Latest Program: Kapolri Pemimpin Jakarta Dijaga Jenderal Bintang Tiga
Latest Program – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pengangkatan Kapolda Metro Jaya menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) bintang tiga adalah bagian dari kebijakan yang diarahkan oleh Presiden RI. Ini memperkuat kehadiran jenderal bintang tiga dalam pengelolaan keamanan ibu kota, yang juga melibatkan Pangdam Jaya yang kini dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI AD.
Dalam wawancara dengan media, Listyo menjelaskan bahwa peningkatan pangkat Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya menjadi jenderal bintang tiga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi antar institusi keamanan. “Ini untuk memastikan Jakarta dikelola dengan komando yang lebih kuat, sesuai kebijakan Bapak Presiden,” tegasnya.
Keputusan Presiden dan Implementasinya
Keputusan Presiden Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 yang berlaku sejak 13 Mei 2026 menjadi dasar perubahan struktur kepemimpinan di Jabodetabek. Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, naik dari Inspektur Jenderal (Irjen) menjadi Komisaris Jenderal Polisi setelah mengemban tugas di Bareskrim Polri selama beberapa tahun. Sementara itu, Pangdam Jaya, Deddy Suryadi, juga melalui promosi dari Mayjen menjadi Letnan Jenderal.
Penegakkan hukum di Jakarta semakin terkoordinasi karena keberadaan dua jenderal bintang tiga yang memimpin. Kapolri menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari upaya memperkuat sistem keamanan nasional. “Latest Program ini adalah hasil dari komitmen Presiden untuk menyelaraskan komando antar institusi,” tambah Listyo.
Profil Asep Edi Suheri dan Deddy Suryadi
Asep Edi Suheri, yang kini menjabat Kapolda Metro Jaya, memiliki riwayat karier yang cukup panjang di dunia kepolisian. Ia pernah memimpin beberapa unit operasional khusus, termasuk Tiplink dan Siber. Deddy Suryadi, di sisi lain, memiliki pengalaman dalam bidang pertahanan dan operasi militer. Keduanya diangkat melalui proses yang transparan dan berdasarkan evaluasi kinerja.
Peningkatan jabatan ini juga mencerminkan kebijakan pengembangan karier dalam kepolisian dan TNI. Kapolri menjelaskan bahwa jenderal bintang tiga diberikan tanggung jawab strategis, termasuk pengelolaan operasi kompleks dan penguatan sinergi antar komando. “Latest Program ini memberikan kepercayaan lebih besar kepada para perwira tinggi untuk menjaga stabilitas di Jakarta,” ujar Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi nasional memerlukan pengawasan ketat untuk menghadapi berbagai ancaman. Dengan adanya dua jenderal bintang tiga di posisi strategis, diharapkan tercipta kekuatan kombinasi yang mampu menghadapi tantangan keamanan. Kapolri juga mengingatkan bahwa kebijakan ini akan terus diawasi untuk memastikan keberhasilannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta sering mengalami tekanan dari isu keamanan dan tindakan kriminal. Kehadiran Kapolda dan Pangdam yang lebih berpangkat dianggap sebagai upaya meningkatkan efektivitas penegakan hukum. “Latest Program ini adalah respons terhadap dinamika situasi keamanan di ibu kota,” papar seorang sumber dari Polri.
