Berita Peristiwa

BMKG Catat 37 Gempa Susulan Usai Gempa M7 Guncang NTT

gempa-m-77-guncang-flores-hotel-fasilitas-publik-di-labuan-bajo-rusak-1786753859483_169
Foto : Karen Johnson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. BMKG Catat 37 Gempa Susulan Pasca Guncangan M7,7 di NTT
  2. Related Reading

BMKG Catat 37 Gempa Susulan Pasca Guncangan M7,7 di NTT

Kabarberita911.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencatat 37 gempa susulan yang terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo M7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu gempa terbesar yang pernah terjadi di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. BMKG Catat 37 Gempa Susulan sebagai bagian dari proses monitoring berkelanjutan untuk memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Hingga pukul 07.07 WIB, hasil pemantauan menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock yang terdeteksi oleh stasiun-seasiun pemantau BMKG di berbagai lokasi. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida, menjelaskan bahwa data ini diperoleh dari sistem monitoring real-time yang terpasang di seluruh Indonesia. BMKG Catat 37 Gempa Susulan dengan detail lokasi, kedalaman, dan kekuatan masing-masing gempa untuk keperluan analisis lebih lanjut.

“Hingga pukul 07.07 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/8).

Karakteristik Gempa Susulan yang Terdeteksi

Nelly Florida menjelaskan bahwa kekuatan gempa susulan bervariasi, dengan magnitudo berkisar antara 3,6 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, hanya satu gempa yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar episentrum. BMKG Catat 37 Gempa Susulan dengan mencatat kedalaman hiposenter yang bervariasi antara 10 hingga 50 kilometer di bawah permukaan bumi. Data ini penting untuk memahami mekanisme patahan yang terjadi di wilayah NTT.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau aktivitas gempa susulan hingga muka air laut kembali normal. BMKG sebelumnya telah mengakhiri peringatan dini tsunami setelah memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut. BMKG Catat 37 Gempa Susulan sebagai indikasi bahwa proses pelepasan energi dari gempa utama masih berlangsung.

“Jadi nanti BMKG akan terus monitor aktivitas gempa susulannyadan akan terus menginformasikan ke masyarakat,” ujar dia.

Data Tsunami di Berbagai Wilayah

Berdasarkan pemantauan muka air laut BMKG, tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah dengan ketinggian berbeda-beda. Ketinggian tertinggi tercatat di Maurole, Ende, yakni 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB. Tsunami juga terdeteksi di berbagai lokasi lainnya, antara lain Sikka dengan ketinggian 0,19 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, Baubau 0,30 meter, Bulukumba 0,54 meter, dan Kolaka 0,23 meter.

BMKG Catat 37 Gempa Susulan sambil terus memantau perkembangan ketinggian air laut di seluruh stasiun pengamatan. Data tsunami ini menjadi referensi penting untuk evaluasi dampak gempa terhadap wilayah pesisir. Untuk informasi lebih lanjut mengenai peta sebaran gempa, masyarakat dapat mengakses halaman nasional CNN Indonesia.

Imbauan untuk Warga Terdampak

BMKG mengimbau agar warga di daerah terdampak tidak memasuki bangunan rusak terlebih dulu, mengingat masih ada potensi gempa susulan. Menurut BMKG, hal ini malah akan membahayakan bagi keselamatan warga. BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami dan menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga dan Waspada. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah gempa berpotensi memicu tsunami.

Sebelumnya, Kepala BMKG Manggarai Barat Maria Patrica Seran mengatakan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami dan gempa susulan masih dapat terjadi. BMKG Catat 37 Gempa Susulan sebagai bagian dari proses pemulihan pasca bencana. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui media sosial dan situs web resmi.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa lama BMKG akan memantau gempa susulan? BMKG akan terus memantau aktivitas gempa susulan hingga muka air laut kembali normal dan tidak ada indikasi bahaya lebih lanjut.

Apakah ada ancaman tsunami lanjutan? BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami setelah memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut dari gempa tersebut.

Bagaimana cara mendapatkan informasi terbaru? Masyarakat dapat mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui media sosial, situs web, atau CNN Indonesia untuk update real-time.

Apakah gempa susulan masih bisa terjadi? Ya, BMKG Catat 37 Gempa Susulan dan menyatakan bahwa gempa susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Leave a Comment