Berita Olahraga Lainnya

3 Cabang Olahraga Berangkat Mandiri Bela Indonesia di Asian Games 2026

5ec9c7f7-ec5b-42ec-a90f-4ec4c175f4a8_169
Foto : Sarah Moore - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. 3 Cabang Olahraga Berangkat Mandiri ke Asian Games 2026: Strategi Baru NOC Indonesia
  2. Related Reading

3 Cabang Olahraga Berangkat Mandiri ke Asian Games 2026: Strategi Baru NOC Indonesia

Kabarberita911.com – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi mengumumkan daftar atlet yang akan mewakili bangsa di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa 3 Cabang Olahraga Berangkat Mandiri akan menjadi bagian dari strategi baru untuk memaksimalkan potensi prestasi atlet Indonesia. Total kontingen Indonesia terdiri dari 432 atlet yang berasal dari 35 cabang olahraga berbeda.

Selain para atlet, dukungan penuh juga diberikan melalui 148 pelatih dan ofisial, serta 32 anggota tim Chef de Mission (CdM). Kehadiran mereka diharapkan dapat memastikan setiap atlet mendapatkan pendampingan optimal selama persiapan dan pelaksanaan kompetisi di Jepang.

Peran Pendanaan Mandiri dalam Prestasi Atlet

NOC Indonesia menegaskan bahwa perbedaan sumber pendanaan tidak menjadi faktor pembeda dalam menentukan target prestasi. Baik cabang olahraga yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun yang berangkat mandiri memiliki kesempatan yang sama untuk meraih hasil terbaik di kancah Asia.

Meskipun mayoritas cabang olahraga menggunakan dana pemerintah, tiga cabang tertentu memilih jalur mandiri. Ketiga cabang tersebut adalah tenis meja, anggar, dan tinju. Keputusan ini diambil berdasarkan inisiatif federasi masing-masing yang merasa mampu membiayai kebutuhan atlet tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran negara.

“Kalau ada yang berinisiatif berangkat mandiri, kami persilakan,” ujar Menpora Erick Thohir dalam pernyataannya yang dikutip dari Antara.

Kebijakan Menpora Erick Thohir untuk Kontingen Mandiri

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir membuka peluang bagi kontingen Indonesia yang ingin berangkat sendiri ke Asian Games 2026. Menurutnya, cabang olahraga yang diberangkatkan dengan dana pemerintah harus memiliki ukuran yang jelas dan diperkirakan bisa meraih medali. “Sekarang di Kemenpora kita harus spesifik dan targeted. Semua harus ada penilaiannya,” jelasnya.

Erick menambahkan bahwa jika performa atlet yang berangkat mandiri mampu meraih prestasi gemilang, maka pada ajang berikutnya mereka bakal diperhitungkan mendapat pembiayaan dari pemerintah untuk urusan keberangkatan. “Apakah mereka akan dihitung sebagai bagian dari KPI [key performance indicator] untuk kegiatan ke depan? Itu bisa menjadi penilaian tersendiri,” ujarnya.

Atlet dari cabang olahraga yang berangkat mandiri juga diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka dalam membuktikan eksistensi dengan meraih medali. Namun, Erick menjelaskan bahwa apabila atlet bisa naik podium, cabang olahraga yang berangkat mandiri belum tentu bisa mendapat bonus. “Kalau mencapai target, belum tentu ada bonus karena keberangkatannya mandiri,” katanya.

Harapan Prestasi dari Tiga Cabang Olahraga Mandiri

Tenis meja, anggar, dan tinju menjadi tiga cabang olahraga yang dipilih untuk berangkat mandiri ke Asian Games 2026. Ketiganya memiliki sejarah prestasi yang cukup baik di tingkat Asia dan diyakini mampu bersaing dengan atlet-atlet kuat dari negara-negara Asia lainnya.

Keputusan untuk berangkat mandiri ini juga sejalan dengan upaya NOC Indonesia dalam menciptakan sistem pendanaan yang lebih fleksibel dan berbasis kinerja. Dengan demikian, setiap cabang olahraga dapat menyesuaikan strategi persiapan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang 3 Cabang Olahraga Berangkat Mandiri

1. Mengapa 3 Cabang Olahraga Berangkat Mandiri ke Asian Games 2026? Keputusan ini diambil berdasarkan inisiatif federasi masing-masing yang merasa mampu membiayai kebutuhan atlet tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.

2. Apakah cabang olahraga yang berangkat mandiri tetap mendapat bonus jika meraih medali? Menurut Menpora Erick Thohir, apabila atlet bisa naik podium, cabang olahraga yang berangkat mandiri belum tentu bisa mendapat bonus karena keberangkatannya sudah ditanggung sendiri.

3. Bagaimana pengaruh kebijakan ini terhadap KPI Kemenpora? Performa atlet yang berangkat mandiri akan dihitung sebagai bagian dari KPI untuk kegiatan ke depan, sehingga prestasi mereka tetap menjadi pertimbangan dalam alokasi dana pemerintah.

4. Berapa total atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2026? Total terdapat 432 atlet dari 35 cabang olahraga yang akan mewakili Indonesia di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

5. Apakah semua atlet dari 3 cabang olahraga yang berangkat mandiri akan mendapat pendampingan yang sama? Ya, meskipun pendanaannya berbeda, setiap atlet tetap mendapat pendampingan dari pelatih dan ofisial yang telah ditunjuk oleh NOC Indonesia.

Leave a Comment