Berita Peristiwa

Latest Program: Kebakaran RSUD Dr Soetomo, 44 Pasien Langsung Dievakuasi

Kebakaran RSUD Dr Soetomo, 44 Pasien Dievakuasi

Latest Program: Kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Dr Soetomo pada Jumat pagi menjadi momen penting dalam pengelolaan darurat di rumah sakit tersebut. Dalam waktu kurang dari satu jam, 44 pasien berhasil dievakuasi dari area terdampak. Meskipun satu dari mereka dinyatakan meninggal dunia akibat kondisi kritis sebelum kejadian, tim medis dan petugas keamanan menunjukkan koordinasi yang baik dalam menyelamatkan nyawa dan keberlanjutan pelayanan kesehatan.

Proses Evakuasi Terkoordinasi

Dalam peristiwa kebakaran terkini, petugas RSUD Dr Soetomo langsung mengaktifkan program darurat yang telah disusun secara rapi. Kepala Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran, Martha Kurnia K, menjelaskan bahwa pengelolaan evakuasi memprioritaskan pasien dalam kondisi kritis, pengunjung, serta keluarga. “Latest Program kami dilengkapi dengan sistem komunikasi dan rute evakuasi yang teruji, sehingga proses ini berjalan efisien dan tidak mengganggu layanan medis lainnya,” tambah Martha.

“Kami telah mempersiapkan 44 pasien dengan cara menempatkan mereka di ruangan yang aman sambil memastikan peralatan medis tetap beroperasi. Evakuasi dilakukan secara bertahap agar tidak ada kekacauan,” kata Martha dalam keterangan resmi.

Setelah deteksi kebakaran, tim internal RSUD Dr Soetomo segera bergerak. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terlibat langsung dalam upaya pemadaman. “Latest Program ini mengharuskan kami memiliki rencana aksi jangka pendek dan jangka panjang. Pada 30 menit pertama, kami mengaktifkan koordinator utama untuk mengendalikan situasi,” terang Martha.

Deteksi Awal dan Tanggap Cepat

Kebakaran yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dideteksi oleh sistem proteksi internal rumah sakit. Sistem ini memicu alarm darurat yang secara otomatis menghubungi semua unit terkait. “Latest Program kami melibatkan pelatihan berkala kepada staf untuk memastikan respons cepat dan efektif. Selain itu, ada penambahan titik evakuasi di beberapa lantai,” ujarnya.

Evakuasi terjadi segera setelah insiden terdeteksi. Pasien dalam kondisi stabil dikeluarkan terlebih dahulu, sementara yang memerlukan perawatan intensif dipindahkan ke ruang yang lebih aman. “Kami menggunakan jaringan emergency di gedung pelayanan jantung terpadu, sehingga pasien tidak terlantar,” tambah Martha. Proses ini berjalan lancar meskipun ada beberapa tantangan yang muncul.

“Latest Program kami juga mencakup penggunaan alat bantu napas dan sistem ventilasi khusus untuk pasien kritis. Hal ini memastikan mereka tetap terlayani meski dalam situasi darurat,” jelas Martha.

Kondisi Pasien dan Penyelidikan Sumber Api

Dua pasien dalam kondisi kritis yang sedang menjalani terapi ventilator di ICCU (Intensive Care Unit Cardiac) menjadi perhatian utama. Mereka berhasil dievakuasi ke Ruang Resusitasi (RES) IGD dengan bantuan tim medis yang terlatih. “Meski satu pasien meninggal karena kondisi sebelumnya, kami tetap mengutamakan stabilitas pasien lainnya,” kata Martha.

Setelah kebakaran dikontrol, petugas mulai melakukan penyelidikan sumber api. Sistem proteksi internal Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu memberikan peran penting dalam mengurangi risiko penyebaran. “Kami masih menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Namun, Latest Program ini sudah terbukti mampu meminimalkan kerugian dan mengamankan nyawa pasien,” tambahnya.

“Kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk menjamin keamanan pasien. Setiap langkah dalam Latest Program ini dihitung dan dijalankan dengan cepat,” kata Martha.

Pengamanan Peralatan dan Dokumen

Sebagai bagian dari Latest Program, RSUD Dr Soetomo juga memastikan peralatan medis tidak rusak selama evakuasi. Petugas khusus ditugaskan untuk melindungi mesin vital seperti alat pencuci darah (hemodialisis) dan perangkat elektronik kritis. “Selain evakuasi pasien, tim kami juga mengamankan dokumen penting untuk meminimalkan gangguan operasional,” jelas Martha.

Proses evakuasi membutuhkan koordinasi ketat antara tim medis dan staf administrasi. “Latest Program ini mencakup pemeriksaan rutin peralatan dan pelatihan pengamanan dokumen. Hal ini membantu kami menghadapi kejadian seperti ini dengan lebih siap,” tambahnya. Meski ada kerugian material, pelayanan tetap berjalan lancar di area yang tidak terkena dampak.

“Latest Program kami mencakup persiapan untuk semua skenario, termasuk kebakaran. Hasilnya, kami bisa mengendalikan kejadian ini dan menjaga keselamatan pasien,” pungkas Martha.

Langkah Evaluasi dan Peningkatan

Manajemen RSUD Dr Soetomo mengambil langkah evaluasi menyeluruh setelah kejadian terjadi. Evaluasi ini mencakup pemeriksaan keamanan fasilitas, sistem komunikasi, serta prosedur evakuasi. “Latest Program kami akan terus diperbaiki berdasarkan pengalaman ini. Kami ingin memastikan setiap langkah diambil secara terukur dan bertahap,” kata Direktur Utama, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa.

Direktur Utama menegaskan bahwa kematian satu pasien bukan disebabkan oleh kebakaran itu sendiri, tetapi karena kondisi medis yang kritis sebelumnya. “Pasien tersebut sudah menjalani operasi jantung dan membutuhkan dukungan mesin. Kami tetap berusaha stabilisasi meski hasilnya tidak memuaskan,” kata Cita.

“Latest Program kami terus ditingkatkan, terutama dalam hal respons darurat. Setiap kejadian seperti ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan dan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Setelah insiden, RSUD Dr Soetomo menyatakan bahwa pelayanan tetap berjalan dengan penyesuaian operasional. Area terdampak diubah menjadi ruangan penyimpanan sementara, sementara ruangan lain tetap digunakan untuk perawatan. “Latest Program ini mengajarkan bahwa keberhasilan evakuasi tidak hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang konsistensi dan persiapan yang matang,” tutup Martha.

Leave a Comment