Berita Peristiwa

Iduladha 2026: Rano Karno Salat di Balai Kota – JK di Masjid Al Azhar

Iduladha 2026: Rano Karno dan JK Salat di Tempat Berbeda

Acara Salat Iduladha di Balai Kota DKI Jakarta

Iduladha 2026 – Sejumlah tokoh pemerintah dan masyarakat Jakarta mengikuti ibadah salat Iduladha tahun 1447 H pada Rabu pagi, 27 Mei 2026. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memilih menyelenggarakan salat di halaman Balai Kota. Sesuai informasi dari detikcom, ia tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, mengenakan baju koko putih dan peci hitam. Dalam acara tersebut, Rano didampingi oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto serta Koordinator Staf Khusus Gubernur Firdaus Ali.

Area halaman Balai Kota DKI Jakarta tampak ramai dihiasi oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Semua peserta salat larut dalam kesan suci yang mengisi udara pagi hari. Tema perayaan tahun ini, “Ikhlas Berkurban, Total dalam Pengabdian,” menegaskan semangat kebersamaan dan dedikasi dalam menjalani ibadah tahunan. Tampil sebagai khatib dalam acara tersebut adalah Ketua Umum MUI DKI Jakarta Dr. K.H. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun, sementara imam salat diemban oleh Ketua Umum LPTQ Provinsi DKI Jakarta K.H. Muhammad Ali HM. Dengan bacaan yang tulus dan ritual yang teratur, acara berjalan lancar dan diikuti oleh ratusan peserta.

Salat Iduladha di Masjid Al Azhar

Dalam waktu yang hampir serentak, suasana khidmat juga menghiasi Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) hadir di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, mengenakan jas abu-abu, kemeja putih, dan sarung hijau berpolos. Ia langsung berdiri di barisan depan bersama sejumlah tokoh nasional lainnya, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Salat Iduladha di Masjid Al Azhar dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan jemaah yang memadati area sekitar masjid. Jemaah meluber hingga ke pelataran masjid, mencerminkan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari raya kurban. Bertindak sebagai imam adalah H. Agus Nur Qowim, sementara Din Syamsuddin menjadi khatib yang memberikan khotbah setelah salat selesai. Khotbah tersebut berisi pesan moral dan agama yang relevan dengan tema perayaan.

Kehadiran Tokoh Nasional dan Makna Iduladha

Selain Rano Karno dan JK, sejumlah tokoh nasional lainnya turut hadir untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati Iduladha. Mereka memilih berada di lokasi yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu menyampaikan pesan tentang keikhlasan dan pengabdian. Hadirnya tokoh-tokoh ini menunjukkan peran penting mereka dalam memperhatikan keseimbangan antara tugas pemerintahan dan keimanan.

Iduladha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, merupakan momen penting dalam kalender Islam. Ibadah yang dilakukan pada Rabu pagi ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan, tetapi juga sebagai perwujudan ketaatan terhadap tradisi agama. Kehadiran sejumlah pejabat dan tokoh memberikan makna tambahan, karena mereka melibatkan diri secara aktif dalam upacara yang melibatkan seluruh masyarakat.

Detail Acara dan Penjelasan MUI DKI Jakarta

Ketua Umum MUI DKI Jakarta, Dr. K.H. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun, menjadi sumber informasi mengenai makna perayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa Iduladha menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. “Salat Iduladha adalah sarana bagi kita untuk merenungkan pentingnya kesetiaan dalam beribadah dan merayakan kebersamaan,” ujarnya dalam khotbahnya di Balai Kota.

Sementara itu, dalam acara di Masjid Al Azhar, Din Syamsuddin memberikan khotbah yang membahas tentang makna pengabdian dalam konteks sosial dan religius. Ia menekankan bahwa kurban tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai simbol kepedulian terhadap sesama. “Kurban adalah bentuk kepedulian kepada orang lain, termasuk dalam menunaikan tugas sebagai pemimpin dan warga negara,” jelas Din Syamsuddin.

Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan komitmen mereka dalam menginspirasi masyarakat. Meski berada di lokasi berbeda, baik Rano Karno maupun JK memberikan kesan yang sama, yaitu fokus pada kebersamaan dan keikhlasan. Hal ini sejalan dengan tema perayaan tahun ini, yang menekankan pentingnya kesatuan dalam kegiatan keagamaan.

Penjelasan tentang Pengaturan Ibadah

Pengaturan salat Iduladha di Balai Kota DKI Jakarta dilakukan secara terpusat, dengan peserta yang duduk berjajar di halaman masjid. Pemandangan tersebut menggambarkan bagaimana pengabdian bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk kegiatan keagamaan yang dihadiri oleh banyak orang. Dalam pesan khotbahnya, Faiz Syukron Ma’mun mengingatkan bahwa Iduladha adalah saat untuk merefleksikan kehidupan sehari-hari dengan penuh rasa syukur.

Di Masjid Al Azhar, suasana berbeda namun tetap penuh makna. Jemaah yang datang berasal dari berbagai latar belak

Leave a Comment