Berita Keuangan

BI Buka Suara soal Rupiah Ambruk hingga Rp17.500 per Dolar AS

BI Buka Suara Soal Rupiah Ambruk hingga Rp17.500 per Dolar AS

BI Buka Suara soal Rupiah Ambruk – Dalam situasi terkini, nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan, dengan kurs rupiah mencapai level Rp17.529 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5). Pelemahan rupiah ini mencapai 115 poin atau sebesar 0,66 persen dibandingkan hari sebelumnya, sejalan dengan tren penurunan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. BI Buka Suara soal Rupiah menjadi poin utama dalam diskusi terkini mengenai dinamika ekonomi dan kebijakan moneter yang sedang diterapkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar.

Penyebab Utama Pelemahan Rupiah

Menurut Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, pelemahan rupiah pada hari ini dipicu oleh dua faktor utama: dinamika global dan kondisi domestik. Dalam wawancara resmi, Destry menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung intens telah memberikan dampak signifikan. “Perang di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian pasar dan mendorong kenaikan harga minyak dunia, yang berujung pada tekanan terhadap rupiah,” ujar Destry. Faktor ini mengakibatkan aliran dana ke luar negeri meningkat, terutama dari sektor keuangan dan perdagangan.

“BI memperkirakan tekanan musiman ini akan mereda, sehingga nilai tukar Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya,”

Sementara itu, faktor domestik seperti pembayaran Utang Luar Negeri (ULN) dan kebutuhan musiman seperti pembayaran dividen serta biaya ibadah haji juga berkontribusi pada pelemahan. Destry menyebutkan bahwa permintaan dolar AS di dalam negeri terus meningkat, yang memicu tekanan pada rupiah. Ia menegaskan bahwa BI Buka Suara soal Rupiah dalam upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.

Langkah BI untuk Stabilisasi Kurs

Untuk mengatasi tekanan terhadap rupiah, BI terus melakukan intervens

Leave a Comment