramono.
Strategi Integrasi Moda Transportasi dalam Special Plan
Kebijakan integrasi antarmoda transportasi menjadi salah satu pilar utama Special Plan. Pramono menyebutkan bahwa proyek ini tidak hanya memperkuat keterhubungan antara berbagai alat transportasi, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Dukuh Atas. Dukuh Atas yang sebelumnya hanya menyediakan empat moda transportasi, kini ditingkatkan menjadi enam moda terkoneksikan, termasuk layanan kereta bandara yang diharapkan bisa terpadu dengan fasilitas lainnya. Langkah ini mendukung visi DKI Jakarta sebagai kota dengan sistem mobilitas yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Dengan menggabungkan lebih banyak moda transportasi, kita bisa mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mendorong penggunaan transportasi umum. Ini adalah bagian dari Special Plan yang ingin membawa perubahan signifikan,” tutup Pramono.
Komitmen Peningkatan Kualitas Transportasi Umum
Pramono menekankan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan transportasi umum. Ia menyebutkan bahwa integrasi moda ini akan membantu mengurangi kemacetan, meningkatkan kecepatan perjalanan, dan mengurangi dampak lingkungan dari emisi kendaraan bermotor. Gubernur juga menambahkan bahwa DKI Jakarta terus berupaya memperbaiki sistem transportasi yang menjadi bagian dari rencana jangka panjang, seperti pengembangan jaringan kereta api dan bus yang lebih efisien. Tujuannya adalah untuk menjadikan kota ibu kota sebagai pusat transportasi yang dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di ASEAN.
“Special Plan ini tidak hanya tentang infrastruktur, tapi juga tentang pengelolaan layanan yang lebih baik. Saya percaya, dengan integrasi yang lebih baik, pengguna transportasi umum akan lebih banyak dan kepadatan lalu lintas bisa berkurang,” jelas Pramono.
Perkembangan Infrastruktur dan Penyertaan UMKM dalam Special Plan
Selain mengembangkan sistem transportasi, Pramono juga mengungkapkan rencana pembangunan kawasan Dukuh Atas yang akan menjadi titik check-in bagi penumpang yang menuju Bandara Soekarno-Hatta. Ia menyatakan bahwa dengan integrasi antara transportasi dan layanan imigrasi, mobilitas warga dan pengunjung akan lebih cepat dan terorganisir. Sebagai bagian dari Special Plan, konsep duty free juga diusulkan untuk menfasilitasi UMKM lokal agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen. “Kita ingin memastikan bahwa pengembangan ini tidak hanya mendorong efisiensi transportasi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambah Pramono.
Kota Terbaik ASEAN dan Global dalam Special Plan
Menurut Pramono, pencapaian DKI Jakarta sebagai kota transportasi publik nomor dua terbaik di ASEAN dan ke-17 secara global adalah bukti keberhasilan penerapan Special Plan. Ia menyoroti bahwa peringkat ini menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang layak dan berkelanjutan. Pencapaian ini juga memberi dorongan bagi pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan kualitas sistem transportasi di berbagai wilayah DKI Jakarta. “Kita harus terus berinovasi dan memastikan bahwa Special Plan bisa berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesimpulan, Special Plan menjadi strategi yang diharapkan mampu mewujudkan kota Jakarta yang lebih maju, dengan sistem transportasi umum yang terintegrasi dan layanan yang memadai. Pramono menegaskan bahwa dengan terus mengembangkan infrastruktur dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, DKI Jakarta bisa menjadi contoh terbaik dalam pengelolaan transportasi di kawasan ASEAN. Langkah-langkah ini juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui akses yang lebih mudah dan terstruktur.
