Berita Eropa Amerika

Trump Klaim Sudah Direspons Kim Jong Un soal Ajakan Dialog

07001eee-2055-4033-be54-f7e4ba39c06b_169
Foto : Mary Thomas - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Trump Klaim Kim Jong Un Sudah Menanggapi Ajakan Dialog
  2. Kritik terhadap Korea Selatan dan Pengurangan Latihan Militer
  3. Kekhawatiran Keamanan di Asia
  4. Related Reading
  5. Frequently Asked Questions

Trump Klaim Kim Jong Un Sudah Menanggapi Ajakan Dialog

Kabarberita911.com – Pada Senin (17/8), Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memberikan respons terhadap pendekatan diplomatik terbarunya. Pernyataan tersebut diutarakan tepat sehari setelah Washington dan Seoul memangkas skala latihan militer gabungan mereka.

Trump menggambarkan komunikasi dengan Kim sebagai “sangat positif” dan menegaskan bahwa hubungan personal keduanya menjadikan kawasan “jauh lebih aman”. Ketika wartawan mempertanyakan mengapa Kim belum menunjukkan respons terbuka sejak Trump kembali ke Gedung Putih, sang presiden menjawab dengan nada menantang:

“Bagaimana Anda tahu dia belum menanggapi?”

Setelah ditekan kembali apakah respons itu benar-benar terjadi, Trump menegaskan:

“Ya, dia sudah menanggapi.”

Belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Gedung Putih mengenai bentuk atau isi respons tersebut.

Sejarah Pertemuan dan Dinamika Hubungan

Selama masa jabatan pertamanya, Trump dan Kim telah bertemu tiga kali. Namun sejak Trump memulai periode kedua, keduanya belum kembali duduk bersama. Meski demikian, Trump terus memuji dinamika hubungan mereka:

“Anda lihat, sebenarnya saya membuatnya jauh lebih aman. Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan sangat hormat.”

“Saya memahaminya. Dia memahami saya.”

Kritik terhadap Korea Selatan dan Pengurangan Latihan Militer

Di sisi lain, Trump melontarkan kecaman tajam terhadap Seoul karena dinilai tidak bersedia mendukung operasi militer AS–Israel melawan Iran. Konflik tersebut, menurutnya, bertujuan mencegah Teheran memperoleh bom atom. Melalui jejaring sosial Truth pada Minggu malam, Trump terlebih dahulu menyerang Korea Selatan sebelum mengumumkan perintah kepada Pentagon untuk memangkas latihan bersama yang ia sebut “tidak pantas dan bermusuhan”.

Di Ruang Oval, Trump menyebut sikap Seoul sebagai hal yang “aneh”:

“Tunggu sebentar. We have 39.000 tentara di sana, menjaga kalian dari Kim Jong Un, tetangga kalian, dan kalian tidak mau membantu kita dalam operasi militer yang sangat mudah di Iran. Itu aneh.”

Ia juga mempertanyakan komitmen sejumlah negara anggota NATO yang enggan berkontribusi dalam perang tersebut:

“Kita tidak bisa berkeliling dan melindungi semua negara ini, terutama ketika mereka tidak ada di sana untuk membantu kita.”

Respons Seoul dan Sikap Pyongyang

Kantor Kepresidenan Korea Selatan memastikan bahwa latihan militer bersama tetap berjalan sesuai jadwal. Pada Selasa, pihak Seoul menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak mencerminkan “niat apa pun untuk menyerang Korea Utara atau meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea”, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia.

Presiden Lee Jae Myung menambahkan bahwa “tujuan mendasar mereka bukanlah untuk memperlakukan entitas tertentu sebagai musuh, tetapi untuk menjaga keamanan dan kedamaian kehidupan sehari-hari masyarakat”.

Korea Utara sendiri belum mengeluarkan tanggapan terbuka atas perkembangan terbaru. Sebelumnya, Pyongyang kerap mengecam latihan gabungan AS–Seoul.

Kritik dari Senat AS

Senator Jack Reed, anggota senior Komite Angkatan Bersenjata Senat dari Partai Demokrat, menyebut keputusan pengurangan latihan sebagai langkah yang merugikan posisi Amerika:

“Ini adalah keputusan bodoh dan sembarangan lainnya dari Presiden Trump dan pemerintahannya yang kacau.”

Reed menambahkan bahwa China dan Rusia “sedang mengamati betapa mudahnya presiden ini meninggalkan sekutu Amerika”.

Kekhawatiran Keamanan di Asia

Latihan Ulchi Freedom Shield yang berlangsung selama 11 hari dirancang untuk mempersiapkan kedua negara menghadapi kemungkinan konflik dengan Korea Utara. Kolonel Ryan Donald, juru bicara Komando Pasukan Gabungan AS–Korea Selatan, menjelaskan bahwa latihan tersebut akan mensimulasikan pertempuran melawan pasukan Pyongyang, sebagaimana dikutip Channel News Asia.

Pasukan Korea Utara dinilai semakin terlatih setelah sebagian personelnya ditempatkan di Rusia untuk mendukung invasi ke Ukraina. Kantor kepresidenan Korea Selatan menyampaikan kepada AFP bahwa Seoul tetap berkoordinasi dengan Washington terkait seluruh aspek latihan tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Trump Klaim Sudah Direspons Kim Jong?

Trump Klaim Sudah Direspons Kim Jong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Trump Klaim Sudah Direspons Kim Jong matter?

Trump Klaim Sudah Direspons Kim Jong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment