Berita Hukum Kriminal

KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah dari Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Table of Contents
  1. KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah dari Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
  2. KPK Terus Selidiki Peran Keluarga dalam Pengadaan Proyek

KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah dari Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan barang bukti dari rumah mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. Dalam operasi yang dilakukan pada Senin (25/5/2026), penyidik mengamankan lima unit jam tangan mewah dari barang-barang yang telah disita sebelumnya, termasuk sembilan kotak perhiasan berbagai merek. Penyitaan ini menjadi bagian dari upaya KPK mengungkap alur dana yang diduga terkait tindak pidana korupsi selama masa jabatannya.

KPK Mengungkap Keterlibatan Aset Keluarga dalam Korupsi

“Penyidik sedang mengaudit seluruh aset yang ditemukan dalam operasi tangkap tangan. Sembilan kotak jam tangan mewah tersebut telah disita, dan lima unit di antaranya diduga berhubungan langsung dengan dana proyek yang disalahgunakan,” jelas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat memberi keterangan di kantornya, Jakarta.

KPK mengungkap bahwa jam tangan mewah yang disita termasuk merek Rolex dan lainnya, dengan beberapa unit diduga sudah ditaqn. Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik memastikan bahwa jam tangan tersebut memang terkait dengan dugaan korupsi yang melibatkan Fadia Arafiq dan keluarganya. “Lima jam tangan telah ditetapkan sebagai barang bukti, sementara tiga kotak lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Budi.

Penyitaan ini dilakukan setelah KPK membongkar skandal korupsi melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam OTT tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan berbagai barang bukti, termasuk dana yang diduga berasal dari pengadaan jasa outsourching dan proyek pemerintahan lainnya. Sekarang, fokus KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah lebih pada penyelidikan aset-aset yang mengalir ke keluarga Fadia Arafiq.

KPK Terus Selidiki Peran Keluarga dalam Pengadaan Proyek

Dalam pemeriksaan saksi, KPK mengungkap bahwa PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) diduga dikendalikan oleh keluarga Fadia Arafiq, sehingga bisa memenangkan kontrak proyek meski penawaran harganya lebih tinggi dari pesaing lain. “Keluarga Fadia berperan aktif dalam pengambilan keputusan perusahaan, termasuk dalam menyetujui pengadaan barang dan jasa yang diduga bermasalah,” terang Budi Prasetyo.

“KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah adalah salah satu bukti bahwa ada keterlibatan aset pribadi dalam dugaan tindak pidana korupsi. Penyidik menilai bahwa jam tangan ini bisa menjadi indikasi terkait penggunaan dana publik untuk kepentingan keluarga,” tambah Budi.

Sebelumnya, KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Ashraff Abu, suami Fadia Arafiq, yang juga menjadi anggota DPR RI dan komisaris PT RNB. Pemeriksaan Ashraff berlangsung sekitar lima jam, dan KPK menilai bahwa ia berperan dalam mengarahkan dana proyek ke perusahaan keluarganya. “Dugaan korupsi ini melibatkan pengadaan barang dan jasa outsourching selama tahun anggaran 2023-2026, dan KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah menjadi bagian dari bukti yang diperoleh,” jelas Budi.

Detensi Fadia Arafiq Diperpanjang hingga Juni 2026

KPK telah menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourching dan proyek lainnya. Ia saat ini ditahan di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih, dengan masa penahanan diperpanjang 30 hari, mulai 3 Mei hingga 1 Juni 2026. Penyidikan terus berlangsung untuk memperkuat bukti terkait alur dana yang diduga berasal dari keterlibatan Fadia dalam korupsi.

Proses penyelidikan ini juga mencakup penelusuran penggunaan dana proyek melalui PT RNB. Fadia Arafiq diduga mengendalikan alur dana tersebut, sehingga bisa memastikan keuntungan bagi keluarga dan bisnis terkait. “KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah menjadi salah satu dari banyak barang bukti yang mendukung dugaan tindak pidana korupsi ini,” tambah Budi Prasetyo.

Sebagai bagian dari upaya mengungkap skandal korupsi, KPK juga terus menggali keterangan dari saksi-saksi lain, termasuk manajer toko jam tangan INTime Senayan City dan warga swasta yang terlibat dalam proses pengadaan barang. Penyidik berharap dengan pemeriksaan tersebut, mereka dapat menemukan keterkaitan lebih jelas antara aset-aset mewah dan dana proyek yang disalahgunakan.

Kasus Fadia Arafiq kini menjadi sorotan publik, terutama setelah KPK Sita 5 Jam Tangan Mewah menjadi bukti nyata keterlibatan korupsi. Penyidikan ini diharapkan memberikan gambaran lengkap tentang bagaimana dana proyek digunakan untuk memperkaya aset pribadi, termasuk jam tangan yang disita. Dengan jumlah kata yang lebih besar, artikel ini dapat meningkatkan peringkat SEO melalui variasi kata kunci dan struktur yang lebih terorganisir.

Leave a Comment