Berita Hukum Kriminal

8 Pendaki Nekat Terabas Jalur Ilegal Semeru saat Karhutla dan Erupsi

aktivitas-vulkanik-gunung-semeru-1777114315531_169
Foto : Thomas Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Delapan Pendaki Ilegal Ditemukan di Semeru Saat Kawasan Masih Ditutup
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Delapan Pendaki Ilegal Ditemukan di Semeru Saat Kawasan Masih Ditutup

Kabarberita911.com – Delapan orang diketahui memasuki kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, melalui jalur tidak resmi ketika pendakian masih ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan serta aktivitas erupsi sejak 26 Agustus 2026. Peristiwa ini memicu operasi pencarian setelah salah seorang dari rombongan tersebut dilaporkan tersesat.

Rombongan itu memasuki area Semeru melalui jalur Candi Jawar di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Senin (7/9). Jalur tersebut bukan akses pendakian yang dibuka untuk umum, sementara penutupan kawasan diberlakukan demi keselamatan pengunjung dan penanganan kondisi di sekitar gunung.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Bambang Suriyono, menyebut dugaan keberangkatan rombongan terjadi pada dini hari.

“Kemungkinan [mendaki ilegal] Senin dini hari melalui Ampelgading,” kata Bambang, Rabu (9/9).

Petugas mengetahui keberadaan mereka ketika satu anggota rombongan meminta pertolongan karena kehilangan arah. Pencarian kemudian dilakukan hingga seluruh pendaki berhasil ditemukan pada Rabu pagi. Setelah ditemukan, kedelapan orang tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Sanksi blacklist dan proses kepolisian

TNBTS memastikan seluruh pendaki yang masuk tanpa izin itu akan dimasukkan ke daftar hitam. Konsekuensinya, mereka tidak lagi diperbolehkan melakukan pendakian di Gunung Semeru. Kasus tersebut juga dikoordinasikan dengan kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum.

“Blacklist sudah pasti. Kami juga koordinasi dengan kepolisian. Yang jelas, kami serahkan ke pihak kepolisian,” ucap Bambang.

Larangan memasuki jalur pendakian selama kawasan ditutup bukan sekadar ketentuan administratif. Kondisi gunung yang sedang mengalami erupsi, ditambah potensi gangguan akibat karhutla, dapat membuat jalur berubah lebih berisiko dan menyulitkan upaya pertolongan apabila terjadi keadaan darurat.

Keputusan penutupan juga berarti petugas perlu membatasi aktivitas manusia di area yang terdampak. Kehadiran pendaki di luar prosedur dapat menambah beban tim lapangan, terutama saat sumber daya difokuskan pada pengawasan kawasan dan keselamatan masyarakat di sekitar gunung.

Pendaki berusia 20 tahun sempat tersesat

Salah satu pendaki yang sempat dicari adalah Muhammad Isa Daus Wasa, 20 tahun, warga Dusun Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Ia dilaporkan hilang pada Senin (7/9), ketika rombongan berada di area Gunung Semeru.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit menjelaskan bahwa informasi awal dari ayah Isa memperkirakan pemuda itu berada di sekitar puncak Limpak. Titik yang disebut berada pada koordinat 8° 06′ 21.24″ S dan 112° 54′ 33.60″.

“Sebanyak dua SRU dikerahkan menuju lokasi. Pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Malang Raya, BPBD Kabupaten Malang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Bolang Rescue, Gimbal Alas, serta warga sekitar,” ujar Nanang.

Dua search and rescue unit atau SRU diterjunkan dalam operasi tersebut. Unsur yang terlibat tidak hanya berasal dari tim SAR, tetapi juga BPBD Kabupaten Malang, TNBTS, kelompok relawan Bolang Rescue dan Gimbal Alas, serta warga setempat. Keterlibatan banyak unsur menunjukkan medan dan kondisi pencarian membutuhkan koordinasi yang cermat.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih enam jam 45 menit, tim gabungan menemukan Isa pada Selasa (8/9). Lokasi penemuan berada di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

“Setelah beristirahat, makan, dan minum untuk memulihkan tenaga, Isa kemudian dievakuasi turun bersama tim menuju posko SAR gabungan,” ucap Nanang.

Evakuasi melewati medan berat

Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya Imam Nahrowi menyampaikan evakuasi dari lokasi penemuan dimulai pada pukul 14.30 WIB. Perjalanan turun dilakukan dengan kewaspadaan tinggi karena tim harus melalui lintasan yang ekstrem dan menghadapi keterbatasan cahaya, terutama ketika malam tiba.

“Evakuasi berlangsung hati-hati lantaran tim harus melewati jalur ekstrem dengan penerangan minim, terutama saat malam hari,” kata Imam.

Isa dan tim pencari akhirnya tiba di posko SAR gabungan sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah dimintai keterangan mengenai kegiatannya selama berada di kawasan Gunung Semeru, ia diserahkan kepada keluarganya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penutupan jalur pendakian perlu dipatuhi, khususnya ketika kawasan menghadapi ancaman kebakaran maupun aktivitas vulkanik. Memilih jalur ilegal atau tetap memasuki area tertutup dapat membahayakan pendaki sendiri, rekan perjalanan, petugas penyelamat, dan warga yang membantu pencarian.

Bagi pengunjung yang berencana mendaki, informasi mengenai status kawasan, akses yang diperbolehkan, dan ketentuan pengelola perlu dipastikan terlebih dahulu. Dalam situasi penutupan, menunda perjalanan merupakan pilihan yang lebih aman daripada mengambil risiko di medan gunung yang sulit diprediksi.

Frequently Asked Questions

What is 8 Pendaki Nekat Terabas Jalur Ilegal?

8 Pendaki Nekat Terabas Jalur Ilegal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 8 Pendaki Nekat Terabas Jalur Ilegal matter?

8 Pendaki Nekat Terabas Jalur Ilegal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment