Cuaca Panas di Makkah, Jemaah Haji Dianjurkan Minum Setiap Jam
Cuaca Panas di Makkah – Selama cuaca terik di Makkah, jumlah cairan yang diperlukan oleh jemaah haji meningkat tajam. Karena suhu tinggi, tubuh kehilangan air lebih cepat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Untuk mencegah dehidrasi dan risiko heatstroke, para jemaah dianjurkan mengonsumsi air mineral sekitar 150 mililiter setiap jam.
“Usahakan konsumsi air mineral 150 mililiter per jam untuk menjaga hidrasi selama melakukan kegiatan ibadah,” kata Pande Putu Agus Mahendra, dokter spesialis gizi klinik, seperti dikutip dari Antara, Senin (11/5).
Kebutuhan cairan harian orang dewasa biasanya sekitar delapan hingga 10 gelas per hari, dengan setiap gelas berisi 250 mililiter. Namun, kondisi ekstrem seperti cuaca panas dan aktivitas fisik intens membuat kebutuhan tersebut meningkat. Jika jemaah beribadah sepanjang hari di bawah suhu tinggi, anjuran minum 150 mililiter per jam setara dengan 3,6 liter per hari.
Mahendra menekankan bahwa dehidrasi tidak hanya terasa sebagai rasa haus. Gejala seperti lemas, pusing, sakit kepala, dan pandangan buram bisa muncul sebelum tubuh terasa kering. Ia menambahkan, dalam dehidrasi kronis, sensasi lapar atau haus bisa berkurang meski cairan dalam tubuh sudah berkurang. “Pada kondisi dehidrasi yang kronis, rasa haus sudah tidak dirasakan lagi dan urine semakin sedikit,” ujarnya.
Rekomendasi untuk Menjaga Keseimbangan Cairan
Selain air putih, jemaah juga disarankan mengonsumsi makanan atau buah yang kaya air serta masakan berkuah. Pande memperingatkan bahwa air elektrolit bisa bermanfaat, tetapi tidak boleh diandalkan sebagai minuman utama. Kombinasi air mineral dengan cairan lain diperlukan untuk memastikan nutrisi dan penyeimbang elektrolit tetap terjaga.
Dalam kondisi panas ekstrem, laporan The Atlantic menyebutkan bahwa tubuh manusia bisa membutuhkan cairan lebih banyak. Pria disarankan minum sekitar 3,7 liter per hari, sementara wanita sekitar 2,7 liter. Jumlah ini lebih besar dibandingkan kebutuhan cairan dalam situasi biasa.
Kementerian Haji dan Umrah juga memberi himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan. Jemaah dianjurkan rutin minum air, menggunakan pelindung berwarna terang seperti payung, serta beristirahat di tempat teduh agar risiko heatstroke bisa dikurangi.
