Teknologi Buatan Indonesia yang Diam-diam Dipakai Dunia
Table of Contents
Empat Inovasi Teknologi Indonesia yang Berdampak Global
Kabarberita911.com – Kerap kali diasumsikan bahwa masyarakat Indonesia sekadar menjadi pengguna produk teknologi asing. Kenyataannya, beberapa penemuan dan sistem yang lahir di tanah air telah menyebar ke berbagai belahan dunia — mulai dari metode konstruksi infrastruktur, pesawat terbang, peringatan dini bencana alam, hingga mekanisme pembayaran digital. Berikut empat di antaranya yang secara diam-diam dimanfaatkan oleh negara lain.
QRIS: Kode Pembayaran yang Melampaui Batas Negara
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran dengan tujuan menyederhanakan sekaligus menstandarisasi transaksi berbasis kode QR. Melalui skema QRIS Antarnegara, wisatawan domestik kini dapat memakai aplikasi pembayaran lokal untuk bertransaksi di negara mitra, dan sebaliknya — pengunjung dari negara mitra juga mampu melakukan pembayaran di Indonesia lewat jaringan yang telah terkoneksi.
Bank Indonesia mencatat bahwa interoperabilitas lintas negara tersebut saat ini mencakup Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Dengan demikian, pengguna tidak lagi bergantung pada satu jaringan pembayaran tertentu untuk menyelesaikan transaksi di luar negeri.
InaTEWS: Mata Peringatan Tsunami untuk 28 Negara
Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) dioperasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sistem ini bukan hanya tulang punggung mitigasi tsunami di dalam negeri, melainkan juga menjadi sumber informasi bagi kawasan Samudra Hindia secara keseluruhan.
Dalam kapasitasnya sebagai Tsunami Service Provider (TSP) untuk kawasan tersebut — bersama Australia dan India — BMKG menyediakan data peringatan dini tsunami kepada 28 negara mitra regional. Menurut BMKG, parameter gempa dapat dirilis dalam rentang waktu sekitar 30 hingga 60 detik, sementara peringatan dini tsunami sendiri mampu dikeluarkan dalam durasi kurang dari tiga menit.
Sosrobahu: Membangun Jalan Layang Tanpa Menghentikan Lalu Lintas
Teknologi Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH), yang lebih dikenal dengan nama Sosrobahu, merupakan inovasi konstruksi hasil karya insinyur Indonesia Tjokorda Raka Sukawati. Metode ini memungkinkan pemasangan bagian kepala tiang (pier head) jalan layang dilakukan tanpa menimbulkan gangguan berarti terhadap arus kendaraan di bawahnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa penerapan Sosrobahu tidak terbatas pada proyek-proyek domestik. Teknologi tersebut telah diadopsi pula di Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Filipina misalnya, metode ini digunakan dalam pembangunan salah satu ruas jalan layang terpanjang di negara itu.
CN235: Pesawat Multiguna yang Lahir dari Kolaborasi Indonesia–Spanyol
Pesawat CN235 hingga kini masih diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Awalnya, pengembangan pesawat ini merupakan buah kerja sama antara Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) — yang kemudian bertransformasi menjadi PTDI — dan perusahaan Spanyol CASA, yang kini menjadi bagian dari Airbus Defence and Space.
Kedua pihak membentuk perusahaan patungan Aircraft Technology (Airtech) pada 17 Oktober 1979 untuk merancang CN235. Proses pengembangan bersama dimulai tahun berikutnya, yakni 1980. Prototipe rancangan CASA yang diberi nama “Elena” melakukan penerbangan perdana pada 11 November 1983, sedangkan prototipe IPTN bernama “Tetuko” terbang pertama kali pada Desember di tahun yang sama. Produksi serial baru dimulai pada 1986.
Seiring berjalannya waktu, IPTN/PTDI mengembangkan varian CN235-110 dan CN235-220, sementara CASA merancang versi 200 dan 300. Saat ini, PTDI merupakan satu-satunya produsen CN235 di dunia.
PTDI mencatat bahwa CN235-220 telah beroperasi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Burkina Faso, Pakistan, Senegal, dan Nepal. Pesawat multiguna ini digunakan dalam berbagai konfigurasi misi, termasuk transportasi militer serta patroli maritim.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Teknologi Buatan Indonesia yang Diam diam?
Teknologi Buatan Indonesia yang Diam diam is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Teknologi Buatan Indonesia yang Diam diam matter?
Teknologi Buatan Indonesia yang Diam diam matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
