What Happened During: KPK Periksa Eks Direktur Kemenhub dalam Kasus Pengumpulan Fee Proyek DJKA
What Happened During – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan pengumpulan fee proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam proses penyelidikan ini, mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Danto Restyawan, diperiksa sebagai saksi pada 25 Juni 2026. Penyidik KPK sedang menggali informasi terkait peran Danto dalam What Happened During pengelolaan proyek tersebut.
“What Happened During penyelidikan ini, kami memeriksa saksi untuk memperkuat bukti-bukti terkait dugaan gratifikasi proyek DJKA,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/6).
Deteksi Korupsi dalam Proses Pengadaan
What Happened During investigasi ini, KPK menyoroti indikasi suap dalam pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api. Proses pengadaan dianggap sebagai titik masuk utama untuk What Happened During penyalahgunaan kekuasaan. Dalam beberapa proyek, dana fee diduga dialirkan melalui mekanisme rekayasa pengadaan yang dirancang untuk menguntungkan pihak tertentu.
Penyelidikan dimulai setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Tengah. Setelah berganti nama menjadi Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang, institusi tersebut menjadi pusat perhatian dalam What Happened During kasus korupsi. Selama penyelidikan, jumlah tersangka terus meningkat dari 10 orang menjadi 21 orang per 20 Januari 2026, termasuk anggota Komisi V DPR RI Sudewo.
Proyek yang Menjadi Sorotan
What Happened During penyelidikan KPK mencakup beberapa proyek strategis, seperti jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso, pembangunan jalur di Makassar, serta empat proyek konstruksi lainnya. Dua proyek supervisi di Lampegan dan Cianjur juga terlibat dalam What Happened During penerimaan fee. Selain itu, proyek perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera juga menjadi fokus penyelidikan.
Menurut Budi, dana fee tidak hanya dialirkan ke DJKA, tetapi juga menjangkau pejabat Kemenhub di luar direktorat tersebut serta anggota DPR. “What Happened During kasus ini menunjukkan jaringan korupsi yang melibatkan pihak-pihak di luar DJKA, termasuk pengaruh dari lembaga legislatif,” tambahnya. Penyidik sedang memeriksa hubungan antara stakeholder dalam proyek dan penerimaan gratifikasi yang dilakukan secara tersembunyi.
KPK juga menyoroti peran perusahaan dalam What Happened During proses korupsi. Dua perusahaan tercatat sebagai tersangka korporasi karena diduga terlibat dalam pengumpulan fee melalui kontrak yang tidak transparan. Sejumlah tersangka telah ditahan selama penyelidikan, sementara yang lain masih dalam proses pemeriksaan.
What Happened During kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pengadaan proyek infrastruktur. KPK berupaya memastikan bahwa semua dana dialirkan secara adil dan sesuai prosedur. Penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap detail penyalahgunaan dana dalam beberapa proyek yang berdampak signifikan pada anggaran negara.
