Prabowo: Mitra MBG yang Nakal, Tantang Saya Jika Lebih Pintar
Special Plan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden RI Prabowo Subianto mendapat perhatian khusus setelah beberapa pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) ditangkap kepolisian. Dalam upaya memastikan program ini berjalan optimal, Prabowo mengeluarkan ancaman terhadap mitra-mitranya. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia hadir dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition, yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (3/6). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa semua pihak harus mematuhi aturan, karena special plan ini memiliki peran penting dalam mendorong kesejahteraan rakyat.
Program MBG dan Dampaknya
Special plan MBG dianggap sebagai salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang mendapat akses ke makanan bergizi. Program ini dirancang untuk menyalurkan bantuan makanan kepada keluarga miskin, dengan anggaran yang terus ditambahkan sepanjang periode pelaksanaannya. Namun, adanya penyalahgunaan dana selama 2025-2026 membuat Prabowo merasa perlu menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga integritas special plan tersebut.
“Kalau saudara merasa saudara bisa lebih pinter dari NKRI, ya coba aja,” ujar Prabowo. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan harus siap menerima konsekuensi, karena special plan MBG tidak hanya menjadi kebijakan, tetapi juga janji yang harus dipenuhi oleh seluruh elemen pemerintahan.
Pada 2025-2026, penyidik menemukan indikasi korupsi dalam pengadaan barang-barang seperti motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi. Dalam satu tahun saja, dana MBG terkait pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan nilai anggaran sekitar Rp1 triliun, 32 ribu pasang sepatu yang tidak sesuai aturan, serta 31 ribu tablet dan 5.400 unit TV yang diduga terjadi penyalahgunaan anggaran. Prabowo menyatakan bahwa special plan ini tidak boleh menjadi alasan untuk tindakan pemerintahan yang tidak transparan.
Korupsi MBG dan Sanksi yang Disiapkan
Penetapan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka korupsi menjadi sorotan publik. Ketiganya terdiri dari Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala, Lodewyk Pusung serta Sonny Sonjaya. Menurut Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, ada dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka. Prabowo menegaskan bahwa tidak ada yang boleh meremehkan special plan ini, termasuk pihak-pihak yang mengelola dana MBG.
“BPKP, KPK semua, penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati,” tambah Prabowo. Ia menekankan bahwa sanksi akan diberikan secara tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan penyimpangan dalam pengelolaan special plan MBG.
Prabowo juga meminta agar semua pihak menyadari bahwa special plan ini tidak hanya tentang pangan, tetapi juga tentang kepercayaan rakyat. “Jika merasa lebih pintar, ya coba aja,” ujarnya kembali, menunjukkan sikap tegas terhadap mitra-mitra MBG yang diduga terlibat dalam penyimpangan. Dengan adanya penegakan hukum, Prabowo berharap special plan ini dapat berjalan lebih baik dan mencapai tujuannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
