Berita Peristiwa

GPCI Sebut 9 WNI Diculik Israel Akan Diterbangkan ke Turki

GPCI Umumkan 9 WNI yang Diculik Israel Akan Dibawa ke Turki

GPCI Sebut 9 WNI Diculik Israel – Dalam pernyataan terbaru, organisasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkapkan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh pasukan Israel telah resmi dibebaskan. Para korban akan segera diterbangkan ke Istanbul, Turki, untuk proses investigasi lebih lanjut. Pernyataan ini diberikan oleh Maimon Herawati, perwakilan Steering Committee Global Sumud Flotilla (GSF) dan Koordinator Dewan Pengarah GPCI, dalam video yang diterima pada Kamis (21/5). Menurut Maimon, tim pengacara GPCI sudah menerima daftar nama-nama WNI dari Israel, dan ke-sembilan orang tersebut telah terdaftar sebagai tahanan yang diterbangkan ke Turki. Namun, proses verifikasi masih berlangsung hingga dua hingga tiga jam sebelum informasi lebih rinci bisa dipublikasikan.

Latar Belakang Penculikan WNI

Insiden penculikan ini terjadi dalam rangkaian operasi yang dilakukan tentara Israel terhadap kapal-kapal flotilla perjalanan perdamaian di laut Mediterania. Penculikan WNI yang melibatkan berbagai organisasi seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan Spirit of Aqso menjadi sorotan karena menunjukkan adanya keterlibatan individu Indonesia dalam konflik Israel-Palestina. Pernyataan Maimon menegaskan bahwa ke-sembilan WNI tersebut diambil oleh Israel sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan aksi perlawanan dari masyarakat internasional. “Kita masih menunggu konfirmasi manifest pesawat untuk memastikan bahwa semua nama terdaftar, tetapi secara umum, ke-sembilan WNI sudah dinyatakan bebas dari tindakan penculikan,” jelasnya.

“Alhamdulillah, saat ini sembilan WNI sudah tercantum dalam daftar yang diberikan oleh Israel sebagai bebas dari tindakan penculikan. Langkah pertama kami adalah mengumpulkan kesaksian mereka mengenai penganiayaan yang dialami oleh penjajah Israel. Selanjutnya, kami akan menyusun dokumen hukum untuk mengajukan kasus ini ke International Criminal Court (ICC),” tambah Maimon Herawati dalam video tersebut.

Daftar 9 WNI yang Diculik Tentara Israel

Berikut adalah daftar lengkap sembilan WNI yang diculik Israel, sebagaimana diumumkan oleh GPCI:

  • Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
  • Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef
  • Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1
  • Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
  • Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
  • Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk

Dari daftar tersebut, beberapa WNI tergabung dalam kelompok lokal seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat, sementara yang lain berasal dari media massa dan organisasi independen. Maimon menjelaskan bahwa penculikan terjadi saat kapal-kapal flotilla mencoba menerobos perairan laut Mediterania untuk membawa bantuan ke wilayah Palestina. Penculikan ini menjadi bagian dari upaya Israel untuk menghentikan aksi perlawanan terhadap kebijakan mereka di wilayah terdampak.

Maimon Herawati juga menyoroti pentingnya kasus ini bagi hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel. “Kasus ini bisa menjadi peluang untuk mendiskusikan kebijakan Israel di hadapan ICC dan memastikan bahwa hak-hak WNI serta korban penculikan lainnya dilindungi secara internasional,” katanya. Dalam perjalanan ke Turki, para WNI akan diberikan pelatihan untuk menyusun laporan investigasi dan mendokumentasikan kejadian-kejadian yang mereka alami selama ditahan. Selain itu, GPCI juga berencana menggandeng pihak internasional untuk memperkuat klaim mereka terkait pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pasukan Israel.

Proses pengembalian WNI ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Palestina. Banyak kelompok aktivis di dalam dan luar negeri mengapresiasi upaya GPCI dalam menyelamatkan korban penculikan dan memperjuangkan keadilan di tingkat global. Dalam perjalanan ke Turki, para WNI akan menjalani pemeriksaan medis, wawancara dengan tim hukum, dan kemudian diberikan pelatihan mengenai cara mengajukan klaim hukum ke ICC. Hal ini menunjukkan komitmen GPCI untuk memastikan bahwa setiap WNI yang terlibat dalam aksi tersebut mendapatkan perlindungan hukum yang layak.

Kasus penculikan 9 WNI ini juga menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Dalam konferensi pers, perwakilan Indonesia menyatakan bahwa kejadian ini harus menjadi bahan pembicaraan dalam forum internasional untuk menegaskan pentingnya hak WNI dalam operasi perlawanan terhadap Israel. Pemimpin organisasi GPCI, Yohanes Tjokro, mengungkapkan bahwa kejadian ini tidak hanya memengaruhi hubungan dengan Israel, tetapi juga menggerakkan masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan dukungan terhadap Palestina. “Kita masih menunggu beberapa jam lagi untuk konfirmasi lengkap, tetapi ini adalah langkah awal yang sangat signifikan,” katanya.

Dengan diterbangkannya sembilan WNI ke Turki, GPCI menargetkan untuk mengungkap lebih jauh tindakan Israel selama operasi tersebut. Informasi yang dihimpun akan menjadi dasar untuk mengajukan laporan ke ICC dan mendorong pihak internasional untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi. Kehadiran WNI di Turki juga diharapkan dapat memperkuat narasi Indonesia dalam konflik Palestina-Israel, serta memberikan suara yang lebih besar bagi korban penjajahan. Pemutakhiran lebih lanjut akan diberikan setelah manifest pesawat diserahkan secara resmi oleh pihak Israel.

Leave a Comment