Berita Kampus

Rincian Formasi Sekolah Kedinasan 2026, Bersiap Daftar

pelantikan-pamong-praja-muda-angkatan-ke-33-tahun-2026-di-ipdn-1785300231625_169
Foto : Karen Johnson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka dengan 4.770 Formasi
  2. Related Reading

Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka dengan 4.770 Formasi

Kabarberita911.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah resmi membuka jalur penerimaan untuk sekolah kedinasan tahun 2026. Berdasarkan informasi yang tercantum di laman resmi menpan.go.id, pemerintah pusat telah menetapkan total kuota sebanyak 4.770 formasi untuk tahun ini. Bagi para lulusan SMA, SMK, atau sederajat yang bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Rincian Formasi Sekolah Kedinasan 2026 menjadi informasi krusial yang harus diperhatikan dengan saksama.

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Menteri PANRB Rini Widyantini.

Proses pendaftaran akan dilaksanakan secara terpusat melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Para calon peserta nantinya dapat mengakses seluruh informasi serta melakukan pendaftaran melalui situs sscasn.bkn.go.id setelah pengumuman resmi dilakukan. Pendaftaran ini merupakan kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia untuk bergabung dengan instansi pemerintah ternama.

Sembilan Instansi Pemerintah Buka Formasi

Tahun ini, terdapat sembilan instansi pemerintah yang membuka kesempatan bagi lulusan SMA, SMK, atau sederajat untuk melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan sesuai minat dan bidangnya. Kesembilan kementerian dan lembaga tersebut meliputi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan yang memiliki 22 sekolah kedinasan, Kementerian Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Salah satu ketentuan penting yang harus diperhatikan adalah pelamar hanya diperbolehkan mendaftar ke satu instansi saja. Apabila seorang peserta melakukan pendaftaran lebih dari satu kali, maka ia akan dinyatakan gugur dari seleksi. Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan setiap pelamar fokus pada pilihan terbaik mereka dan menghindari duplikasi data dalam sistem seleksi.

Rincian Formasi per Instansi

Berikut adalah daftar lengkap sekolah kedinasan beserta jumlah formasi yang tersedia untuk tahun 2026:

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri menyediakan 1.410 formasi. Sementara itu, Politeknik Keuangan Negara – Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) dari Kementerian Keuangan membuka 1.000 formasi. Lingkungan Kementerian Perhubungan menawarkan 891 formasi melalui 22 sekolah kedinasannya.

Untuk bidang statistik, Politeknik Statistika – Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) di bawah Badan Pusat Statistik menyediakan 564 formasi. Di sektor hukum, Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) dari Kementerian Hukum membuka 250 formasi. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas) di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menawarkan 375 formasi.

Sektor meteorologi diwakili oleh Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) yang menyediakan 130 formasi. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di bawah Badan Intelijen Negara membuka 100 formasi. Terakhir, Politeknik Siber dan Sandi Negara (PoltekSSN) dari Badan Siber dan Sandi Negara menyediakan 50 formasi. Informasi lengkap mengenai Rincian Formasi Sekolah Kedinasan 2026 ini dapat diakses melalui portal resmi SSCASN.

Proses Seleksi Menggunakan Sistem CAT

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, seleksi sekolah kedinasan tahun 2026 akan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ditargetkan dilaksanakan pada bulan September 2026. Sama seperti tes CASN lainnya, SKD ini terdiri dari tiga materi utama, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Setelah melewati tahap SKD, para pelamar akan melanjutkan ke seleksi lanjutan. Namun, jadwal detail untuk seleksi lanjutan tersebut akan diatur secara mandiri oleh masing-masing sekolah kedinasan. Calon peserta disarankan untuk terus mempersiapkan diri secara intensif agar siap menghadapi seluruh tahapan seleksi.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Kapan waktu pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026? Pendaftaran akan dibuka melalui portal SSCASN setelah pengumuman resmi dari PANRB. Calon peserta disarankan untuk memantau situs resmi sscasn.bkn.go.id untuk informasi terkini.

Apakah boleh mendaftar lebih dari satu sekolah kedinasan? Tidak. Pelamar hanya diperbolehkan mendaftar ke satu instansi saja. Pendaftaran ganda akan menyebabkan peserta dinyatakan gugur dari seleksi.

Bagaimana cara mengetahui Rincian Formasi Sekolah Kedinasan 2026? Informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi menpan.go.id dan sscasn.bkn.go.id yang memuat daftar formasi per instansi beserta persyaratan masing-masing.

Apakah ada batasan usia untuk mendaftar? Setiap sekolah kedinasan memiliki ketentuan usia yang berbeda-beda. Calon peserta harus memeriksa persyaratan spesifik dari instansi yang dituju sebelum melakukan pendaftaran.

Leave a Comment